Entertainment
·
12 November 2020 18:30

Saat Boy William Bertanya pada Puan Maharani soal Matikan Mikrofon di Paripurna

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Saat Boy William Bertanya pada Puan Maharani soal Matikan Mikrofon di Paripurna (362204)
Boy William Foto: Munady Widjaja/kumparan
Boy William kerap membuat konten YouTube yang memperlihatkan kediaman para figur publik, termasuk rekan sesama selebriti. Terbaru, ia menyajikan tayangan berisi semacam room tour di gedung DPR RI.
ADVERTISEMENT
Dalam konten tersebut, Boy William bertemu Ketua DPR Puan Maharani. Perempuan berusia 47 tahun itulah yang mendampinginya saat berkeliling sambil sesekali bercakap-cakap.
Saat Boy William Bertanya pada Puan Maharani soal Matikan Mikrofon di Paripurna (362205)
Boy William Foto: Ronny/kumparan
Oleh Puan Maharani, Boy William diajak melihat-lihat beberapa ruangan. Salah satunya ruang Sidang Paripurna. Di sana, ia mengajukan pertanyaan untuk putri Megawati Soekarnoputri tersebut.
"Bu Ketua DPR, aku punya pertanyaan. Itu kenapa kemarin kasus mic tiba-tiba bisa mati? Kok, bisa mati, sih, Bu?" tanya Boy William.
Ya, beberapa waktu lalu, Puan Maharani menjadi sorotan lantaran mematikan mikrofon anggota Fraksi Demokrat Irwan yang menyampaikan interupsi terkait pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja dalam rapat paripurna DPR penutupan masa sidang I tahun 2020-2021.
Sebelum menjawab pertanyaan Boy William, Puan Maharani lebih dulu menjelaskan bahwa semua anggota DPR memang punya hak untuk bicara. Namun, ada aturan atau tata tertib yang mengatur hal tersebut.
Saat Boy William Bertanya pada Puan Maharani soal Matikan Mikrofon di Paripurna (362206)
Ketua DPR Puan Maharani saat Rapat Parpurna DPR RI. Foto: Dok. DPR RI
"Kita yang pimpin itu ada berlima dan siapa yang akan memimpin itu kesepakatan dari hasil rapat pimpinan. Memang posisi duduknya kayak begini, ketua di tengah, wakil-wakil atau pimpinan yang lain itu di kanan kiri," ujar Puan Maharani.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, dijelaskan Puan Maharani, pemimpin rapat harus bisa mengatur agar sidang berjalan dengan baik dan benar. Jika satu orang sudah diberikan kesempatan bicara, menurutnya, yang bersangkutan seharusnya kemudian tidak mengulang lagi berbicara, melainkan memberikan kesempatan bagi yang lain.
"Dan kalau di floor itu lagi berbicara, di atas itu enggak bisa ngomong karena memang otomatis, enggak bisa. Jadi, kalau ini bunyi, ini bunyi, nah, cuma satu yang bisa ngomong. Dia kedip-kedip terus. Enggak bisa. Nah, karena mau ngomong-ngomong terus, tentu saja sebagai pimpinan sidang, pimpinan sidang itu harus mengatur pembicaraan supaya semuanya dapat waktu untuk bicara," tuturnya.
Video
Puan Maharani kemudian mengakui bahwa ia memang mematikan mikrofon. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kelancaran sidang yang tengah berjalan.
ADVERTISEMENT
"Nah, kebetulan teknisnya itu yang mengatur bisa berhenti atau tidak berhentinya orang berbicara atau di-mute atau tidak itu hanya yang di meja depan, yang di tengah. Nah, sementara waktu kejadian yang heboh itu, lho, yang mimpin itu sebenarnya sebelah kanan saya, tapi saat yang bersangkutan mau bicara, enggak bisa bicara karena di floor pencet mic terus, jadi di sana mati," jelasnya.
"Nah, makanya kemudian pimpinan sidang meminta kepada saya untuk mengatur jalannya persidangan supaya dia bisa berbicara, 'Bisa enggak, dimatiin?' Ya, saya kemudian mematikan mic tersebut. Bukan disengaja, tapi untuk menjaga jalannya persidangan supaya bisa berjalan baik dan lancar karena, kan, waktu itu sebenarnya sudah diberikan kesempatan untuk berbicara, tapi ingin berbicara lagi, ingin berbicara lagi," pungkas Puan Maharani.
ADVERTISEMENT