kumparan
12 Des 2017 9:23 WIB

Kata Bagus NTRL Soal Vokalis Band yang Memutuskan Hengkang

Enno, Bagus dan Choki NTRL. (Foto: Regina Kunthi Rosary/kumparan)
Beberapa vokalis grup musik Indonesia memutuskan untuk mengundurkan diri. Misalnya saja, Rizki Abdurahman yang mengumumkan diri keluar dari The Titans pada Oktober lalu, dan Is yang memilih hengkang dari Payung Teduh.
ADVERTISEMENT
Bagus Dhanar Dhana selaku vokalis dan bassist grup musik NTRL mengaku tidak akan melakukan hal serupa. Sebab, ia sudah merasa nyaman bersama dengan grup yang dibentuk sejak 1991 itu.
"Udah nyaman aja di sini (NTRL). Kalau gue, sih, ngerasanya itu rumah pertama gue, ya. Karya gue di situ juga. Ya, ngapain gue tinggal-tinggalin?" kata Bagus ketika ditemui bersama dua personel NTRL lainnya di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (11/12).
Kendati demikian, pria berusia 46 tahun itu memaklumi ada vokalis yang memilih hengkang atau vakum dari grup musiknya. "Menurut gue, balik lagi ke orang-orangnya dan balik ke band itu sendiri," ucap Bagus.
"Sekarang, waktu sebelum ngetop atau apa, lo bikin band itu untuk apa tujuannya? Ingat ke situ aja. Awalnya kan bikin band sama-sama, bareng-bareng, tujuannya apa, sih, terus begitu udah ngetop, terus ngerasa, 'Wah, gue yang paling ini, terus maunya...' Ya, kalau gue, sih, enggak gitu. Kami berangkat bareng-bareng, ya, harus bareng-bareng. Tapi, kalau di tengah jalan misal ngerasa gimana, ya, silakan aja," lanjutnya.
Enno, Bagus dan Choki NTRL. (Foto: Regina Kunthi Rosary/kumparan)
Pendapat serupa disampaikan oleh Christopher Bollemeyer alias Coki selaku gitaris NTRL. Ia memaklumi ketika ada grup musik yang kadang-kadang harus menyelesaikan masalah dengan cara pengunduran diri personel atau bahkan bubar.
ADVERTISEMENT
"Kan masalahnya kami enggak tahu, ya. Band itu orang yang berbeda-beda dijadiin satu, terus masing-masing pribadinya juga punya permasalahan, mungkin, macam-macam kan. Itu juga enggak bisa tebak-tebak buah manggis, ya. Pasti ada ajalah," ujar Coki.
Pria berusia 40 tahun ini menyatakan, hingga saat ini, kondisi NTRL terbilang harmonis. Hal itu karena mereka memegang teguh rasa kekeluargaan dan demokratis.
"Termasuk jarang konflik, sih, band ini. Soalnya, satu, kekeluargaan, terus jarang ketemu. Ketemunya seminggu sekali, dua kali kalau hoki. Iya, serius," ucap Coki.
Enno, Bagus dan Choki NTRL. (Foto: Regina Kunthi Rosary/kumparan)
Selain memiliki rasa kekeluargaan dan demokratis, setiap anggota NTRL juga memiliki visi yang sama. Sehingga, tak harus melalui perdebatan untuk memutuskan segala sesuatunya.
"Kami, selain demokratis, kebanyakan abstain. Kebetulan, satu visi juga. Jadi, kebanyakan kalau ada ide, tuh, ya memang ide bertiga aja. 'Jadi gimana, nih?' 'Wah asik, nih.' Ya udah, jalan langsung, enggak pakai ba bi bu, enggak lama. Jadi, ya, ayo aja, positif aja," tutur Coki.
ADVERTISEMENT
"Kami mungkin lebih simpel, ya, karena bertiga doang. Jadi, dua lawan satu, ya udah," sambung Bagus.
Mereka pun berniat terus berkarier bersama hingga waktu yang tak dapat ditentukan. "Sampai seizinnya aja sama Yang Maha Kuasa. Enggak, sih, enggak ada target gimana, pokoknya sampai sekuatnya fisik kami aja," tandas Coki.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan