kumparan
10 April 2019 15:22

Alasan Ifan 'Seventeen' Tidak Blur Wajah Siswi SMP Korban Kekerasan

Ifan Seventeen
Ifan Seventeen Foto: Alexander Vito Edward Kukuh/kumparan
Kasus kekerasan yang menimpa seorang siswi SMP di Pontianak tengah menjadi sorotan. Siswi SMP ini diduga mendapatkan kekerasan dari sejumlah anak dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Rambutnya dijambak, disiram air, tubuhnya diinjak hingga kepalanya dibenturkan ke aspal.
ADVERTISEMENT
Kasus ini pun sontak membuat publik geger. Beragam dukungan dan doa mengalir deras untuk siswi SMP tersebut. Bahkan, sederet selebriti juga ikut bersimpati atas kasus yang menimpa korban, salah satunya vokalis band Seventenn, Riefian Fajarsyah, atau yang akrab disapa Ifan.
Bahkan, musisi berusia 36 tahun ini langsung menjenguk korban yang tengah dirawat di rumah sakit.
"Ini permasalahan yang sangat menyedihkan ya. Jadi, tamparan buat kita semua karena ada seorang anak yang dibully. Bukan hanya bullying tapi juga harrasment. Ini menyebabkan trauma secara fisik maupun mental, maka aku merasa harus memberikan support," ungkap Ifan saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (10/4).
Ifan Seventeen
Ifan Seventeen ikut pasang badan atas kasus penganiayaan yang dialami AU, siswi SMP di Pontianak. Foto: instagram/ifanseventeen
Momen saat Ifan menjenguk siswi SMP korban kekerasan itu pun diunggah di akun Instagram pribadinya. Namun yang mengejutkan, Ifan sama sekali tidak menyamarkan wajah korban.
ADVERTISEMENT
Hal ini tentu menjadi perhatian banyak orang. Sebagian mempertanyakan mengapa wajah korban yang masih di bawah umur tersebut sama sekali tidak diblur dalam postingan Ifan.
Terkait hal tersebut, pelantun 'Kemarin' ini mengaku punya alasan mengapa dirinya memilih memperlihatkan wajah si korban.
"Dia yang minta untuk mukanya tidak diblur. Dia anak yang masih sangat kecil, tapi mengerti sekali. Dia bisa jadi anak yang kuat, sosok pembela untuk anak-anak yang lain. Itu yang aku salut," ujarnya.
"Di saat trauma mendalam, dia masih mau memikirkan anak-anak lain. That's why dia minta mukanya tidak diblur," tambah Ifan.
Saat dijenguk, Ifan mengatakan korban terlihat sangat murung dan sedih. Bahkan, suami dari mendiang Dylan Sahara ini mengaku, korban menangis saat bertemu dengannya.
ADVERTISEMENT
"Tapi alhamdulillah pelan-pelan setelah dihibur agak sedikit terobati," tuturnya.
Lantas, apakah Ifan memiliki pesan untuk para pelaku kekerasan yang membuat siswi SMP ini mengalami trauma hebat?
"Buat para pembully, adik-adik di luar sana yang merasa jagoan dan suka nge-bully, cukuplah. Berhenti jadi orang jahat karena hukuman itu akan selalu datang untuk orang-orang jahat," tegasnya.
Ifan yang mengaku miris dengan kejadian ini pmengatakan akan ikut mengawal kasus ini agar pihak berwenang segera menyelesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Bahkan, Ifan juga tak segan-segan untuk memberikan bantuan hukum bila memang diperlukan.
"InsyaAllah aku kenal beberapa orang yang bisa mendorong cepat kasus ini diselesaikan. Tadi sempat juga tukar nomor dengan pengacaranya. Kepedulian saya ini bukan gaya-gayaan karena lagi happening, tapi ini peristiwa yang menyedihkan yang terjadi di kampung saya, Pontianak. Saya tidak akan tinggal diam" tandasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan