kumparan
11 Januari 2018 11:40

7 Tips Pilih PAUD yang Tepat untuk Anak

Ilustrasi PAUD. (Foto: Thinkstock)
Memasukkan balita ke PAUD menjadi pilihan sebagian orang tua untuk menyiapkan anak sebelum memasuki Sekolah Dasar.Tapi tentu saja, memilih PAUD tidak boleh sembarangan agar yang terpilih adalah PAUD yang aman dan nyaman bagi anak. Karena itu, sebelum Anda memutuskan, ada baiknya simak 7 tips pilih PAUD berikut ini:
ADVERTISEMENT
1. Lakukan Riset Terlebih Dahulu
Riset PAUD. (Foto: Unsplash)
Jangan terburu-buru memilih. Luangkan waktu untuk mencari tahu tentang PAUD yang Anda jadikan ‘nominasi’. Saat ini sudah banyak PAUD yang memiliki blog, situs daring atau media sosial untuk mempromosikan sekolah mereka. Coba kunjungi dulu bila Anda belum sempat datang langsung mencari informasi ke lokasinya. Ada juga berbagai forum tempat para orang tua saling berbagi cerita tentang sekolah yang bisa Anda manfaatkan. Anda pun dapat berbincang secara daring dengan orang tua yang sudah menyekolahkan anak mereka di sana. Ingat Moms, menjalani proses ini memungkinkan memakan waktu berminggu-minggu. Jadi, harap bersabar!
2. Pastikan Memiilih PAUD yang memiliki Izin
Ilustrasi surat kontrak (Foto: Pixabay)
Pilih PAUD yang memiliki izin usaha baik dari pemerintah ataupun swasta. Hal ini sangat penting demi keamanan Anak. Karena banyak sekali PAUD yang belum memiliki badan hukum sehingga jika terjadi yang tidak diinginkan dengan Anak, Anda akan sangat sulit memprosesnya. Sebagai informasi, saat ini di Jakarta khususnya ada sekitar 2.500 PAUD yang tidak terdata dan memiliki izin. Hati-hati ya, Moms!
ADVERTISEMENT
3. Memiliki Kurikulum dan Metode Pengajaran yang Sesuai Usia Anak
Anak beraktivitas di daycare. (Foto: Thinkstock)
Sebagian orang tua setuju bahwa kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) perlu diajarkan di PAUD, sementara sebagian orang tua tidak. Masing-masing memiliki latar belakang dan alasan tersendiri. Maka dari itu,pilihlah sekolah yang seuai dengan kampuan dan minat anak. Karena PAUD yang baik adalah yang dapat memahami tumbuh kembang anak di setiap usianya dan menghargai bahwa setiap anak unik sehingga memiliki kecerdasan masing-masing.
4. Rasio Anak Dalam Setiap Kelas
Sekolah Dasar (Foto: Thinstock)
Cari tahu rasio anak didik dan pengajar pada PAUD yang Anda akan tuju. Semakin sedikit jumlah anak yang perlu ditangani oleh tiap guru, memungkinkan anak Anda mendapat perhatian yang lebih baik.
5. Memiliki Pengajar yang Berkualitas
Ilustrasi guru di sekolah (Foto: geralt)
Pilih PAUD yang memang dapat mengajar anak menawarkan pendampingan anak dengan maksimal. Amati bagaimana para pengajar di sana berinteraksi dengan anak-anak yang didiknya. Apakah tampak cukup ramah dan santun saat berbicara dengan anak, mau menghargai dan mendengarkan pendapat anak, tampak atentif atau apakah tampak berjarak? Lihat juga bagaimana reaksi anak-anak yang telah bersekolah di sana. Apakah mereka tampak bahagia, sehat dan nyaman? Dekat dan akrabkah mereka dengan guru-gurunya?
ADVERTISEMENT
6. Fasilitas Belajar dan Bermain
Ilustrasi PAUD. (Foto: Thinkstock)
Pastikan kecukupan alat serta sarana bermain dan belajar untuk anak. Alat-alat penunjang belajar berperan penting sebagai sarana eksplorasi anak. Area bermain yang aman dan sesuai untuk balita, ruang kelas dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik, bangunan yang cukup untuk menampung jumlah murid, hingga toilet yang bersih. Cermati juga apakah PAUD tersebut dapat mendukung kegiatan yang disukai anak Anda, seperti menari atau melukis, misalnya.
7. Lokasi PAUD
Ilustrasi sekolah. (Foto: Pixabay)
Pilih lokasi PAUD yang terdekat dari rumah atau kantor Anda untuk memudahkan Anda mengantar dan menjemputnya atau untuk memeriksa kondisi anak bila perlu. Lokasi PAUD yang jauh dari rumah dapat membuat anak stres dan bosan selama dalam perjalanan menuju lokasi PAUD-nya. Hal ini tentu berpengaruh pada mood anak untuk mengikuti kegiatan di sana. Catatan lain terkait lokasi yang mungkin ingin Anda masukkan dalam pertimbangan adalah apakah lokasi PAUD cukup aman bagi anak. Misalnya apakah lokasi PAUD terlalu dekat dengan jalan raya yang ramai dan dilalui banyak kendaraan tapi tidak berpagar? Apakah cukup dekat dengan klinik atau rumah sakit bila ada kondisi darurat? Apakah dekat dengan pasar atau warung yang menjual jajajan tidak sehat? Dan sebagainya yang dapat disesuikan dengan nilai-nilai keluarga Anda dalam mendidik anak.
ADVERTISEMENT
Nah, bagaimana, Moms? Apakah Anda punya pertimbangan lain yang belum disebutkan di sini dalam memilih PAUD untuk anak? Silakan ceritakan di kolom komentar, ya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan