Mom
·
2 Desember 2020 17:43

5 Hal yang Terjadi pada Otak Suami Setelah Jadi Ayah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
5 Hal yang Terjadi pada Otak Suami Setelah Jadi Ayah (27629)
Ilustrasi ayah bersama bayi. Foto: Shutter Stock
Kehadiran seorang anak di tengah keluarga kecil Anda, tentu saja tidak hanya membawa kebahagiaan untuk Anda, tetapi juga suami Anda yang kini menyandang status baru sebagai ayah. Sama halnya seperti Anda, suami juga pasti bahagia dengan gelar barunya itu, Moms.
ADVERTISEMENT
Khusus bagi para ayah, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Maryland, di Baltimore, AS, ayah yang turut terlibat dalam pengasuhan berdampak pada si kecil akan cenderung belajar lebih baik, punya harga diri yang tinggi dan jauh dari risiko depresi.
Tak hanya itu, memiliki anak juga berdampak baik bagi kesehatan tubuh suami Anda. Ya, ada banyak perubahan di dalam otaknya. Nah beritahu suami Anda, Moms, berikut adalah beberapa perubahan yang terjadi pada otaknya setelah memiliki anak, seperti dilansir Livescience.

5 Fakta Menarik Perubahan yang Terjadi pada Otak Ayah

1. Otak Ayah Terlihat Seperti Otak Ibu
5 Hal yang Terjadi pada Otak Suami Setelah Jadi Ayah (27630)
ayah dan bayi baru lahir Foto: Shutterstock
Siapa bilang perubahan pada fungsi otak hanya terjadi pada ibu setelah punya anak? Nyatanya otak ayah juga berubah lho. Merawat bayi akan mengubah otak ayah, yaitu adanya pola keterlibatan kognitif dan emosional yang sama seperti yang terlihat pada ibu.
ADVERTISEMENT
Sebuah studi meneliti ibu yang merupakan pengasuh utama anak-anak mereka, dan ayah yang membantu pengasuhan anak. Hasilnya, terlihat ada aktivasi jaringan otak yang terkait dengan pemrosesan emosi dan pemahaman sosial, menurut temuan yang diterbitkan 27 Mei di Proceedings of the National Academy of Sciences.
Secara khusus, ayah yang merupakan pengasuh utama anak-anak mereka menunjukkan jenis aktivitas dalam pemrosesan emosional yang sebagian besar terlihat pada ibu pengasuh utama. Hasilnya menunjukkan bahwa ada jaringan otak 'pengasuhan' yang umum bagi kedua jenis kelamin.
2. Ayah Mengalami Perubahan Hormonal
Kehamilan, persalinan dan menyusui semuanya menyebabkan perubahan hormon pada ibu. Namun, peneliti menemukan bahwa pria juga mengalami perubahan hormon saat menjadi ayah, Moms. Studi pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa ayah baru mengalami peningkatan hormon estrogen, oksitosin, prolaktin dan glukokortikoid, menurut tinjauan terbaru studi oleh psikolog Elizabeth Gould dan rekan dari Universitas Princeton, AS.
ADVERTISEMENT
Kontak dengan ibu dan anak tampaknya menyebabkan perubahan hormonal pada ayah. Pada manusia, ayah yang menunjukkan lebih banyak kasih sayang kepada anak-anak mereka juga cenderung memiliki tingkat oksitosin yang lebih tinggi, kata para peneliti.
Efek menjadi ayah pada kadar testosteron kurang jelas. Ayah menunjukkan penurunan testosteron, yang menurut para peneliti mungkin berhasil membuat para ayah kurang agresif dan mendekatkan mereka dengan anak-anak mereka.
"Namun demikian, kontak bayi itu sendiri tampaknya memodulasi sistem endokrin dan mengaktifkan sirkuit saraf pada ayah dengan cara yang sangat mirip dengan ibu," tulis para peneliti.
3. Peningkatan Oksitosin
5 Hal yang Terjadi pada Otak Suami Setelah Jadi Ayah (27631)
Ilustrasi ayah bersama bayi. Foto: Shutter Stock
Peningkatan kadar oksitosin membuat para ayah punya kepekaan dalam mengasuh anak. Dalam sebuah penelitian terbaru, para peneliti menemukan bahwa ayah yang aktif berkegiatan bersama anak akan membuat hormon kebahagiaan meningkat.
ADVERTISEMENT
4. Terdapat Neuron Baru pada Otak Ayah
Kelahiran seorang anak tampaknya mendorong perkembangan neuron baru di otak ayah. Para peneliti mengatakan bahwa neuron-neuron baru ini dapat berkembang sebagai tanggapan atas apa yang oleh para ilmuwan disebut kekayaan lingkungan, yaitu dimensi baru yang dibawa seorang anak ke dalam kehidupan seorang ayah.
5. Ayah Lebih Peka pada Anak
5 Hal yang Terjadi pada Otak Suami Setelah Jadi Ayah (27632)
ilustrasi ayah dan bayi baru lahir Foto: shutterstock
Meskipun secara umum dianggap bahwa "naluri keibuan" membuat ibu sangat pandai membedakan tangisan bayi mereka, sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa, kenyataannya, ayah pun punya 'naluri' tersebut.
Jadi peneliti meminta 27 ayah dan 29 ibu untuk menebak tangisan bayi mereka, dari tangisan lima bayi. Rata-rata, orang tua dapat mendeteksi tangisan bayi mereka sekitar 90 persen, dan pria sama baiknya dengan wanita.
ADVERTISEMENT
Nah Moms, yuk, beri tahu informasi ini ke suami Anda.