kumparan
Entertainment17 Desember 2019 18:46

Sidang Vonis Zul 'Zivilia' Akan Digelar 18 Desember

Konten Redaksi kumparan
Zul Zivilia, PN Jakarta Utara, POTRAIT
Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba Zul Zivilia bersiap untuk menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Sidang dugaan narkotika yang menjerat musisi Zulkifli alias Zul 'Zivilia' bakal mencapai babak akhir. Rabu (18/12), Zul dan kawan-kawan bakal menjalani sidang vonis dari majelis hakim, terkait tindak pidana yang mereka lakukan.
ADVERTISEMENT
Namun, sebelum majelis hakim membacakan vonisnya, jaksa penuntut umum dan pihak kuasa hukum diberikan kesempatan untuk membacakan replik serta dupliknya.
Dalam sidang replik dan duplik yang digelar hari ini, Selasa (17/12), jaksa penuntut umum tetap kukuh pada tuntutannya, yang menuntut Zul 'Zivilia' dipenjara seumur hidup.
"Kami selaku penuntut umum tetap pada tuntutan semula bahwasanya, terdakwa telah terbukti secara sah, dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang kami uraikan pada tuntutan kami," ucap jaksa Fedrik Adhar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (17/12).
Zul 'Zivilia', Pengadilan Negeri Jakarta Utara
Musisi Zulkifli alias Zul 'Zivilia' di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Foto: Aria Pradana/kumparan
Sementara itu, kuasa hukum Zul 'Zivilia', Andi Bahtiar Effendy, juga tetap pada nota pembelaannya yang berharap agar majelis hakim tidak memvonis kliennya hukuman penjara seumur hidup.
"Setelah mendengar replik dari jaksa penuntut umum dengan mempertimbangkan perkara ini, kami tetap bertahan dengan pembelaan kami, meminta kepada yang mulia (hakim) sesuai dengan nota pembelaan," ujar Andi Bahtiar Effendy.
Zul ‘Zivilia’ Jelang Sidang Tuntutan
Zul ‘Zivilia’ jelang sidang tuntutan, Senin (21/10/2019). Foto: Giovanni/kumparan
Di sisi lain, majelis hakim yang diketuai oleh Tiares Sirait bakal mempertimbangkan tuntutan dari jaksa ataupun nota pembelaan dari kuasa hukum.
ADVERTISEMENT
Namun yang pasti, perkara narkotika Zul 'Zivilia' ini tidak akan diputuskan pada 2020 mendatang.
"Yang penting perkara ini, majelis berpendapat tidak akan lewat ke tahun 2020. Kita selesaikan di tahun 2019 ya. Besok (18/12) kita ketemu lagi ya," pungkas Tiares Sirait mengetuk palu penundaan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan