Batal Manggung di Berdendang Bergoyang, Rossa: Sedih, tapi Ada Rasa Terharu

31 Oktober 2022 17:17
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penampilan Rossa dalam konser perayaan 30 tahun karier Anggun C Sasmi di Tenis Indoor Senayan, Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penampilan Rossa dalam konser perayaan 30 tahun karier Anggun C Sasmi di Tenis Indoor Senayan, Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Penyanyi Rossa menjadi salah satu penampil yang batal manggung di festival musik Berdendang Bergoyang hari ke-3, Minggu (30/10). Acara ini diberhentikan sesuai permintaan polisi lantaran kelebihan kapasitas penonton sejak hari pertama yang tak sesuai dengan permohonan izin
ADVERTISEMENT
Beberapa di antara para penampil yang seharusnya manggung di hari ketiga Berdendang Bergoyang, yakni Radja, The Sigit, Rossa, Marcell Siahaan, D'Masiv, Maliq & D'Essentials, Dikta, Prontaxan, Souljah, Setia Band, dan The Panturas.
Rossa di Berdendang Bergoyang tahun 2020. Foto: Instagram/itsrossa910
zoom-in-whitePerbesar
Rossa di Berdendang Bergoyang tahun 2020. Foto: Instagram/itsrossa910
Rossa, melalui akun Instagram, menyampaikan bahwa benar dirinya batal manggung di festival musik tersebut. Padahal, festival ini menjadi salah satu acara favorit sejak penampilannya di tahun 2020.
"Berdendang Bergoyang Festival 2020. @berdendangbergoyang salah satu festival favorite aku dan pastinya puluhan ribu lainnya. Yang selalu berkonsep dan "Indonesia" banget rasanya," ungkap Rossa seperti dikutip dari keterangan fotonya di Instagram, Senin (31/10).

Rossa Mengaku Sedih Sekaligus Terharu Batal Manggung di Berdendang Bergoyang

Dari keterangan yang ditulis, Rossa juga mengaku sedih karena Berdendang Bergoyang hari ketiga dibatalkan. Ia mengatakan banyak kerugian yang harus dialami berbagai pihak, termasuk panitia Berdendang Bergoyang.
ADVERTISEMENT
"Gak terbayang gimana beratnya mempersiapkan event bertahun-tahun dan akhirnya harus ditiadakan," katanya.
Kendati merasa sedih, Rossa tetap merasa terharu lantaran keputusan untuk membatalkan acara tersebut dengan alasan keselamatan patut untuk diapresiasi. Apalagi Berdendang Bergoyang sejak hari pertama sudah menjadi sorotan karena penonton yang berjubel di dalam venue.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Tapi di balik semua sedih, jujur ada rasa terharu, keputusan untuk meniadakan event dgn alasan keselamatan patut di apresiasi, meskipun pastinya panitia menanggung rugi banyak bgt. Lebih baik selamat, dan sehat semua yaaa," ujarnya.
Pelantun Tegar ini juga sempat memberikan pesan kepada para penggemarnya untuk tidak berlarut-larut dalam kekecewaan, karena ia meyakini mereka bisa bertemu di acara-acara festival musik lainnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Rossa juga tetap memberikan semangat kepada panitia penyelenggara Berdendang Bergoyang agar dapat menyelesaikan semua masalah ini dengan baik, termasuk terkait pemeriksaan pihak kepolisian kepada pihak penyelenggara.
"Dear Pecinta Rossa,yang udah beli tiket ,bahkan banyak yg datang dr luar negeri (aku baca komen ❤) insya Allah kita ketemu di acara selanjutnya ya! Buat EO BBF, semoga semua bs terselesaikan dengan baik ya . Makasih udah memberikan panggung buat kita, para musisi untuk bekerja, berkarya dan menghibur. Aku cuma yakin, apa pun itu, Allah sedang melindungi kita," pungkasnya.

Polisi Sebut Jumlah Penonton Berdendang Bergoyang Tak Sesuai Permohonan Izin

Sebelumnya, penyelenggaraan Berdendang Bergoyang dinilai overcapacity. Pihak kepolisian pun mengatakan bahwa jumlah pengunjung, yang mencapai 20 ribu, tak sesuai dengan yang tertera dalam permohonan izin, yakni 3 ribu kepada polisi dan 5 ribu kepada Satgas Covid.
ADVERTISEMENT
Jelang penyelenggaraan hari kedua Berdendang Bergoyang, polisi meminta panitia Berdendang Bergoyang untuk membatasi pengunjung hingga 10 ribu, mengurangi panggung menjadi tiga, dan menambah tenaga kesehatan. Hanya saja, itu tak dilakukan.
Di hari kedua Berdendang Bergoyang, terjadi dorong-dorongan di antara pengunjung, terdapat para pengunjung yang pingsan, dan polisi melihat adanya potensi keselamatan pengunjung yang terancam. Pada akhirnya, acara dihentikan sebelum jam yang seharusnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020