Kumparan Logo

Alami Batuk Kering saat Hamil Bisa Pengaruhi Kesehatan Janin, Mitos atau Fakta?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil batuk kering. Foto: Krakenimages.com/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil batuk kering. Foto: Krakenimages.com/Shutterstock

Batuk kering adalah batuk non-produktif yang tidak menghasilkan dahak atau lendir. Kondisi ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan karena sering disertai dengan sensasi gatal atau menggelitik. Sebagian besar gangguan pernapasan ini disebabkan oleh iritasi tenggorokan dan tumbuhnya mikroba di saluran udara.

Kondisi ini pun bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali pada ibu hamil. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh wanita menurun selama kehamilan. Maka dari itu, ibu hamil rentan terserang infeksi virus ataupun bakteri.

Dikutip dari Mom Junction, batuk kering saat hamil bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari alergi, sistem kekebalan tubuh yang lemah, asma, rinitis alergi, dan polutan udara. Oleh karena itu, tak heran jika kondisi ini kerap membuat ibu hamil kesulitan tidur, hingga mengeluarkan suara ‘ngik’ saat bernapas atau dikenal dengan mengi.

Apakah Batuk Kering Bisa Pengaruhi Kesehatan Janin?

Ilustrasi ibu hamil batuk kering. Foto: Krakenimages.com/Shutterstock

Moms, refleks batuk, baik bersifat kering ataupun berdahak, mungkin tidak mempengaruhi janin di dalam kandungan. Sebab terdapat plasenta yang berfungsi sebagai penghalang dan memberikan perlindungan bagi janin yang sedang tumbuh. Namun, jika penyebab mendasarnya tidak segera diatasi, karena infeksi virus misalnya, maka hal tersebut dapat menyebar di dalam tubuh dan mempengaruhi proses persalinan. Bahkan, infeksi virus dapat mempengaruhi perkembangan kognitif bayi, Moms.

Selain pada bayi, batuk kering cenderung menyebabkan komplikasi tertentu di trimester ketiga kehamilan. Beberapa di antaranya adalah:

Ilustrasi ibu hamil batuk kering. Foto: PR Image Factory/Shutterstock
  • Pola tidur menjadi sering terganggu dan intensitas batuk dapat membuat tubuh menjadi lemas dan kelelahan.

  • Terjadi kebocoran urine atau ngompol karena rahim memberikan tekanan berlebih pada kandung kemih saat batuk.

  • Meningkatkan risiko berbagai infeksi.

  • Berkurangnya nafsu makan sehingga berpotensi kekurangan nutrisi.

  • Menyebabkan stres fisik, emosional, dan mental.

Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika batuk kering terus menerus terjadi. Apalagi bila disertai dengan nyeri dada yang parah, demam di atas 38 derajat Celcius, hingga tenggorokan terasa sangat sakit. Semoga informasinya bermanfaat, ya!

kumparan post embed