Film Sosok Ketiga: Lintrik Tayang Perdana, Teror Pelet Cinta di 349 Bioskop
·waktu baca 2 menit

Rumah produksi Leo Pictures kembali hadir dengan karya terbaru lewat film horor berjudul Sosok Ketiga: Lintrik, yang resmi tayang perdana hari ini, Kamis (6/11).
Film ini diputar serentak di 349 bioskop seluruh Indonesia dengan total 2.030 showtime. Hal tersebut menandai langkah ambisius Leo Pictures dalam memperkuat kiprahnya di genre horor lokal.
Leo Pictures ingin menghadirkan pengalaman horor baru yang terinspirasi dari salah satu mitos yang masih dipercaya masyarakat Indonesia: lintrik, sebuah ritual pelet atau sihir cinta yang dipercaya mampu membuat seseorang tergila-gila kepada pengirim mantra.
Produser sekaligus founder Leo Pictures, Agung Saputra, mengungkapkan bahwa film ini lahir dari proses riset intensif, termasuk wawancara langsung dengan korban, pelaku, bahkan sosok yang pernah menjalankan ritual tersebut dari daerah asal mitos ini berkembang.
“Film ini berangkat dari riset yang mendalam tentang lintrik. Kami tidak hanya bertemu korban, tetapi juga pelaku, bahkan orang yang pernah menjalankan ritualnya langsung,” ujar Agung.
Dikemas dengan Horor, Komedi, dan Konflik Psikologis
Disutradarai oleh Fajar Nugros dan dikembangkan bersama tim penulis, cerita Sosok Ketiga Lintrik tidak hanya berfokus pada teror mistis, tetapi juga menggali sisi psikologis manusia, khususnya cinta, obsesi, dan kutukan yang lahir dari hasrat yang tak terkendali.
“Kami ingin penonton merasakan ketegangan bukan hanya dari sosok mistisnya, tapi juga dari konflik batin para tokohnya,” jelas Fajar.
Agung menambahkan, film ini juga menyisipkan elemen komedi untuk memperkaya pengalaman sinematik penonton, tanpa menghilangkan nuansa mencekam khas horor Indonesia.
Film yang diproduseri Luna Maya ini juga menghadirkan sederet bintang ternama di antaranya, Adinda Thomas, Aulia Sarah, Atiqah Hasiholan, Nugie, Adzwa Aurell, Saputra Kori, dan Alifa Lubis
Film ini juga diramaikan oleh creator digital Dilan Janiyar dan Iris, yang menambah daya tarik bagi penonton muda.
Menurut Agung, keterlibatan Luna memberikan perspektif baru dalam membangun tone horor film ini.
“Luna sangat terlibat dalam pengembangan naskah dan tone visual film. Dia membantu kami menemukan keseimbangan antara horor, drama, emosi, dan komedi dari kisah ini,” katanya.
Perpaduan Realisme Mistik dan Audio yang Mencekam
Sosok Ketiga Lintrik memadukan realisme dengan unsur magis yang berakar pada cerita rakyat Nusantara. Tata suara dan musik latar dirancang khusus untuk memunculkan suasana mencekam tanpa menghilangkan sisi emosional cerita.
Agung pun optimistis film ini mampu mengikuti jejak sukses rilisan sebelumnya dan menembus jutaan penonton.
"Semoga penonton bisa merasakan ketegangan sekaligus pesan emosional yang kami selipkan di balik kisah mistis film ini," ujar Agung.
