5 Penyebab yang Bisa Buat Kulit Bayi Iritasi

13 Januari 2022 15:16 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kulit bayi iritasi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kulit bayi iritasi. Foto: Shutterstock
Dibandingkan orang dewasa, kulit bayi jauh lebih sensitif dan rentan mengalami iritasi. Ditambah sistem kekebalan tubuh si kecil juga belum berkembang secara sempurna, sehingga reaksi alergi dan iritasi lebih cepat terjadi.
Kondisi seperti ruam kemerahan yang menyebabkan gatal hingga kulit kering dan bersisik pun jadi masalah yang kerap dijumpai orang tua. Meski kondisi ini umum dialami bayi, namun bisa saja orang tua panik karena anak jadi rewel saat kulitnya iritasi.
Ya Moms, selain memberikan obat, orang tua bisa melakukan pencegahan dengan mencari tahu penyebab kulit anak terkena iritasi. Nah, agar bisa memberikan perawatan yang tepat, yuk ketahui beberapa penyebab yang membuat kulit bayi rentan terkena iritasi seperti di bawah ini.

1. Sembarang memilih bahan pakaian bayi

Pilih pakaian bayi yang lentur dan mudah menyerap keringat. Foto: Shutterstock
Jangan hanya melihat modelnya yang menggemaskan, saat membeli pakaian bayi, orang tua juga harus memperhatikan bahan yang digunakan. Untuk bayi di bawah satu tahun, hindari membelikan pakaian dari bahan sintetis yang sulit menyerap keringat. Sebaliknya, bayi perlu baju yang terbuat dari bahan katun atau kaus yang lentur dan mudah menyerap keringat.
Hindari juga pakaian yang terlalu ketat dan banyak aksesoris. Sebab gesekan bahan pakaian atau pernak-pernik tersebut bisa menjadi penyebab timbulnya iritasi hingga lecet di kulit bayi yang lembut.

2. Penggunaan popok yang terlalu lama

Popok bayi setidaknya harus diganti setiap 2-3 jam sekali. Foto: Shutterstock
Popok bayi harus berbahan lembut dan pas dengan ukuran si kecil agar ia tetap nyaman selama memakainya. Tapi bukan itu saja, Anda juga harus memperhatikan durasi pemakaiannya agar tidak bocor dan menyebabkan ruam di kulit bayi.
Khusus bayi yang baru lahir, popok bayi setidaknya harus diganti setiap 2-3 jam sekali. Sebab ia hanya bisa menerima ASI atau susu formula saja sehingga intensitas buang air kecilnya sangat tinggi.
Bila sudah penuh, jangan dibiarkan terlalu lama, Moms. Hal itu bisa membuat kulit di sekitar paha dan kemaluan bayi lembab karena sulit bernapas. Kotoran yang menumpuk juga dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab iritasi.

3. Adanya riwayat alergi

Riwayat alergi keturunan dari orang tua bisa meningkatkan risiko iritasi pada kulit bayi. Foto: Shutterstock
Tidak hanya faktor luar, faktor dari dalam pun dapat mempengaruhi seringnya anak terkena iritasi, salah satunya riwayat alergi keturunan dari orang tua. Mulai dari alergi makanan, alergi yang menyerang saluran pernapasan, hingga alergi pada kulit seperti dermatitis atopik.
Dilansir jurnal US National Library of Medicine, jika salah satu orang tua menderita alergi, persentase risiko anak untuk menderita alergi mencapai 30-50 persen. Sedangkan bila kedua orang tua memiliki alergi, persentasenya naik mencapai 50-80 persen, Moms.
Masih di jurnal yang sama, risiko anak tetap bisa terkena alergi meski orang tua tidak memiliki riwayat alergi, bahkan mencapai 12 persen. Hal ini bisa dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan, kualitas udara, hingga pola makan.

4. Cara memandikan bayi yang kurang tepat

Suhu air yang terlalu panas hingga salah memilih produk mandi bisa menyebabkan kulit bayi kering dan iritasi. Foto: Shutterstock
Mulai dari suhu air hingga produk mandi yang digunakan harus benar-benar diperhatikan agar tetap aman bagi kulit si kecil. Dilansir laman Mayo Clinic, suhu yang pas untuk memandikan bayi adalah sekitar 38 derajat Celsius, dan tidak boleh melebihi 48 derajat celsius untuk mencegah anak kepanasan yang mengakibatkan kulit melepuh.
Orang tua juga perlu memperhatikan produk yang digunakan saat memandikan si kecil, baik sabun hingga shampoo. Pastikan produk mandi yang digunakan tidak mengandung bahan kimiawi keras seperti paraben yang bisa memperparah alergi, deterjen yang menghasilkan busa, hingga alkohol dan sulfat yang dapat menghilangkan minyak alami di kulit bayi.
Sebaliknya, pilih produk yang mengandung bahan alami yang dapat membantu melembutkan sekaligus menenangkan kulit bayi. Seperti minyak almond, minyak zaitun, hingga susu.

5. Sembarang memilih produk perawatan bayi

Pencegahan kulit iritasi bisa dilakukan dengan memilih produk perawatan yang tepat untuk bayi. Foto: Shutterstock
Selain memilih produk mandi dengan saksama, pencegahan juga bisa dilakukan dengan memilih produk perawatan yang tepat untuk bayi, termasuk memilih bedaknya. Ya, bedak bayi kerap digunakan orang tua agar si kecil senantiasa segar seharian.
Seperti MY BABY Powder Telon Plus, bedak bayi yang telah teruji klinis sehingga aman digunakan pada kulit bayi. Bukan bedak bayi biasa, seperti namanya, MY BABY Powder Telon Plus merupakan kombinasi bedak dengan citronella scent dan telon oil yang mampu menenangkan si kecil sekaligus menjaga kelembutan kulitnya.
Kandungan chamomile pada MY BABY Powder Telon Plus juga dapat membantu melindungi kulit bayi dari iritasi ringan. Formula yang sangat ringan khusus untuk kulit bayi yang masih lembut dan sensitif membuatnya aman digunakan sehari-hari.
MY BABY Powder Telon Plus, kombinasi bedak dengan citronella scent dan telon oil yang mampu menenangkan si kecil sekaligus menjaga kelembutan kulitnya. Foto: Shutterstock
Orang tua juga tidak perlu khawatir soal keamanannya. MY BABY Powder Telon Plus telah teruji klinis tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi oleh laboratorium terakreditasi dan tersertifikasi halal MUI.
Nah, Moms, jadi tidak perlu khawatir lagi si kecil terkena iritasi. Anda bisa melakukan pencegahan dengan cara-cara di atas, dan lindungi kelembutan kulitnya bersama MY BABY Powder Telon Plus.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan MY BABY