Sajad Ukra Disebut Pernah Ingin Bawa Lari Anak Nikita Mirzani

Kasus perebutan hak asuh anak antara Nikita Mirzani dan Sajad Ukra hingga saat ini masihi bergulir di Polda Metro Jaya. Sejak Maret 2017 lalu, proses hukum tersebut belum juga menemukan titik terang.
Namun pada Selasa (13/2), Nikita bersama beberapa anggota keluarganya akan melakukan konfrontasi dengan Sajad Ukra di Polda Metro Jaya. Konfrontasi tersebut dilakukan terkait soal asuh anak Nikita dengan Sajad yang bernama Azka Raqila Ukra.
Nikita mengaku pernah memberikan izin mantan suaminya membawa Azka. Namun, ia merasa, kebaikannya telah disalahgunakan Sajad.

"Saya bukan enggak mau ketemuin anak saya dengan Sajad. Takutnya psikologis anak saya keganggu. Sebelumnya sudah dikasih nginep sampai 2 bulan ketemu, itu enggak ada jamnya saya kasih ketemu," ujar Nikita ketika ditemui di kawasan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (13/2).
"Tapi ternyata dikasih kebebasan, anak itu enggak dipulangkan, padahal hak asuh ada di Niki. Terus minta paspor anak, itu ada indikasi enggak benar 'kan ya. Dia minta semua identitas Al--sapaan Azka Raqila Ukra--pokoknya kalau dari dianya baik-baik saja, tunjukkan dong, jangan kayak gitu," lanjutnya.
Bukan hanya itu, selama anaknya tinggal bersama Sajad, pemain film 'Jakarta Undercover' ini menemukan perbedaan sikap dari sang buah hati. Apalagi, kata Nikita, mantan suaminya itu memiliki sifat emosional.
"Jadi kikuk ya, namanya anak kecil ya. Punya penglihatan, pendengaran, pasti akan direkam 'kan ya sama dia. Kejadian apa saja selama dengan bapaknya. Dia itu orangnya aneh, masa kalau mau ketemu sama anak, dia yang bikin peraturan, ya?" tuturnya.
Ia juga tetap memberitahu kepada Azka bahwa ayah kandungnya adalah Sajad. Namun, kata Nikita, sang anak justru tidak merasa nyaman saat berada di dekat Sajad.
"Al juga enggak pernah nanyain bapaknya. Padahal saya masih suka kasih tahu Al kalau Sajad tuh bapaknya, suka kasih lihat foto-fotonya. Tapi Al sendiri yang bilang, 'Its not my Daddy'. Itu dia sendiri yang bilang, padahal saya enggak mengajarkan," ucapnya.
Sementara itu, wanita berusia 31 tahun ini mengaku sengaja meminta pihak polisi yang memfasilitasi pertemuan dirinya dengan mantan suaminya tersebut.
"Karena si Sajad ini 'kan orangnya temperamen, dari tuturnya kasar. Kenapa saya pilih tempat itu, karena biar polisi juga tahu si Sajad ini gimana. Jadi konfrontir antara saya dan Sajad, kakak saya, pokoknya orang-orang yang tahu soal kejadian ini," katanya.

Sementara itu, ketika ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, pria kelahiran Selandia Baru ini mengaku baru empat kali bertemu dengan sang buah hati.
"Saya cuma pernah lihat anak saya 4 kali. Pertama kali waktu dia lahir. Saya datang disambut security dan butuh dua jam berurusan sama security sampai akhirnya saya masuk. Pas saya masuk, mau saya azanin, tapi Nikita berteriak dan security datang. Dia bilang saya mau menculik anak saya. Padahal apakah seperti ini, orang yang mau menculik?" ungkap Sajad kala itu.

Nikita dan Sajad menggelar pernikahan secara sederhana pada 11 Oktober 2013. Namun, pernikahannya dengan pria asal Selandia Baru itu tak bertahan lama.
Pada 24 Desember 2013, Niki mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Meski sebelumnya pernah mencabut gugatan tersebut, namun lagi-lagi ia mengajukan gugatan cerai pada 14 April 2014. Hingga akhirnya pada 16 Februari 2015, mereka resmi bercerai.
