kumparan
13 Januari 2018 13:07

Posting soal Pelawak, Tika Eks 'T2' Sindir Joshua dan Ge Pamungkas?

Tika Ramlan (Foto: Yurika Kencana/kumparan)
Beberapa waktu lalu nama Joshua Suherman dan Ge Pamungkas mendadak ramai diperbincangkan. Sebabnya Joshua dan Ge diduga melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy yang mereka bawakan. Bahkan Joshua juga sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) pada 9 Januari lalu.
ADVERTISEMENT
Terkait hal tersebut banyak dari rekan komika yang akhirnya angkat bicara. Seperti Ernest Prakasa yang mengatakan seorang pelawak itu harus bisa bertanggung jawab atas semua tindakan yang disampaikan di atas panggung.
“Mau ngomong apa pun pikirin dulu. Ini nanti ada yang tersinggung. Ada yang mempermasalahkan atau enggak, kita harus siap sama risikonya,” kata Ernest saat ditemui baru-baru ini.
Rahmat Himran ketua umum forum umat islam bersatu (Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan)
Ernest tak memungkiri materi yang disampaikan seorang komika tak hanya sebatas guyonan tapi juga bisa berupa kritik. Namun, kini Ernest memilih untuk berhati-hati, mengingat sebelumnya ia sempat dihujat netizen setelah mengunggah twit berbau SARA di akun Twitter miliknya pada Maret 2017 lalu.
“Gua pernah ngalamin macem-macem, gua lebih berhati-hati, apakah yang gua omongin ini bisa gua pertanggungjawabkan atau tidak,” tutur Ernest.
ADVERTISEMENT
Selain komika, ada pula rekan artis yang akhirnya bersuara. Dia adalah Tika Ramlan. Mantan personel grup T2 ini sempat terlihat mengunggah sebuah postingan soal pelawak. Postingan gambar itu menampilkan sosok mendiang S. Bagyo yang merupakan pelawak senior.
"Jadi pelawak itu susah, mas. Kita nggak bisa sembarangan ndagel....Agama, Suku, Warna Kulit itu bukan bahan lelucon," tulisan dalam foto tersebut.
Loading Instagram...
Melalui postingan tersebut, Tika pun menuliskan sebuah keterangan panjang.
"Indeed. Lucu bukan berarti harus mencemooh. Lucu bukan berarti mengolok ngolok. Klo komedian yang pintar pasti bisa cari materi materi lawakan yang tidak mencemooh pada 1 hal. Mengkritik boleh tapi tidak mencemooh Apalagi yg dicemooh Agama,Ras,Warna kulit dsb yv bisa memicu keributan.. Dan herannya entah sudah keberapa kalinya. Terulang lagi terulang lagi hal hal yang diluar jalur yg dilakukan oleh beberapa komedian muda.. Padahal mungkin harusnya mereka tau dng lawakan gak berkelas seperti itu, dengan mencemooh agama manapun, ibadah agama manapun, itu bisa memacu Keributan," tulisnya.
ADVERTISEMENT
Tika juga mempertanyakan satu hal dalam postingan tersebut untuk para 'komedian muda' yang ia tulis dalam keterangan tersebut.
"Apa memang maunya bikin ribut? Atau mereka pikir melakukan hal tsb itu bikin mereka keren?? Ngga sih..sama sekali gak keren Kalian malah terlihat Bodoh *emoticon senyum*," lanjutnya.
Ge Pamungkas dan Joshua Suherman (Foto: Facebook dan kumparan)
Sontak postingan Tika itu membuat netizen bereaksi. Mereka sepakat dengan apa yang dituliskan Tika dalam kolom keterangan, namun sebagian dari mereka juga seolah langsung menunjuk Joshua dan Ge agar berpikir atas perbuatan mereka yang diduga menistakan agama.
"Mas Jo @jojosuherman apa kamu lupa, dulu kamu kecil kamu Kan jadi bintang no 1 , kamu jadi idola anak anak, orang dewasa pun suka liat kamu . Apa kamu lupa kamu dulu begitu popular ? Padahal kamu bukan mayoritas. jangan gitulah comedy nya," tulis akun @bonekamurah.
ADVERTISEMENT
"Terima kasih telah menyuarakan isi hati kami," tulis akun @ira_widianti.
"@jojosuherman @gepamungkas coba dibaca dan dicerna...," kata akun @agakskeptis.
"look it lahh ngelawak yang berkelas dikit wkwk @gepamungkas @jojosuherman," kata akun @sarah.fitriani.
"begitulah bedanya kualitas pelawak di jaman warkop dgn jaman skrg,, jama skrg mah ngelawak kaya gitu di bilang kreatifitas," tulis akun @wulan_syah29.
Sampai saat ini Joshua dan Ge pun belum memberikan klarifikasi mereka. Hanya kuasa hukum Joshua, Achmad Budi Prayoga, yang akhirnya angkat bicara terkait kasus yang menimpa kliennya. Menurutnya, candaan yang dibawakan oleh Joshua saat itu tak lain hanya sebuah kreativitas. Hal itu dilakukan karena selera humor orang-orang yang mulai menurun.
“Menurut kami, materi komik mereka (Joshua dan Ge) sama sekali tidak menyinggung masalah agama. Sama sekali enggak ada. Bahkan menurut kami, itu bagian kreativitas anak muda. Joshua Suherman dan Ge Pamungkas sendiri, mereka ingin menyampaikan akhir-akhir ini keadaan bangsa ini selera humornya semakin rendah,” ungkap Achmad.
ADVERTISEMENT
Achmad pun menegaskan bahwa candaan yang mereka bawakan hanya bermuatan kritik sosial, bukan kritik agama. “Akhir-akhir ini kok orang-orang begitu sekali, sulit tertawa, makanya mereka di Majelis Lucu Indonesia, mereka membuat komik yang bermuatan kritik-kritik sosial. Bukan kritik agama, tapi kritik sosial,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan