kumparan
15 April 2019 19:57

Respons Seungri Atas Tuduhan Membayar Wanita Penghibur di Palawan

Seungri, salah satu personel Band K-Pop Big Bang, tiba di Kantor Polisi Metropolitan Seoul, di Seoul, Korea Selatan, Kamis (14/3). Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
Divisi Detektif Khusus Badan Kepolisian Metropolitan Seoul baru-baru ini memberikan laporan baru soal kasus Seungri. Pada laporannya, pihak kepolisian menduga adanya transaksi uang yang dilakukan Seungri untuk membayar wanita penghibur sebagai bentuk suap prostitusi pada ulang tahun Seungri di Palawan, Filipina.
ADVERTISEMENT
Dilansir Soompi pada Minggu (14/4), Badan Kepolisian Metropolitan Seoul mengumumkan temuan atas transaksi keuangan mencurigakan yang dilakukan Seungri. Dalam transaksi tersebut, diduga Seungri mentransfer sejumlah uang yang melebihi biaya perjalanan reguler para wanita tersebut.
Pesta ulang tahun ini digelar pada Desember 2017 dan dihadiri oleh teman-teman juga investor Seungri. Dilaporkan ada delapan wanita penghibur yang diundang dalam acara tersebut.
Ketika kecurigaan muncul terkait Seungri membayar biaya perjalanan para wanita penghibur ini, Seungri menyatakan bahwa ia membayar semua biaya perjalanan tamu undangan dan bukan hanya untuk para wanita yang diduga terlibat dalam prostitusi.
Polisi mencurigai ini adalah kasus mediasi prostitusi karena para wanita itu bukan teman Seungri. Selain itu, para wanita tersebut dibayar dengan jumlah yang lebih besar dari biaya perjalanan, sehingga muncul kecurigaan jika jumlah tambahan tersebut diberikan sebagai ganti 'jasa prostitusi' yang dilakukan oleh para wanita penghibur.
ADVERTISEMENT
"Kami sedang menyelidiki dua orang yang pergi ke Palawan bersama Seungri dan memeriksa transaksi keuangan, dengan melihat ke rekening bank mereka. Kami telah mengetahui berapa banyak Seungri membayar untuk biaya perjalanan para wanita itu, dan kami harus memeriksanya lebih lanjut untuk mengetahui dari mana sumber uang itu," ujar perwakilan polisi.
Pihak kepolisian pun melakukan penyelidikan dan mendapatkan kesaksian dari beberapa wanita penghibur. Namun, mereka mengatakan melakukan seks atas keinginan sendiri dan bukan permintaan Seungri.
Meski demikian, polisi menyatakan tetap membuka berbagai kemungkinan termasuk permohonan penahanan pra-sidang untuk Seungri.
"Kami terbuka untuk semua kemungkinan termasuk meminta surat perintah penahanan pra-persidangan," ungkap perwakilan polisi. Surat penahanan pra-persidangan memberikan hak kepada jaksa penuntut untuk memasukkan tersangka dan terdakwa ke dalam tahanan.
ADVERTISEMENT
Atas dugaan ini, pihak Seungri memberikan penjelasannya. Mereka mengakui sudah mengundang beberapa wanita penghibur, namun membantah sudah membayar mereka untuk jasa dan atau mediasi prostitusi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan