kumparan
23 September 2019 16:17

4 Jajanan yang Ternyata Tidak Sehat untuk Anak

Ilustrasi anak makan makanan tidak sehat. Foto: Thinkstock
Mengajak anak ke minimarket terkadang jadi momen mendebarkan bagi orang tua. Ya Moms, anak biasanya meminta jajanan yang belum tentu terjamin kesehatannya. Entah itu mengandung banyak gula, pengawet, penyedap rasa atau tidak memiliki gizi sama sekali
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, orang tua wajib cermat dalam memilihkan jajanan untuk anak. Dilansir Parents, banyak orang tua yang mengira 4 jajanan ini sehat untuk anak. Padahal kenyataannya, Anda harus berpikir ulang sebelum memberikan jajanan ini karena kurang baik untuk kesehatan si kecil, Moms.
1. Minuman Berenergi
Minuman berenergi sebenarnya dirancang untuk para atlet, misalnya saja para pemain sepak bola. Namun ketika anak-anak berkeringat setelah berolahraga, banyak orang tua percaya bahwa anak membutuhkannya untuk mengembalikan energi mereka. Dalam suatu survei yang dilakukan, lebih dari seperempat orang tua menilai minuman olahraga sehat untuk anak.
Padahal kenyatannya, minuman berenergi ini tidak cocok untuk sebagian besar anak-anak. Sebotol minuman berenergi mengandung 8 sendok teh gula tambahan dan berbagai zat pengawet dan pewarna buatan yang tidak baik untuk kesehatan anak. Jadi jika Anda ingin mengembalikan elektrolit yang hilang, sebaiknya berikan anak air putih dan makanan yang sehat saja.
Ilustrasi minuman berenergi. Foto: pixabay.
2. Keripik Rasa Buah
ADVERTISEMENT
Banyak makanan ringan yang dikatakan terbuat dari buah-buahan alami, misalnya saja seperti keripik buah. Keripik buah mungkin memang benar berasal dari buah asli. Meski begitu, beberapa produsen biasanya menambahkan glukosa dalam produk tersebut. Seringnya, komposisi gula yang ada dalam keripik rasa buah kemasan pun tak ditulis, sehingga kita pun tidak tahu berapa banyak gula yang ditambahkan ke produk tersebut.
Ilustrasi keripik buah. Foto: Shutterstock
3. Biskuit Berlapis Banyak Krim Cokelat
Anak biasanya menyukai biskuit dengan rasa manis. Apalagi jika biskuit itu berlapis krim cokelat yang sangat banyak. Padahal, biskuit dengan rasa manis berlebihan tidak baik untuk anak. Mengkonsumsi biskuit dengan banyak krim manis bisa menjadi sumber kalori dan gula berlebih pada tubuh anak.
ADVERTISEMENT
Daripada jajan biskuit berlapis krim manis, coba kenalkan si kecil pada biskuit gandum yang lebih sehat. Memang, tektur biskuit gandum umumnya lebih kasar, tapi ini karena biskuit gandum mengandung lebih banyak serat, mineral dan vitamin, mulai dari vitamin B1, B2, B6 dan B12.
Gandum utuh juga baik untuk pencernaan. Selain itu, Anda juga bisa membelikan crackers yang tergolong camilan sehat. Baca teliti labelnya dan pilih crackers yang mengandung kalsium tinggi atau sayuran. Umumnya crackers juga mengandung vitamin A untuk antibodi dan vitamin D untuk penyerapan kalsium.
Ilustrasi biskuit cokelat. Foto: pixabay
4. Jus Buah Kemasan
Anak-anak biasanya menyukai jus buah kemasan karena rasanya yang manis. Banyak orang tua menganggap jus buah dalam kemasan itu baik untuk anak karena mengandung komposisi buah alami. Namun sebenarnya, jus buah kemasan yang dijual di minimarket atau swalayan itu tak baik untuk kesehatan karena mengandung lebih banyak gula sintetis, bukan alami ya, Moms.
ADVERTISEMENT
Oleh sebab itu, Moms, lebih baik memberikan anak jus buah yang kita buat sendiri. Namun Anda harus membatasinya ya, Moms, sebab menurut American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk membatasi asupan jus buah untuk anak-anak yakni tidak lebih dari 100-170 ml untuk anak-anak usia 2-3 tahun dan tidak lebih dari 220-340 ml sehari untuk anak usia 4-5 tahun.
Ilustrasi anak minum jus buah kemasan Foto: Shutterstock
Rasa manis yang mudah dikonsumsi anak-anak akan membuatnya kehilangan nafsu makan bahkan bisa menyebabkan diare dan kenaikan berat badan. Oleh sebab itu, Moms, disarankan berikan buah yang dipotong-potong saja ketimbang harus di jus.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan