kumparan
22 Februari 2018 17:51

8 Fakta Seputar Seks Setelah Punya Anak

Seks setelah punya anak
Seks setelah punya anak (Foto: Pexels)
Berhubungan seks untuk pertama kalinya setelah melahirkan bisa jadi menakutkan untuk banyak orang. Bayangkan saja, ada seorang manusia yang baru saja keluar melalui vagina Anda!
ADVERTISEMENT
Tidak heran kalau tidak sedikit ibu baru yang cemas kalau setelah melahirkan hubungan seks akan menyakitkan. Belum lagi setelah melahirkan Anda mungkin merasakan perih atau nyeri lainnya di bawah sana. Duduk saja tidak nyaman, apalagi untuk bercinta?
Ilustrasi berhubungan intim (seks)
Ilustrasi berhubungan intim (seks). (Foto: Pixabay)
Berita bagusnya, hal ini tidak akan terjadi selamanya kok, Moms. Anda bisa memiliki kehidupan seksual yang menyenangkan dan memuaskan lagi.
Beberapa fakta yang dikumpulkan kumparanMom (kumparan.com) dari Fit Pregnancy ini juga dapat meyakinkan Anda:
FAKTA #1: Awalnya, tidak akan terasa nyaman
Meski Anda melahirkan dengan operasi caesar misalnya, hormon pascamelahirkan dapat menyebabkan masalah atau rasa tidak nyaman di area kelamin Anda.
"Asumsinya memang Anda mungkin merasa sakit akibat trauma persalinan pada kelamin. Tapi selain itu, rendahnya kadar estrogen pascabersalin akan mempengaruhi elastisitas jaringan vagina," kata Rebecca Booth, MD, seorang Louisville, Kentucky, ginekolog dan penulis The Venus Week.
ADVERTISEMENT
Tingkat estrogen turun tepat setelah melahirkan dan tetap rendah saat menyusui. "Penurunan estrogen dikombinasikan dengan tingkat prolaktin dan oksitosin yang tinggi pada wanita yang baru saja melahirkan mirip dengan ciri wanita yang mengalami menopause," kata dr. Booth.
Artinya, Anda bisa saja mengalami kekeringan vagina dan merasa sakit. Hal ini dapat terjadi selama setidaknya enam minggu pascabersalin dan akan berangsur membaik setelahnya.
Gairah Menurun  (NOTCOV)
Gairah Menurun (Foto: Pexels)
FAKTA #2: Gairah Anda untuk bercinta akan menurun
Tenang, ada alasan kuat di balik turunnya gairah Anda. Kurang tidur, perubahan rutinitas harian sampai masalah body image misalnya. Ngantuk, lelah ditambah bete melihat perut Anda yang belum kembali rata bukan kombinasi yang bisa membuat Anda semangat untuk bercinta, kan?
ADVERTISEMENT
Apalagi jika Anda menyusui. "Saat menyusui, wanita melepaskan oksitosin. Hormon ini akan memicu rasa cinta pada bayi tapi juga menekan libido Anda," kata dr. Booth.
"Tapi sebenarnya, berkurangnya gairah ini juga membawa kebaikan," sambung dr.Booth, "Ini dapat mencegah kehamilan berikutnya terjadi dalam waktu yang terlalu cepat." Tidak mau dong, belum juga menguasai betul cara mengurus bayi pertama ini lantas Anda sudah hamil lagi?
Dan tidak perlu khawatir, ini hanya untuk sementara. Gairah Anda akan muncul kembali segera setelah Anda dapat menyesuaikan diri dengan kondisi dan peran baru yang Anda miliki.
Kekeringan pada miss V
Kekeringan pada miss V (Foto: Thinkstock)
FAKTA #3: Vagina Anda berubah
Jangan kaget kalau penis suami Anda terasa menyusut setelah punya anak. Hahaha... Apa yang sebenarnya terjadi? "Hormon kehamilan melebarkan panggul Anda untuk memberi jalan lahir pada bayi," kata dr.Booth.
ADVERTISEMENT
Ini juga yang menyebabkan pascamelahirkan ukuran celana Anda bertambah meskipun berat badan Anda sudah kembali ke berat sebelumnya. Tapi tenang, Anda dapat melakukan latihan kegel atau mencoba pilates yang ampuh untuk mengembalikan daya cengkram vagina.
FAKTA #4: Seks justru jadi lebih penting
"Bila keintiman fisik terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali, pasangan biasanya akan merasa seperti teman serumah saja. Dan ini jelas tidak baik bahkan bisa menimbulkan masalah besar dalam relasi marital," kata Amy Levine, pelatih dan konsultan seks dari New York, Amerika Serikat.
Saran Amy, bila merasa belum siap melakukan hubungan seks yang sesungguhnya, Anda dapat memulai dengan berciuman atau saling bersentuhan dengan cara yang penuh kasih.
ADVERTISEMENT
Pikirkan juga bahwa sekarang Anda dan suami mungkin sudah tidak lagi punya banyak waktu untuk pergi berkencan berdua. Maka seks bisa menjadi hal yang mengingatkan Anda bahwa Anda berdua tetap merupakan pasangan kekasih dan bukan hanya pasangan orang tua saja.
Lagipula, seks ampuh menciptakan suasana hati yang lebih baik. Anda maupun pasangan dapat merasa lebih dekat setelah kita berhubungan seks. Bukan tidak mungkin juga, karena suasana hati yang lebih baik, suami Anda jadi lebih mampu berperan sebagai ayah siaga. Jangan heran kalau setelah berhubungan seks, ia mau mencuci baju atau menggantikan popok bayi! Penting, kan?
Seks Setelah Punya Anak
Seks Setelah Punya Anak (Foto: Pexels)
FAKTA #5: Bisa jadi, justru lebih baik!
Banyak wanita mengaku justru lebih menikmati seks bahkan lebih sering mencapai orgamse setelah punya anak daripada sebelumnya. Tidak percaya? Ternyata melahirkan bisa membuat organ kelamin wanita lebih hidup dan peka. Hasilnya, hubungan sekspun terasa lebih luar biasa nikmatnya.
Seks di Luar Kamar
Seks di Luar Kamar (Foto: Pexels)
FAKTA #6: Suami bisa saja menelan ASI Anda
ADVERTISEMENT
Dengan payudara penuh ASI, bukan tidak mungkin suami tanpa sengaja menelan ASI Anda. Tidak perlu panik, ini tidak akan membuat suami sakit atau membuatnya bisa disebut anak susu Anda, kok! Meski mungkin aneh, bila hal ini terjadi lalui saja dengan tertawa.
Dan untuk menghindarinya, minta suami fokus pada area sensitif Anda yang lain atau kosongkan dulu payudara Anda sebelum bercinta.
Ilustrasi berhubungan intim (seks)
Ilustrasi berhubungan intim (seks). (Foto: Shutter Stock)
FAKTA #7: Pagi lebih seru
Kesibukan mengurus bayi seharian penuh mungkin membuat Anda kelelahan di malam hari. Rasanya sudah tidak sanggup deh, kalau masih harus bercinta dengan suami.
Agar jadwal bercinta tidak jadi hilang sama sekali, coba bercinta di pagi hari, Moms. Menurut para ahli, bercinta di pagi hari justru memiliki lebih banyak manfaat ketimbang melakukannya di malam hari.
ADVERTISEMENT
FAKTA #8: Seks kilat jadi kekinian
Dengan waktu yang kini terbatas, percayalah, seks kilatpun bisa jadi sangat menyenangkan dan memuaskan.
Kunci untuk menikmatinya, fokuslah pada apa yang terjadi. Resapi setiap gairah yang tengah Anda rasakan. Jangan biarkan pikiran Anda melayang ke soal kapan bayi terakhir makan atau apakah sudah membayar pesanan popok yang Anda beli online tadi sore.
Selain itu, coba perluas area bercinta Anda. Tidak harus di kamar atau tempat tidur, di ruang keluarga atau kamar mandipun bisa, kok!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan