kumparan
21 Des 2018 11:40 WIB

4 Langkah Mudah untuk Pastikan Makanan Aman Dikonsumsi

Ilustrasi anak makan nugget tempe (Foto: shutterstock)
Makanan yang dikonsumsi sehari-hari merupakan salah satu penentu kesehatan keluarga. Sebab itu, proses pemilihan makanan sudah sepatutnya diperhatikan dengan baik, Moms.
ADVERTISEMENT
Tapi bahan pangan tak selalu menjadi faktor yang membuat makanan kita sehat dan aman. Masih ada faktor-faktor penunjang lainnya.
Dalam Media Gathering yang diadakan Danone - Nutricia Sarihusada, Dr. Juwalita Surapsari, Dokter Spesialis Gizi Klinis, berkata, "Keamanan pangan dimulai dari sejak memilih bahan makanan saat berbelanja, penyimpanan bahan makanan mentah, persiapan memasak, proses memasak hingga penyimpanan makanan yang sudah matang,"
Nah, berikut tips dari Dr. Lita untuk memastikan makanan yang Anda dan keluarga tercinta konsumsi selalu aman dan sehat.
Ilustrasi Belanja Bulanan (Foto: Pixabay/Storyblocks)
1. Dimulai saat Belanja
Saat belanja bulanan, pastikan Anda membeli bahan pangan yang tak cepat rusak dahulu, seperti beras, minyak, dan tepung. Selanjutnya, baru beli perishable foods, makanan yang dapat rusak, seperti daging, ayam, ikan, atau sayuran.
ADVERTISEMENT
Pastikan pula plastik pembungkus ikan, daging, atau ayam masih rapat dan tidak bolong. Itu untuk mencegah air dari ketiga panganan itu keluar dan mengontaminasi belanjaan yang lain.
Pilih sayuran yang segar, tidak berkerut, atau tidak berubah warna. Jika Anda ingin beli buah potong, pastikan ambil buah potong yang masih ada di dalam kulkas, agar kesegarannya masih terjaga.
Setelah belanja, usahakan segera pulang ke rumah ya. Itu karena bahan makanan yang bisa rusak seperti daging, ikan, dan ayam, hanya bagus bertahan sampai 2 jam saja di suhu ruangan. Lebih dari itu, sebaiknya cepat disimpan di dalam freezer.
Apel di Kulkas (Foto: Thinkstock)
2. Penyimpanan Bahan Pangan
Untuk menyimpan sayur dan buah, langsung taruh di kulkas tanpa dicuci lebih dulu, Moms. Sayuran atau buah yang dicuci dulu akan lebih cepat busuk sekalipun disimpan di kulkas.
ADVERTISEMENT
Pisahkan wadah untuk menyimpan sayuran dan buah, jangan jadikan satu. Semakin lama buah disimpan, buah akan semakin matang. Buah yang matang dapat mengeluarkan gas yang bisa membuat sayuran lebih cepat busuk.
Letakkan daging, ikan, dan ayam di freezer, Moms. Jika ingin dimasak, baru dicairkan.
Ilustrasi memotong bawang (Foto: Thinstock)
3. Persiapan Memasak
Sebelum memasak, mencuci tangan adalah keharusan agar Anda dapat memastikan makanan yang hendak diolah dalam kondisi bersih dan higienis. Jangan lupa, saat ingin memotong sayuran, buah, atau daging, usahakan menggunakan talenan dan pisau yang berbeda.
Menggunakan talenan yang berbeda-beda untuk setiap jenis makanan dapat mencegah terjadinya kontaminasi silang bakter dari makanan yang satu ke makanan yang lain. Jika hanya ada satu talenan, cuci dulu talenannya sebelum digunakan untuk memotong makanan yang lain.
ADVERTISEMENT
Jadi apapun bahan pangan yang ingin dipotong, pastikan dicuci bersih dulu sebelumnya. Jangan terbalik memotong dulu baru dicuci, Moms!
Cuci sayuran di air yang mengalir. Agar pestisida yang mungkin ada di sayuran bisa bersih total.
Idealnya, masak makanan sampai suhu 70 derajat celcius agar matang sempurna dan bakteri dalam makanan mati. Untuk mengira-ngira makanan sudah di suhu 70 derajat celcius atau belum, Anda bisa melihatnya dari warna dan tekstur masakan. Misalnya, ikan sudah berwarna keemasan, dan ketika ditusuk sedikit sudah matang sempurna setiap sisinya.
Ilustrasi anak membuka kulkas (Foto: Shutterstock)
4. Menyimpan Makanan Matang
Idealnya, makanan yang sudah matang harus segera dimakan. Jangan biarkan makanan disimpan di suhu ruangan sampai 2 jam lebih. Itu dapat membuat bakteri berkembang biak di dalam makanannya.
ADVERTISEMENT
Jadi tak cukup memastikan makanan bergizi, kebersihan makanan dari saat belanja sampai jadi pun juga harus diperhatikan.
Penulis: Nanda Saputri
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan