kumparan
4 April 2018 17:08

5 Tindakan yang Tidak Boleh Dilakukan di Depan Anak

Ilustrasi orang tua (Foto: Thinkstock)
Kerapkali orang tua sudah merasa mengenal dan mengetahui yang terbaik bagi anak-anaknya. Terkadang, kita tidak terlalu memedulikan cara kita bersikap di depan anak, meskipun tampaknya sepele. Padahal, hal itu justru bisa membuat anak bisa mencontoh kebiasaan yang kita lakukan setiap hari.
ADVERTISEMENT
Padahal, orang tua merupakan role model pertama buat anak. Jadi, wajar saja jika anak cenderung mempelajari cara bersikap dan berperilaku dari orang tua. Dilansir kumparanMOM (kumparan.com) dari Boldsky, berikut beberapa perilaku orang tua yang sebaiknya diubah, agar tidak menjadi pengaruh buruk bagi anak:
1. Sering Bermain Gadget
Bermain gadget (Foto: Thinkstock)
Seiring berkembangnya zaman, maka teknologi juga semakin melekat dengan kita. Terutama Anda yang bekerja, gadget mungkin menjadi barang pertama yang selalu Anda pegang dan ingat saat bepergian maupun saat sedang bersantai di rumah.
Anak akan melihat apa yang dilakukan orang tuanya, dan mereka juga akan mengikuti jejak buruk tersebut. Padahal seperti yang Anda tahu, terlalu sering bermain gadget bisa berdampak buruk bagi studi, kesehatan mata, dan hubungan sosial anak dengan sekitar.
ADVERTISEMENT
Namun bukannya mengharamkan keberadaan gadget, Moms. Batasi penggunaan gadget pada anak, misalnya hanya satu jam saja. Begitupun dengan Anda, selesaikanlah pekerjaan Anda di kantor dan tidak membawanya ke rumah untuk meminimalisir penggunaan gadget.
2. Mengkritik
Ilustrasi orang tua mengkritik anak (Foto: Thinkstock)
Sering kali suami Anda mengkritik pekerjaan anak buahnya di depan anak. Belum lagi bila ia menggunakan kata-kata kasar. Ini bukanlah tindakan yang bagus untuk dilakukan, Moms. Jika suami Anda ingin memberikan masukan pada anak buahnya, biarkan ia melakukannya di dalam kamar atau di dalam mobil.
Selain itu terlalu mengkritik diri sendiri di depan anak juga tidak baik. Hal ini berisiko mengembangkan standar gaya hidup yang tidak pernah puas, alhasil bisa menyebabkan masalah fisiologis lainnya, seperti depresi (karena merasa tidak sempurna) dan gangguan makan.
ADVERTISEMENT
3. Merokok dan Minum Alkohol
Alkohol (Foto: Thinkstock)
Dua perilaku ini buruk dilakukan, terutama di depan anak-anak. Ketika anak melihat Anda dan suami merokok atau minum alkohol, anak akan merasa bahwa hal tersebut baik dan boleh untuk dilakukan. Dan tidak heran jika mereka mulai memiliki kebiasaan merokok sejak usia dini. Saat Anda berusaha melarangnya, mungkin tidak akan ampuh. Alasannya karena anak bisa menyerang balik Anda, "Ah, Ibu saja merokok, masa aku tidak boleh?"
4. Suka Membandingkan
Anak menangis saat bermain. (Foto: Thinkstock)
Jangan membandingkan nilai anak di sekolah dengan nilai teman-temannya, membandingkan ada prakarya anak lain yang lebih bagus, dan sebagainya. Hal ini tidaklah menyenangkan buat anak, Moms. Justru akan membuat mereka terpukul, bila si kecil berada pada posisi inferior.
ADVERTISEMENT
Imbasnya, anak mungkin akan melakukan cara apa saja untuk berhasil mengalahkan nilai teman-temannya. Sebaliknya, saat anak berada pada posisi superior atau yang menang saat dibandingkan, maka dapat meningkatkan risiko anak menjadi angkuh.
5. Berperilaku Kasar
Ilustrasi perlakuan kasar (Foto: Thinkstock)
Memukul anak bisa membuat mereka jadi takut dan trauma pada Anda. Belajarlah untuk mengontrol emosi Anda, agar anak tidak tumbuh menjadi anak yang kasar maupun lemah secara emosional. Ini bisa berpotensi menjadikannya target bully di sekolah dan kerusakan mental.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan