kumparan
3 Februari 2018 16:43

8 Hal Wajib Dilakukan Setelah Dinyatakan Hamil

Ilustrasi Ibu Melihat Hasil Test Pack.
Ilustrasi Ibu Melihat Hasil Test Pack. (Foto: Pixabay)
Senang bukan main pastinya, ketika melihat hasil test pack Anda pagi ini ada dua garis merah yang berarti positif hamil.
ADVERTISEMENT
Selamat datang di trimester pertama, calon ibu! Beritahu suami, orangtua, dan mertua, sudah Anda lakukan. Lantas apa lagi ya yang sebaiknya calon ibu lakukan?
Tahan dulu untuk mengumumkan hasil test pack di media sosial, -yang mungkin saat ini merupakan satu-satunya terbesit di kepala. KumparanMom (kumparan.com) merangkum dari buku Pregnancy Journal: A Week-By-Week Guide To A Happy, Healthy Pregnancy, inilah yang wajib Anda lakukan:
Temui Dokter atau Bidan
Langkah selanjutnya setelah mendapati hasil test pack positif dan memberitahukan keluarga, yakni temui dokter atau bidan untuk mengonfirmasi kehamilan Anda. Untuk memastikannya, kemungkinan dokter menggunakan USG. Tapi Anda tidak perlu khawatir, USG aman untuk Anda maupun janin.
Ibu hamil pun lebih awal mendapat prenatal care yang sesuai dengan kebutuhan –kondisi hami tiap ibu bisa berbeda-beda. Kabar baik tambahannya, Anda tahu perkiraan tanggal lahir si jabang bayi!
ADVERTISEMENT
Konsumsi suplemen kehamilan
Setelah dokter atau bidan memeriksa status kehamilan Anda, mungkin mereka akan memberikan suplemen vitamin tambahan. Konsumsi secara rutin demi kebaikan Anda dan janin. Biasanya dokter akan memberikan suplemen tambahan asam folat, untuk perkembangan otak dan saraf janin, serta mencegah bayi cacat lahir.
Diet sehat ibu hamil
Ingat, diet bukan melulu soal supaya badan jadi kurus. Ibu hamil mesti memerhatikan asupan nutrisi asupan. Ya, karena janin akan menyerap sari-sari dari makanan calon ibu. Pilih asupan sehat, seperti protein dengan kandungan lemak baik yang terkandung di dalam telur, ikan, daging putih, asupan berbahan susu yang rendah lemak serta buah dan sayuran.
Nutrisi wajib konsumsi, di antaranya:
- Zat besi, penting untuk hemoglobin di dalam darah. Terdapat di biji-bijian, kacang polong, buah kering.
ADVERTISEMENT
- Asam folat, penting untuk mencegah risiko bayi lahir cacat. Terdapat di roti, sereal, pasta, kedelai.
- Kalsium, merupakan nutrisi utama untuk tumbuh gigi dan tulang janin. Terdapat di yoghurt rendah lemak, sayuran hijau, dan salmon.
- Zinc, untuk membantu pertumbuhan janin. Ada di ikan, telur, susu, dan gandum.
Rutin olahraga
IBU HAMIL BERENANG
ilustrasi ibu hamil berenang (Foto: thinkstock)
Olahraga baik untuk kehamilan serta menjaga mood baik ibu hamil seharian. Tetap lanjutkan jenis olahraga yang biasa Anda lakukan sejak sebelum Anda hamil seperti biasa. Namun, bila Anda terbiasa melakukan olahraga ‘ekstrim’ dengan risiko terjatuh lebih besar, maka lebih aman dilakukan setelah melewati trimester 1.
Bila sebelumnya Anda tidak rutin olahraga, tapi Anda termotivasi untuk melakukannya, segera lakukanlah. Anda bisa mencoba berjalan kaki, berenang, dan prenatal yoga.
ADVERTISEMENT
Konsultasi lanjutan ke dokter
Jangan malas untuk memeriksakan kehamilan Anda secara rutin lagi ke dokter. untuk memantau berat badan dan perkembangan fisik janin, asupan yang wajib Anda konsumsi demi menjaga kesehatan Anda dan janin, dan terlebih bila Anda merasa ada yang tidak beres agar bisa segera diatasi. Perdarahan merupakan masalah paling umum ditemui pada trimester satu.
Juga, lanjutkan kontrol kehamilan pada trimester berikutnya.
Hindari paparan bahan kimia
Trimester pertama tergolong sensitif dan rentan keguguran. Para dokter menyarankan agar Anda terhindar dari paparan kimia seperti obat serangga, obat jamur, aerosol, mengecat rambut, dan cat kuku.
Menikmati kehamilan
Di samping banyak pesan sehat ini dan itu dari dokter atau bidan, jangan lupa untuk bersenang-senang menikmati kehamilan Anda ya, calon ibu! Misalnya membayang-bayangi akan jadi apa si kecil kalau besar nanti dengan Anda yang selalu menemani, serta melakukan hobi.
ADVERTISEMENT
Ingat, kehamilan adalah pengalamam yang menakjubkan. Sayang kalau dilewatkan begitu saja, Moms!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan