kumparan
9 Mei 2018 11:09

6 Cara Seimbangkan Karier dan Keluarga untuk Ibu Bekerja

com-Bekerja Menyita Waktu Bermain Dengan Anak (Foto: Thinkstock)
Anda sedang dipromosikan untuk naik jabatan, tak ayal kesibukan dan beban tugas pun datang silih berganti dan semakin bertambah saja, sebagai seorang ibu bekerja. Waktu Anda berada di tengah-tengah keluarga pun jadi terasa kian terbatas.
ADVERTISEMENT
Memilih menjadi ibu bekerja memang punya konsekuensi tersendiri. Di saat kerja keras untuk aktualisasi diri dan membantu pendapatan suami yang ditujukan untuk keluarga pula, peran ibu untuk keluarga juga punya tanggungjawab yang tak bisa lantas ditinggalkan.
Punya hidup seimbang antara keluara dan karir adalah harapannya pasti ibu bekerja. Yakin saja, Anda pasti bisa. Lalu, bagaimana caranya?
Dikutip dari Parents, kumparanMOM (kumparan.com) merangkum kiat yang bisa Anda lakukan agar pekerjaan dan keluarga tetap bisa seimbang dan berjalan lancar, apa saja?
Negosiasi soal kerja
Ilustrasi Ibu Bekerja (Foto: Pexels)
Komunikasikan dengan atasan atau rekan di tempat Anda bekerja, terkait pembagian hingga kebijakan kerja. Termasuk soal jam kerja, pekerjaan yang menjadi tanggungjawab Anda, hingga cuti dan tunjangan.
Negosiasikan sebaik mungkin agar Anda bisa tetap seimbang menjalani hidup di tengah keluarga. Saat waktu libur atau mengambil waktu cuti, pastikan Anda tidak membawa pekerjaan ke rumah.
ADVERTISEMENT
Pilih daycare bekualitas
Jika memang diperlukan untuk menitipkan anak, selagi Anda bekerja maka carilah daycare yang paling pas bagi anak, Moms. Mulai dari kualitas tempat penitipan, pengasuh, jadwal waktu, lokasi, harga, hingga kurikulum yang sesuai dengan nilai-nilai keluarga Anda.
Karena ini akan berpengaruh pada tumbuh kembang si kecil kelak, maka tak masalah bila memang perlu mengalokasikan dana lebih, terlebih bila memang Anda sudah cocok dengan pilihan daycare tersebut. Hitung-hitung, pembayarannya kan dari hasil jerih payah Anda yang memang untuk keluarga.
Meski begitu, tanggungjawab mengasuh dan merawat anak adalah tetap tanggungjawab Anda dan suami ya Moms. Jadi, manfaatkan waktu sebaik-baiknya di luar aktivitas kerja Anda bersama si kecil.
Buat pagi tanpa drama
Suami istri membersihkan rumah bersama. (Foto: Thinkstock)
Agar pagi Anda bisa berjalan lancar tanpa drama, maka Anda perlu pengorganisasian yang baik. Buatlah daftar agenda dan siapkan segala perlengkapan pada malam hari, hingga kolaborasi dengan anggota keluarga lainnya.
ADVERTISEMENT
Keluarga aman, pekerjaan pun terkendali!
Memanfaatkan benefit perusahaan
Anda telah memilih untuk bekerja, maka risikonya Anda tidak bisa meluangkan seluruh waktu hanya untuk keluarga. Namun, bukan berarti Anda terus meratap hingga stres sendiri.
Jangan merasa terus bersalah, Moms. Susunlah prioritas dan carilah peluang dari keduanya yang bisa saling mendukung satu sama lain. Artinya lelahnya Anda bekerja, toh memang diperuntukkan buat keluarga kok!
Misalnya, Anda bisa memanfaatkan jatah benefit perusahaan dengan optimal dan efisien bagi anggota keluarga. Misalnya, bisa menyekolahkan anak di sekolah yang baik reputasinya tapi Anda tidak perlu membayar full, karena Anda bekerja di sekolah itu.
Kalender agenda
Ilustrasi kalender (Foto: Dok. Thinkstock)
Jangan sampai momen-momen penting Anda bersama keluarga atau jadwal kegiatan kerja terlewat atau bertabrakan Moms. Maka, rancanglah kalender kegiatan keduanya jauh-jauh hari. Anda bisa memperbaharuinya secara rutin seminggu sekali.
ADVERTISEMENT
Selain untuk mengefektifkan waktu, menyusun kalender agenda juga bisa berguna agar Anda mempunyai persiapan untuk menjalani kegiatan yang lebih berkualitas.
Tetap terhubung
Anda bisa mengatur waktu-waktu spesial bersama keluarga, seperti ketika sarapan bersama, makan malam, atau family time di tengah-tengah rutinitas kerja.
Ketika anak sedang berada di rumah sementara Anda bertugas, Anda juga bisa sekadar menelepon menanyakan aktivitasnya atau melakukan video call.
Tak ada salahnya juga, Anda memajang foto-foto keluarga di meja kerja. Intinya, tetaplah terhubung dengan mereka.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan