Entertainment
·
14 Januari 2021 21:41

Irfan Hakim Menyesal Tak Bisa Memenuhi Permintaan Syekh Ali Jaber

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Irfan Hakim Menyesal Tak Bisa Memenuhi Permintaan Syekh Ali Jaber (23195)
Irfan Hakim, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2019). Foto: Alfadillah/kumparan
Presenter Irfan Hakim sempat ingin mendonorkan plasma darah ke Syekh Ali Jaber yang pernah menjalani perawatan di rumah sakit usai dinyatakan positif COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Jadi, kemarin pas beliau positif, kan, gue juga sempat positif. Jadi, katanya, kan, bisa didonorkan darah orang yang positif untuk yang sedang kena. Sampai gue tanya-tanya, golongan darah Syekh Ali Jaber apa? Gue mau donor," kata Irfan Hakim di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (14/1).
Namun, setelah mengetahui Syekh Ali telah pulih dari COVID-19, Irfan merasa bersyukur. Bahkan, secara tidak sadar, pada hari ini ia ingin sekali berkomunikasi dengan Syekh Ali.
"Memang pagi tadi pas gue mandi, gue sempat mikir, 'Ustaz Jaber apa kabar, ya? Udah lama enggak komunikasi. Ah, nanti siang mau telepon, ah.' Eh, tiba-tiba dapat kabar meninggal dunia. Katanya, kan, kondisinya udah negatif, tapi paru-parunya ternyata bermasalah, jadi ditidurkan, lalu hari ini udah meninggal," ucap Irfan.
Irfan Hakim Menyesal Tak Bisa Memenuhi Permintaan Syekh Ali Jaber (23196)
Irfan Hakim Foto: Andre Josua/kumparan
Irfan Hakim pun mengenang komunikasi terakhirnya dengan Syekh Ali Jaber. Ia mengaku sangat sedih karena tak bisa datang ketika Syekh Ali Jaber mengundangnya untuk bertemu.
ADVERTISEMENT
"Dia pernah minta gue dateng ke vilanya di Puncak. Cuma, gue enggak bisa, waktunya enggak bisa, nyesel sebenarnya. Ya, karena waktu sakit, kalau dijenguk, kan, enggak bisa karena COVID-19," tuturnya seraya menitikan air mata.
Irfan lalu mengenang sosok Syekh Ali Jaber. Menurutnya, Syekh Ali Jaber adalah seorang pengajar agama yang memiliki hubungan sangat erat dengan keluarganya.
"Walaupun kerja barengnya setahun sekali, tapi intensitasnya luar biasa, komunikasi di luar syuting pun terus berjalan. Gue pernah umrah bareng beliau udah beberapa kali. Gue pernah ketemu keluarga beliau di Madinah. Gue pernah umrah bareng keluarga besar bareng, mama gue juga dekat banget sama beliau," kata Irfan.
"Jadi, ini berita duka yang sangat karena gue merasa kehilangan saudara banget. Secara usia itu kita beda satu tahun, beliau satu tahun lebih muda daripada saya dan itu suka jadi bahan ledekan di belakang panggung. Kita sering adik-kakakan gitu," sambungnya.
Irfan Hakim Menyesal Tak Bisa Memenuhi Permintaan Syekh Ali Jaber (23197)
Syekh Ali Jaber menunjukkan paspor Indonesia setelah resmi menjadi WNI pada Januari 2020. Foto: Instagram/@syekh.alijaber
Menurut Irfan Hakim, Syekh Ali Jaber adalah orang yang memiliki ilmu agama tinggi, tapi sangat rendah hati. Ia ingat betul seperti apa bentuk perhatian Syekh Ali pada dirinya.
ADVERTISEMENT
"Ustaz ini sangat care banget. Gue, yang enggak tahu apa-apa, enggak pernah dipandang rendah, malah dibimbing sama beliau. Jadi, pernah ada juga di YouTube gue, gue diajarin baca Al-Fatihah yang baik dan benar, memang banyak banget ilmunya," ujarnya.
Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi pagi ini pukul 08.30 WIB. Sempat dirawat karena COVID-19, ulama yang dikenal sebagai penghafal Al-quran itu wafat dalam kondisi negatif COVID-19.