kumparan
3 Februari 2020 17:01

Sambil Menangis, Rey Utami Curhat Tak Bisa Lagi Beri ASI ke Anaknya

Rey Utami di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Rey Utami tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2). Foto: D.N Mustika Sari/kumparan
Rey Utami dan suaminya, Pablo Benua, telah ditahan di Polda Metro Jaya sejak Juli 2019 lalu. Mereka ditahan gara-gara kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Fairuz A Rafiq.
ADVERTISEMENT
Gara-gara kasus ini, mereka berdua harus meninggalkan anak mereka yang bernama Aaron Tudor Benua. Mereka sudah jarang bertemu dengan anak laki-lakinya itu selama tujuh bulan ditahan.
Hari ini, Senin (3/2), Rey Utami dan Pablo Benua kembali menjalani sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik. Sebelum sidang dimulai, Rey sempat mengutarakan rasa rindunya dengan sang anak, kepada awak media.
"Kangen banget, sudah 7 bulan enggak ketemu sama anak," ucap Rey Utami di ruang tahanan.
Rey Utami menangis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Rey Utami menangis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2) Foto: D.N Mustika Sari/kumparan
Perempuan berusia 32 tahun itu mengaku sedih karena sudah tak bisa lagi memberikan ASI ke anaknya. Dia juga tak diberi izin bertemu anaknya di Rutan.
"Sudah enggak bisa nyusuin lagi, karena air susunya kan sudah kering, soalnya kan anak enggak bisa dibawa sama kita di Rutan, enggak bisa tinggal bareng sama kita," ucap Rey seraya menangis tersedu-sedu.
ADVERTISEMENT
"Memang harus pisah sama kita. Kalau bisa minta sih mau bawa anak aku aja ke rutan, tidur bareng sama dia," lanjutnya.
Rey Utami menangis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Rey Utami menangis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2) Foto: D.N Mustika Sari/kumparan
Meskipun sedih, Rey berusaha untuk tetap mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Namun, dia berharap bisa tinggal bersama anaknya di dalam Rutan.
"Kita ikutin aja semuanya. Kalau boleh minta, saya pengin tidur sama anak saya. Tapi aturannya enggak boleh. Aturannya anak enggak boleh tinggal bareng di rutan," katanya.
Sementara itu, Pablo Benua juga merasa sedih melihat kondisi Rey Utami seperti ini. Jika bisa berandai-andai, Pablo memilih dipenjara sendirian dan membiarkan sang istri mengurus anaknya.
"Saya sih pasti sedih banget. Kalau saya sendiri yang di rutan, saya sendiri yang dipenjara atas kesalahan ini, saya siap. Dengan keadaan istri saya gini, anak saya, sangat miris," ujar Pablo Benua seraya mengakhiri obrolan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan