kumparan
6 Juni 2018 20:09

Hobi Menggambar, Michelle Ziudith Enggan Tunjukkan Hasil Karyanya

Michelle Ziudith saat bincang di kumparan. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Tak hanya memiliki kemampuan dalam berakting, rupanya aktris Michelle Ziudith memiliki bakat lain di bidang seni. Ia mengaku sangat senang menggambar. Kegemaran itu telah dimilikinya sejak ia masih kanak-kanak.
ADVERTISEMENT
"Dulu aku senang corat-coret dinding. Bunda marah, dong. Akhirnya dibelikan kertas HVS, kanvas. 'Kamu corat-coret di sini, enggak boleh di dinding.' Dulu juga aku suka corat-coret buku Yellow Pages," ungkap Michelle ketika ditemui di kawasan Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Hobi menggambarnya tak lantas ditinggalkan kala ia beranjak dewasa. Hingga saat ini, Michelle bahkan masih gemar mencorat-coret sejumlah benda yang berada di sekitarnya, seperti tisu hingga taplak meja. Ia bahkan telah piawai menggunakan kuas dan cat minyak untuk melukis.
Bintang film 'Ananta' itu mengaku gemar menggambar lantaran aktivitas tersebut menjadi pelipur rasa penatnya di sela kesibukan. Selain itu, tanpa disadari, menggambar membuatnya menghabiskan waktu melalui cara yang produktif.
Uniknya, perempuan berusia 23 tahun itu enggan memamerkan hasil gambar atau lukisannya. Ia lebih memilih untuk menyimpan karya-karyanya di gudang.
ADVERTISEMENT
"Aku ada rasa egois sendiri. Aku enggak akan tunjukkan hasil lukisan aku. Enggak tahu kenapa. Mending disimpan di gudang daripada aku kasih lihat. Aku juga enggak mau posting di Instagram," aku Michelle.
Michelle Ziudith. (Foto: Munady Widjaja)
Lantas, apa saja yang gemar digambar oleh Michelle? "Apa saja yang ada di otak. Apa saja yang aku ingat, yang aku rasakan," jawab Michelle bersemangat.
Lantaran itu, ibunda Michelle pun mudah untuk mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh sang buah hati. Perasaannya, menurut gadis kelahiran 20 Januari 1995 tersebut, selalu tertuang dalam gambar-gambar yang dihasilkan.
"Aku menggambar bukan apa yang aku lihat, tapi yang aku bayangkan," tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan