kumparan
25 Mar 2019 18:43 WIB

Polisi Klaim Tetap Bisa Cek Isi Ponsel Jung Joon Young

Jung Joon-young tiba di Kantor Polisi Metropolitan Seoul, di Seoul, Korea Selatan, Kamis (14/3). Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
Penyanyi rock Korea Selatan, Jung Joon Young, sempat dikabarkan menghapus isi salah satu ponselnya sebelum menyerahkannya pada polisi. Namun, pihak polisi Korea mengaku tetap bisa mengecek konten ponsel tersebut.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, pada Jumat (22/3), TV Chosun memberitakan bahwa pelantun 'Teenager' ini mencoba menghilangkan bukti atas kasusnya. Pada 14 Maret, pria kelahiran 1989 ini sempat menyerahkan tiga ponselnya kepada polisi, termasuk ponsel emas (golden phone) yang disebut hanya digunakannya untuk chatting lewat aplikasi KakaoTalk. Namun, ada satu ponsel yang ternyata sudah diatur ulang dan dikembalikan kepada kondisi awal, sehingga terhapus semua isinya.
Akan tetapi, Komisaris Jenderal Agensi Kepolisian Nasional Korea, Min Gap Ryong mengatakan, mereka tetap bisa mengecek isi ponsel itu.
"Walaupun ada yang dilakukan (kepada ponsel itu) olehnya (Jung Joon Young), kami telah mendapatkan dokumen-dokumen lain, sehingga kami percaya bisa mengecek apa isi asli ponsel itu, dengan membandingkannya dan dokumen-dokumen lain," tuturnya, seperti dikutip Soompi.
Jung Joon-young tiba di Kantor Polisi Metropolitan Seoul, di Seoul, Korea Selatan, Kamis (14/3). Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
Mengikuti pernyataan Min Gap Ryong, kepolisian akan membandingkan data dalam kedua ponsel Jung Joon Young yang tidak diatur ulang, dengan informasi yang diperoleh dari pemeriksaan terhadap sebuah perusahaan forensik digital. Sebelumnya, Jung Joon Young mengaku pernah mendapatkan ulang data dari ponselnya yang rusak lewat perusahaan tersebut pada 2016.
ADVERTISEMENT
Selain itu, polisi juga dikabarkan akan membandingkannya dengan barang bukti berupa rekaman percakapan KakaoTalk, yang telah diserahkan oleh Komisi Anti Korupsi dan Hak Sipil Korea kepada Kantor Kejaksaan Agung Korea.
Saat ini, pemeriksaan terhadap Jung Joon Young masih terus berlangsung. Pria yang pernah menjadi bagian variety show '2 Days & 1 Night' ini tersandung kasus perekaman dan penyebaran video seks ilegal melalui aplikasi chatting ponsel.
Pada Kamis (21/3), pengadilan telah memerintahkan penahanan terhadap penyanyi tersebut. Salah satu alasan penahanan adalah adanya kekhawatiran akan penghancuran barang bukti, dengan pertimbangan mengenai kondisi dan konten dari bukti fisik utama.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan