Kumparan Logo

7 Produk Yang Bisa Sebabkan Iritasi Kulit Bayi

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi produk-produk bayi Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi produk-produk bayi Foto: Shutterstock

Siapa yang tak suka menyentuh kulit bayi? Kulit bayi umumnya halus, lembut dan kenyal hingga sering disebut sebagai kulit terindah di dunia. Tidak heran kalau orang tua berlomba-lomba menjaganya antara lain dengan menggunakan berbagai produk perawatan kulit bayi.

Namun jangan terlena ya, Moms. Meski tampak indah, kulit bayi sebenarnya rapuh dan sensitif dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Tingkat keasaman atau pH kulit bayi juga masih netral dan jaringan kulitnya belum berkembang secara sempurna. Inilah yang membuat kulit bayi belum berfungsi maksimal untuk melindungi kulit dari bakteri. Akibatnya, kulit bayi rawan terhadap ruam, eksim, dan iritasi.

kumparan post embed

Karena itu, bersikap bijaklah dalam memilih produk perawatan untuk kulit bayi. Di pasaran banyak produk yang ditawarkan untuk bayi namun belum tentu sesuai untuk kulit bayi.

Apa saja misalnya produk yang perlu Anda waspadai?

Mengutip laman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis dan Kelamin (Perdoski), berikut 7 di antaranya:

7 Produk yang Dapat Sebabkan Iritasi pada Kulit Bayi

Produk yang Dapat Sebabkan Iritasi pada Kulit Bayi Foto: Shutterstock

1. Sabun mandi

Saat memilih sabun mandi untuk bayi, cek apakah ada kandungan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) atau Sodium Laureth Sulfate (SLES) sebagai bahan pembersih kulit dan yang membuat sabun berbusa. Kedua bahan ini dapat mengakibatkan ruam kemerahan / iritasi pada kulit bayi. Sebaiknya pilih sabun yang NON SLS/ SLES.

kumparan post embed

Selain itu perlu Anda periksa apakah sabun yang hendak dibeli ada kandungan formaldehyde-nya. Zat ini merupakan salah satu zat pengawet yang bisa membuat kulit, mata, bahkan paru-paru anak terkena iritasi.

2. Sabun antibakteri

Ilustrasi Sabun Bayi. Foto: Shutter Stock

Sabun antibakteri juga perlu Anda waspadai. Sebab, beberapa bahan tertentu, seperti triclosan, dapat menyebabkan iritasi, terutama bagi bayi yang memiliki kulit sensitif.

Sabun antibakteri juga cenderung membuat kulit menjadi kering, sehingga mudah terjadi iritasi/alergi. Oleh karena itu sebaiknya sabun seperti ini hanya digunakan bila memang diperlukan, misalnya infeksi kulit.

3. Sampo dan kondisioner

com-Ilustrasi memandikan bayi. Foto: Shutterstock

Biasakanlah membaca label sampo dan kondisioner yang hendak Anda beli untuk bayi, Moms. Pasalnya, beberapa ahli mencurigai beberapa zat seperti phthalates, formaldehyde, dan 1,4 dioxane tidak cocok untuk anak-anak apalagi bayi yang memiliki kulit sensitif.

kumparan post embed

Sebaiknya, pilih produk sampo dan kondisioner untuk bayi yang terbuat dari bahan-bahan alami dan bebas pewangi. Jangan lupa, baca tanggal kadaluwarsanya. Produk yang sudah kadaluwarsa juga penyebab datangnya alergi atau iritasi.

4. Losion dan krim

Ilustrasi krim popok bayi. Foto: Shutter Stock

Losion bertujuan untuk membuat kulit menjadi lebih lembab dan halus. Penggunaan losion untuk bayi juga dianjurkan oleh dokter. Namun bukan sembarang losion, lho!

Losion yang ditambahkan pewangi bisa menyebabkan ruam, apalagi bayi yang sudah punya masalah dengan alergi atau eksim.

kumparan post embed

Hal ini berlaku juga dengan krim. Yang membedakan antara losion dan krim hanyalah kandungan airnya, losion lebih banyak mengandung air, itu sebabnya losion bertekstur lebih ringan dan encer. Untuk bahan dasarnya, umumnya keduanya sama.

Awasi juga pemakaian losion anti nyamuk atau serangga ya, Moms.

5. Sunscreen atau tabir surya

Pakaian dan topi dapat menjaga kulit bayi dari paparan matahari Foto: Shutterstock

Menggunakan sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari memang baik, namun ada beberapa kandungan dari sunscreen yang bisa membuat kulit bayi iritasi. Misalnya, PABA (Para AminoBenzoic Acid).

Agar aman bagi kulit bayi, pilih sunscreen yang bebas PABA. Pilih sunscreen yang mengandung Titanium Dioxide atau Zinc Oxide untuk bayi.

Sulit menemukannya?

kumparan post embed

Tidak usah repot, untuk bayi yang usianya masih dibawah 6 bulan, gunakan saja baju lengan panjang, celana panjang, topi dan hindari paparan matahari langsung.

Bila bayi Anda sudah berusia di atas 6 bulan, Anda bisa memilih sunscreen yang bersifat broad spectrum atau mengandung SPF dan PA agar bisa melindungi kulit dari paparan UVA dan UVB. Pilih yang memiliki PA++ atau minimum SPF 30.

6.Tisu Basah atau Baby wipes

Ilustrasi menyeka bayi dengan tisu basah Foto: Shutterstock

Baby wipes atau tisu basah khusus bayi mungkin jadi salah satu benda yang selalu ada di tas Anda ya, Moms? Wajar saja, produk ini praktis dan banyak gunanya. Tapi Anda tetap perlu berhati-hati dengan kandungan di dalamnya.

Jangan gunakan baby wipes yang mengandung alkohol dan pewangi terutama untuk bayi karena bisa menyebabkan munculnya reaksi alergi atau bahkan iritasi.

kumparan post embed

Sebagai alternatif, gunakanlah handuk kecil lembut yang dibasahi air untuk membersihkan si kecil. Tapi ingat, pastikan simpan handuk basah di dalam kotak kedap udara agar terjaga kebersihannya.

7. Deterjen dan pelembut pakaian

Ilustrasi mencuci baju bayi. Foto: Shutterstock

Deterjen yang bisa menghasilkan banyak busa, wanngi dan bisa membuat pakaian lembut? Siapa yang tidak suka. Tapi ternyata produk seperti inilah yang mengandung banyak unsur kimia yang memicu reaksi alergi pada kulit anak.

kumparan post embed

Lebih baik, pilih deterjen cair yang rendah busa, dibandingkan deterjen bubuk untuk meminimalisir tertinggalnya residu yang tertinggal pada pakaian. Deterjen dengan soda api paling rendah dan bebas parfum juga perlu jadi pilihan Anda agar bayi terhindar dari reaksi gatal atau alergi yang ditandai munculnya ruam.

Hindari juga mmenggunakan pelembut pakaian atau deterjen 2in1. Sebab pelembut pakaian biasanya mengandung pewangi seperti Limonene dan Benzyl acetate, pencetus iritasi pada kulit, mata, hidung, dan tenggorokan.