kumparan
13 September 2018 17:35

Anisa Bahar Mengaku Pisah Ranjang dengan Suami

Anisa Bahar
Anisa Bahar. (Foto: Munady Widjaja)
Penyanyi dangdut Anisa Bahar akhirnya buka suara soal hubungan rumah tangganya dengan sang suami, Dian Esha Fauzan Prasetya. Wanita kelahiran Jakarta, 24 November 1974 tersebut mengakui bahwa dia sudah tidak tidur satu ranjang dengan suaminya yang menikahinya sejak 17 Juli 2003.
ADVERTISEMENT
Ditemui seusai mengisi acara di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (13/9), ibu Jelita Bahar ini mengakui bahwa saat ini, dia sudah tinggal di Pulau Jawa. Namun, dia tidak secara rinci menjelaskan daerah mana yang dia tinggali.
"Iyalah (pisah ranjang). Kan ranjangnya masing-masing, he-he-he. Aku tinggal di Jawa yang benar, he-he-he," ucapnya sambil tertawa.
Meski demikian, pelantun 'Colak-colek' itu enggan menjelaskan lebih dalam terkait pisah rumahnya dengan sang suami. Anisa Bahar memilih untuk tidak menanggapi kabar tersebut.
"Harus (dijawab), ya? Memang (kalian) enggak ada kerjaan," ungkapnya sambil terburu-buru masuk mobil.
Anisa Bahar.
Anisa Bahar. (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)
Sementara itu, terkait kabar yang mengatakan bahwa dirinya pernah pergi dengan seorang pria, penyanyi lagu 'Liku-liku' ini menuturkan bahwa pria tersebut adalah temannya.
ADVERTISEMENT
"Iya, sama siapa gue jalan, sering, deh. Jadi, enggak ada masalahlah, buat aku. Itu kan bukan berarti siapa-siapa, biasa saja," terangnya.
Anisa Bahar juga mengaku telah memberitahu keluarganya terkait dengan hal tersebut. Sehingga, dirinya tidak mengkhawatirkan masalah yang bakal terjadi.
"Enggak ada masalah, keluarga aku tahu, kok. Kalau keluargaku enggak tahu, tuh, baru ada masalah. Jadi, itu bukan masalah, dan itu teman saja," pungkasnya.
Sebelumnya, Anisa Bahar sempat berseteru dengan putri kandungnya, Juwita Bahar. Bahkan, dia sampai melarang Juwita menggunakan nama 'Bahar' dan mencoret namanya dari keluarga Bahar karena putrinya itu berpacaran dengan pria yang tidak disukai Anisa.
Namun kini, keduanya sudah berdamai dan rukun kembali.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan