kumparan
Mom16 Desember 2017 17:48

4 Cara Didik Anak Agar Tanggap Hadapi Bencana

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi bencana alam (COVER)
Ilustrasi bencana alam (Foto: Unsplash)
Bencana alam seperti gempa bumi menjadi bagian tak terelakkan bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah Cincin Api Pasifik. Oleh karenanya, setiap keluarga wajib memiliki kapasitas untuk meminimalisasi kerugian karena murka alam tersebut.
ADVERTISEMENT
Misalnya saja, penting bagi semua anggota keluarga untuk mengetahui bagaimana bereaksi dalam keadaan darurat. Langkah-langkah darurat perlu dikuasai luar kepala, agar saat bencana benar terjadi, setiap anggota sudah siap untuk menghadapinya.
Diskusikan rencana menghadapi bencana yang mungkin terjadi dengan anak. Coba jelaskan dengan cara umum dan mudah dimengerti, sehingga anak tahu apa yang harus dilakukan dalam berbagai situasi.
Coba bayangkan kemungkinan terburuk. Sebagai contoh, mungkin saja Anda dan anak berada di tempat yang berbeda saat terjadinya bencana seperti ketika anak sedang sekolah dan Anda sedang bekerja. Maka dari itu, penting untuk keluarga Anda mendidik anak agar tanggap dalam menghadapi segala kemungkinan bencana.
Dilansir Healthy Children oleh kumparan (kumparan.com) , ada beberapa hal yang bisa Anda ajarkan pada anak untuk lebih tanggap saat menghadapi bencana. Berikut ulasannya:
ADVERTISEMENT
1. Buat Rencana Bencana Keluarga
Membuat perencanaan
Membuat perencanaan (Foto: Unsplash)
Anda dapat membuat Rencana Bencana Keluarga dengan mengambil beberapa langkah sederhana. Yang paling penting, semua anggota keluarga harus tahu bagaimana bereaksi dalam keadaan darurat --karena perlindungan terbaik adalah mengetahui langkah darurat yang harus dilakukan.
Bicarakan dengan anak Anda, tentang jenis bencana yang mungkin terjadi di wilayah Anda dan bagaimana cara menghadapi bencana itu.
Misalnya, saat terjadi gempa bumi dan jika anak sedang berada di luar rumah, pastikan mereka menjauh dari tiang listrik, tiang lampu, dan bangunan yang mungkin runtuh.
2. Ajari Anak Mengenali Sinyal Bahaya
Ilustrasi berbahaya
Ilustrasi berbahaya (Foto: Unsplash)
Pastikan anak Anda tahu apa dan seperti apa detektor asap, alarm kebakaran, dan sistem peringatan masyarakat lokal (sirine). Setelah itu, Anda juga harus memastikan anak tahu langkah apa yang harus dilakukannya.
ADVERTISEMENT
Jelaskan juga pada anak, bagaimana dan kapan harus meminta bantuan. Pastika mereka menyimpan nomor telepon darurat, di mana anggota keluarga bisa menemukan mereka.
3. Ajarkan untuk Tetap Tenang dan Tidak Panik
Tetap tenang
Tetap tenang (Foto: Unsplash)
Peran terpenting yang bisa dimainkan orang tua dalam situasi darurat adalah tetap tenang. Anak-anak dari segala umur dengan mudah mengikuti tingkah laku yang Anda lakukan. Jika Anda bersikap tenang, anak Anda juga akan tenang mengikuti tingkah laku Anda.
Para ahli sepakat bahwa Anda harus jujur terhadap anak Anda dengan menjelaskan apa yang sedang terjadi. Pastikan memberi mereka informasi yang jelas tentang bencana apa yang sedang dihadapi, dan minta anak agar tenang sekaligus mengikuti arahan yang diberikan oleh Anda.
ADVERTISEMENT
4. Menyusun Perlengkapan Bencana untuk Keluarga
Ilustrasi packing
Ilustrasi packing (Foto: Unsplash)
Kita memang tidak pernah tahu kapan bencana akan datang, tapi kita bisa mempersiapkan hal-hal yang perlu dibawa ketika bencana itu datang.
Salah satu bencana yang baru ini terjadi adalah gempa bumi berkekuatan 6,9 magnitudo yang menimpa Tasikmalaya. Sering kali saat gempa terjadi, gempa lain menyusul dan mengharuskan kita melakukan evakuasi ke tempat lebih aman.
Jika hal ini terjadi, pastikan Anda sudah mengajarkan anak untuk tahu barang apa saja yang perlu dibawa. Barang-barang tersebut harus mencakup kebutuhan primer, seperti makanan dan minuman, persediaan obat, pakaian secukupnya, uang tunai (secukupnya), telepon genggam beserta charger, senter, dan alat mandi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan