kumparan
28 April 2018 14:00

5 Cara Bijak Kritik Anak

Ilustrasi ibu dan anak
Ilustrasi ibu dan anak (Foto: Lidwina win hadi/kumparan)
“Kritik yang baik adalah tanda dukungan orang tua dan menjadi pengalaman belajar untuk anak” --Najelaa Shihab
ADVERTISEMENT
Menjadi orang tua memang gampang-gampang susah ya, Moms. Tugasnya bukan hanya memastikan anak tumbuh sehat dengan gizi seimbang, namun juga perlu memerhatikan pembentukan karakternya. Tak terkecuali, soal penyampaian kritik.
Alih-alih membentak, memarahi hingga menghukum anak, kritik bisa disampaikan dengan baik lho Moms. Najelaa Shihab dalam buku Keluarga Kita Mencintai dengan Lebih Baik mengemukakan 5 cara baik mengkritik anak. Apa saja? Yuk simak!
Sampaikan Detail Kesalahan
Ibu dan anak laki-lakinya
Ibu dan anak laki-lakinya (Foto: Thinkstock)
Jika anak melakukan kesalahan, sampaikanlah dengan detail dan spesifik letak kesalahannya. Setelah itu, jelaskan pula bagaimana seharusnya yang benar.
Gunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti anak. Lakukan dengan lemah lembut dan penuh kesabaran.
Dengar dan Terima Perasaan
Jangan keburu marah-marah, tanyakan dulu pada anak, dengarlah ia, dan pahamilah perasaannya ketika ia menjelaskan.
ADVERTISEMENT
Kemudian, bimbing anak untuk bertanggungjawab atas pekerjaannya. Anda pun bisa menawarkan bantuan dan menyelesaikannya bersama-sama. Intinya, jangan biarkan ia merasa sendiri, Moms.
Kata Positif
Anda bisa menggunakan kata “...seandainya” atau “Ibu berharap…” untuk menunjukkan ia pada perilaku positif yang bisa ia perbaiki atau lakukan di kemudian hari. Tak mengapa jika si kecil melakukan kesalahan sekarang, ia bisa memperbaikinya dan lebih baik ke depan.
Fokus Pada Perubahan
Ilustrasi Ibu dan Anak
Ilustrasi Ibu dan Anak (Foto: Thinkstock)
Jangan ungkit-ungkit kesalahan si kecil terus menerus dan mengabaikan usahanya melakukan perubahan Moms.
Misalnya, Anda lebih baik mengucapkan “Kita bisa cari dan pakai kotak sepatu bekas untuk menyimpan balok” dibandingkan mengucap “Kamu selalu menghilangkan pasangan balok”.
Berani Mengaku Salah
Bantulah anak Anda untuk berani memahami, jika kesalahan harus diakui bukan dihindari, bisa diperbaiki bukan menetap, dan berguna untuk belajar bukan merugikan.
ADVERTISEMENT
Misalnya, Anda bisa mengatakan “Mama dan Bude dulu juga sering berdebat pas mainan hilang. Terus, kami gambar kotak mainannya. Karena bagus, jadi senang merapikan, sekarang masih ada lho mainannya.”
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan