Ini Alasan Ndhank Surahman Larang Andre Taulany dan Stinky Bawakan Mungkinkah

2 Januari 2024 14:12 WIB
·
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 9 Januari 2024 17:32 WIB
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Andre Taulany. Foto: Instagram / @andreastaulany
zoom-in-whitePerbesar
Andre Taulany. Foto: Instagram / @andreastaulany
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Mantan gitaris Stinky, Ndhank Surahman Hartono, mengungkapkan alasan dirinya melarang Andre Taulany dan band Stinky untuk membawakan lagu ciptaannya, salah satunya adalah Mungkinkah.
ADVERTISEMENT
Ndhank mengaku mendapat dorongan dari para penggemar dan teman-teman musisi.
"Ceritanya tuh sebenarnya saya pribadi saya gak mau mempermasalahkan hal ini, cuma dari fans, teman-teman musisi mereka sih yang mendorong. Mereka bilang, 'bang jangan didiemin bang, sebenernya lu ada hak di situ', karena kan selama ini Andre itu suka membawakan lagu-lagu saya," kata Ndhank saat dihubungi, Selasa (2/1).
Ndhank merasa bahwa dirinya mempunyai hak eksklusif sebagai pencipta lagu. Hal ini sesuai aturan di Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
"Ya, saya sih enggak mempermasalahkan, begitu pun juga Stinky. Ketika saya sempat keluar saya memang enggak dapat apa-apa dari situ, cuma ternyata ada Undang-Undang Hak Cipta itu dan sekarang para komposer bisa speak up," sambungnya.
Andre taulany Foto: IG @andretaulany
Lewat langkahnya tersebut, Ndhank berharap ada batasan jelas terkait hak komposer atas lagu ciptaan mereka.
ADVERTISEMENT
"Ya saya melakukan somasi ini supaya juga lebih ke kerapihan aja sih pertanggungjawaban hak dan kewajiban negara, kewajiban memakai lagu dan hak dari si komposer ini lebih ke situ," tutur Ndhank.
Meski begitu, Ndhank tidak memungkiri ada royalti yang ia kejar sebagai pencipta lagu.
"Tapi memang enggak munafik sih karena sebetulnya ada uang, hak, ada nilai sebetulnya," ucapnya.
Penampilan Andre Taulany yang tergabung dalam grup Andre Taulany and Friends di Pestapora 2023, di Gambir Expo & Hall D2 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (23/9/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ndhank Surahman Pernah Diskusi Ulang soal Jumlah Performing Right dengan Stinky

Ndhank mengatakan bahwa dirinya pernah diskusi dengan Stinky mengenai pembayaran performing rights.
Performing rights merupakan hak penggunaan musik yang diperdengarkan di tempat umum, misalnya di kafe, transportasi, radio, konser, dan lain-lain.
Namun, Ndhank merasa performing rights yang dibayarkan Stinky kepadanya nilainya sangatlah kecil.
ADVERTISEMENT
"Stinky itu memberikan kewajibannya untuk membayar performing rights itu di luar ekspektasi saya dengan nilai yang sangat kecil," ujar Ndhank.
Ndhank sempat bernegosiasi ulang dengan Stinky mengenai pembayaran performing rights. Namun mereka hingga kini belum berhasil memperoleh kesepakatan.
"Saya juga sempat berunding dengan teman-teman musisi, mereka bilang, 'Itu sih gak masuk akal kalau mereka kasih setiap event dengan nilai segitu'. Akhirnya setelah saya negosiasi tidak ada kesepakatan di sana. Akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat video somasi itu," kata Ndhank.