kumparan
27 Apr 2018 15:33 WIB

Randy Pangalila Sudah 7 Tahun Tak Makan Nasi dan Mi

Randy Pangalila. (Foto: Instagram/randpunk)
Aktor Randy Pangalila sudah tujuh tahun tidak makan nasi dan mi. Pria yang hobi seni bela diri campuran atau Mixed Martial Arts itu melakukannya lantaran ingin mengurangi mengkonsumsi karbohidrat.
ADVERTISEMENT
Namun, Randy tak mau menyebut keputusannya untuk tidak makan nasi dan mi sebagai diet. Tapi, hal itu merupakan bagian dari gaya hidupnya.
“Kalau gue memang sudah tujuh tahun enggak makan nasi sama sekali. Mi juga enggak makan,” kata Randy saat ditemui di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Loading Instagram...
Supaya tetap mendapat asupan karbohidrat, pemain film ‘Oh Baby’ itu mengkonsumsi makanan seperti oats, roti gandum, dan kentang rebus. Jika Randy nantinya ingin makan nasi, ia memilih tidak menyantap nasi putih.
“Mungkin kalau mau makan nasi, gue beras hitam atau beras merah. Gue enggak ambil makanan karbohidrat tinggi kayak nasi putih,” tutur Randy.
Ketika menjalani proses syuting, Randy memutuskan untuk membawa bekal dari rumah. Ia tak pernah makan makanan yang disediakan di lokasi syuting.
ADVERTISEMENT
Selain tidak makan nasi dan mie, pemain sinetron ‘Raja’ ini juga menghindari konsumsi minuman-minuman yang manis dan kue. “Kalau garam dan gula masih sedikit. Makanan sedikit-sedikit pasti masih ada gulanya ‘kan,” ucap Randy.
Randi merasakan godaan ketika menjaga pola makannya. Namun, ia sudah punya cara untuk melawan godaan tersebut.
“Gue mengalihkan perhatian, sih. Jadi, kalau ada orang di depan gue makan itu, nih, gue mengalihkan perhatian. Misalnya tiba-tiba gue buka aja Instagram,” tutur Randy.
Randy Pangalila (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)
Selain godaan, Randy kerap merasakan kejenuhan. Meski begitu, ia mencoba untuk melawannya.
“Gue tahu kalau gue lepasin nih sekali gue makan, gue pasti akan mau lagi, mau lagi. Jadi, guenya sendiri yang kayak ‘Jangan deh, jangan,’” ungkap Randy.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan