kumparan
9 September 2018 19:22

Cerita Marthino Lio yang Hobi Bikin Pisau

Pemeran Film, Sultan Agung, Marthino Lio
Marthino Lio, Pemeran film 'Sultan Agung' (14/08/2018). (Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan)
Marthino Lio punya hobi yang tergolong unik. Pemain film 'Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta' tersebut rupanya gemar membuat pisau.
ADVERTISEMENT
Keinginannya untuk membuat pisau muncul secara tiba-tiba kala sang istri, Anita Fauziah, tengah mengandung putra semata wayang mereka pada 2016 lalu. Tak buang banyak waktu, lelaki yang akrab disapa Lio itu segera membeli alat-alat yang dibutuhkan.
"Waktu itu beli angle grinder, belt grinder, dan belt sander. Lalu lihat tutorial di YouTube. Belajar semuanya serba YouTube," ujar Lio ketika bertandang ke kantor redaksi kumparan belum lama ini.
Aktor berusia 29 tahun itu telah berhasil membuat lebih dari lima pisau dengan jenis paper knife atau letter opener hingga chopper knife.
Hanya saja, tak ada satu pun pisau buatannya yang kemudian disimpan atau digunakan sendiri. Kesemuanya diberikan Lio secara cuma-cuma kepada kerabat maupun teman-temannya, termasuk aktor Ario Bayu. Ia juga tak berniat menjual pisau hasil karyanya.
ADVERTISEMENT
"Gue suka proses bikinnya saja. It's fun for me karena prosesnya lama. Secara filosofisnya saja, batangan baja itu dari tanah. Cuma modal api, bisa jadi baja. That's amazing kalau dipikir-pikir. Taking nothing and then making it into something," tutur pemilik nama lengkap Guiliano Marthino Lio tersebut.
Video
Ya, knife making menjadi hobinya lantaran rekan duet Melly Goeslaw dalam lagu 'Ratusan Purnama' itu menemukan kegembiraan sekaligus ketenangan ketika melakukan hal tersebut.
"Mungkin karena gue orangnya enggak bisa diam, over energy, gue menemukan comfort saat lagi melakukan sesuatu atau kerja. Terus, kalau dengar suara seperti sedang membuat pisau itu kayaknya tenang," bebernya.
Lio biasanya menghabiskan waktu sekitar dua bulan untuk membuat sebuah pisau. Waktu yang dibutuhkan bisa saja jauh lebih panjang jika ia tak melakukannya secara konstan.
ADVERTISEMENT
"Paling cepat itu pisau yang gue kasih ke Ario Bayu. Itu small, cuma envelope opener gitu. Itu sebulan setengah," ucap Marthino Lio.
Marthino Lio
Aktor Indonesia, Marthino Lio. (Foto: Munady Widjaja)
Bagi lelaki kelahiran 26 Januari 1989 itu, bagian tersulit dalam proses pembuatan pisau adalah saat penyepuhan. Jika tak cermat, baja pisau akan retak atau bahkan pecah ketika disepuh.
"Itu mesti very very diligent ngelihatin warna bajanya sudah kayak gimana, lalu dicek pakai magnet juga, apakah masih nempel. Kalau sudah enggak, baru dicelupkan ke oli, terus dites, apakah sudah keras. Habis itu, dimasukkan lagi ke oven selama satu setengah jam di suhu 200 derajat Celcius," papar Lio.
Aktor yang juga membintangi film 'The Guys' tersebut mengaku tengah membuat dua pisau, yakni push dagger dan bowie knife. Kali ini, ia ingin menggunakan tulang sebagai handle.
ADVERTISEMENT
"Yang bowie itu buat Zack Lee. Dia sudah pesan," tandas Marthino Lio sembari tersenyum.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan