Entertainment
·
9 Oktober 2018 16:07

Popularitas Drama Musikal di Kalangan Masyarakat Korea Selatan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
 Popularitas Drama Musikal di Kalangan Masyarakat Korea Selatan (17598)
Teater musikal, JTN Arth hall di Daehak-ro, Korea Selatan. (Foto: Niken Nurani/kumparan)
Industri hiburan Korea Selatan ternyata tak melulu soal idola K-Pop atau drama televisi. Hampir disetiap sektor industri hiburan, masyarakat Korea ikut andil dalam melestarikan dan mengapresiasi para artis yang tampil di atas panggung, untuk menghibur warga setempat. Salah satunya, drama musikal.
ADVERTISEMENT
Jika di negara lain drama musikal kurang diminati, dan hanya ditonton kalangan tertentu, di Korea Selatan, drama musikal sama populernya dengan penampilan para grup K-Pop. Pemerintah Korea Selatan bahkan membuat sebuah lokasi khusus yang bernama Daehak-ro (dibaca Daehangno), di Seoul, yang memiliki lebih dari 100 teater mini dan dikhususkan untuk penampilan drama musikal dan teater.
Menjamurnya teater mini dengan kapasitas penonton yang beragam ini, juga tak lain karena apresiasi warga Korea. Di akhir pekan, banyak anak-anak muda Korea yang mengajak kekasihnya untuk menonton drama musikal bertema romansa. Ada juga para orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk menyaksikan penampilan drama musikal soal sejarah Korea Selatan.
 Popularitas Drama Musikal di Kalangan Masyarakat Korea Selatan (17599)
JTN Art hall di Daehak-ro, Korea Selatan. (Foto: Niken Nurani/kumparan)
Ya, tema dalam pertunjukkan drama musikal dan teater di Korea memang terbilang cukup bervariasi.
ADVERTISEMENT
Ada drama musikal dengan tema cerita pop, yang cocok ditonton kalangan anak-anak muda. Ada drama musikal bergenre sageuk, yang menceritakan kisah kerajaan dinasti di Korea. Ada juga drama musikal non-verbal, yang mengandalakan atraksi seru penuh komedi dan sangat menghibur.
Harga tiket yang dijual juga cukup bervariasi, antara 18 ribu hingga 50 ribu Won, atau setara dengan Rp 242 ribu hingga Rp 672 ribu untuk setiap pertunjukkan.
Lama pertunjukkan juga beragam, antara 2 hingga 3 jam. Akan ada sesi istirahat selama 10 menit dalam setiap pertunjukkan, namun ada juga yang tidak. Banyaknya sesi juga tergantung pada lamanya durasi pertunjukkan.
 Popularitas Drama Musikal di Kalangan Masyarakat Korea Selatan (17600)
Tiket drama musikal 'Finding Mr. Destiny'. (Foto: Niken Nurani/kumparan)
Para turis asing yang ingin menyaksikan pertunjukkan drama musikal bisa mendapat fasilitas subtitle yang terpampang di layar TV di samping panggung, atau sebuah monitor PDA yang diberikan di depan kursi penonton. Sayangnya, ada beberapa drama musikal yang tidak memberikan fasilitas subtitle dalam pertunjukkannya, sehingga menyulitkan turis asing yang ingin menonton dram musikal namun memiliki keterbatasan bahasa.
ADVERTISEMENT
Etika menonton pun diterapkan dengan sangat ketat oleh para staf, dan diikuti dengan baik oleh penonton. Selama pertunjukkan, kita tidak diperkenankan memotret atau merekam menggunakan kamera atau ponsel. Tidak diperbolehkan bolak-balik ke kamar mandi, karena akan mengganggu penonton lain.
Maka itu, penonton dipersilahkan untuk ke toilet sebelum pertunjukkan, atau saat sesi istirahat. Namun, dalam beberapa pertunjukkan, penonton diperbolehkan mengambil foto saat curtain call.
 Popularitas Drama Musikal di Kalangan Masyarakat Korea Selatan (17601)
Curtain call, drama musikal 'Finding Mr. Destiny'. (Foto: Niken Nurani/kumparan)
kumparanK-pop berkesempatan menyaksikan drama musikal pop yang terkenal, 'Only You' secara langsung di JTN Art Hall, Theater 3, di kawasan Daehak-ro, Seoul, beberapa waktu lalu.
Ching Lui Chu, selaku manager pertunjukkan 'Only You' mengatakan, drama ini sangat digemari berbagai lapisan masyarakat. Bahkan ada anak-anak muda yang memberikan tiket kepada orang tua mereka, sebagai hadiah pernikahan.
ADVERTISEMENT
 Popularitas Drama Musikal di Kalangan Masyarakat Korea Selatan (17602)
Ticket box untuk pertunjukkan drama musikal. (Foto: Niken Nurani/kumparan)
'Only You' sendiri memang bercerita soal pasangan suami istri yang mengaruhi bahtera rumah tangga. Berbagai permasalahan keluarga diperlihatkan, mulai dari pertengkaran, kesulitan ekonomi, hingga konflik saat anak mereka akan menikah. Selain romantis, jalan ceritanya yang inspiratif dan adegan serta dialog yang jenaka, membuat drama musikal ini sangat digemari.
Tidak hanya drama musikal romantis, pertunjukkan dengan tema sejarah juga ditampilkan. Salah satunya lewat drama musikal '1446'.
Musikal ‘1446’ diproduksi untuk memperingati ulang tahun ke-600 Raja Sejong Yang Agung, dan dipertunjukkan mulai tanggal 5 bulan Oktober, tahun 2018 sampai tanggal 2, bulan Desember, tahun 2018 di Museum Nasional Korea.
 Popularitas Drama Musikal di Kalangan Masyarakat Korea Selatan (17603)
Tiket pertunjukkan drama musikal '1446'. (Foto: Niken Nurani/kumparan)
Drama ini menceritakan tentang kisah Raja Sejong di masa Dinasti Chosun. Raja Sejong memang tercatat sebagai raja paling terkenal, termasuk sebagai pencipta huruf hangul yang saat ini masih digunakan dan menjadi alphabet nasional masyarakat Korea.
ADVERTISEMENT
Para orangtua mengajak anak-anak mereka untuk belajar sejarah Korea lewat drama ini. Mereka memperkenalkan budaya dan cerita dibalik abjad yang dipelajari anak-anak di sekolah.
Dengan fasilitas yang mumpuni, tema cerita yang bersahabat dan mengikuti perkembangan zaman. Ditambah aktor dan aktris yang berbakat, juga apresiasi masyarakat Korea terhadap seni drama musikal, tak heran jika pertunjukkan ini tetap hidup, meski digempur beragam konten hiburan lainnya.