kumparan
10 Mei 2018 10:52 WIB

Alasan Mengapa Bayi Perlu Merangkak

Ilustrasi bayi merangkak. (Foto: Thinkstock)
Sangat penting memastikan bayi melewati semua tahapan perkembangan motoriknya. Salah satunya adalah merangkak. Aktivitas ini merupakan bagian dari proses perkembangan motorik kasar bayi di mana gerak tubuhnya hanya bertumpu pada tangan dan lutut saja.
ADVERTISEMENT
Pada umumnya, bayi mulai bisa merangkak antara usia 7 sampai 10 bulan. Di usia 6-7 bulan, bayi sudah bisa mengangkat badan dan bokongnya dengan kedua tangan dan kaki sebagai penopang. Memasuki usia 7 - 9 bulan, barulah bayi benar-benar mulai merangkak.
Anak belajar merangkak (Foto: Thinkstock)
Lantas bagaimana bila ada bayi yang tidak mengalami hal ini atau langsung berjalan tanpa pernah merangkak? Sebenarnya, sangat disayangkan, Moms. Sebab, merangkak memiliki banyak manfaat yang baik untuk bayi Anda.
Pertama, bayi Anda cenderung lebih sensitif terhadap letak suatu benda, seberapa besar benda tersebut dan apakah benda itu bisa dipindahkan atau tidak. Kedua, kemampuan visual bayi Anda untuk melihat objek lebih detail dan mengingat bentuk serta tekstur barang yang dilihatnya. Ketiga, merangkak bisa membantu bayi belajar menilai jarak dan ketinggian. Dan keempat, bayi lebih intensif mempersiapkan otot dan sarafnya menuju gerak yang lebih sempurna, yaitu berjalan.
Bayi Belajar Merangkak (Foto: pixabay)
Sebelum bayi Anda memulai merangkak, coba perhatikan beberapa hal berikut ini, Moms.
ADVERTISEMENT
1. Jauhkan benda-benda yang berbahaya di sekitar bayi yang merangkak. Termasuk benda kecil yang dapat ditelan bayi dengan tidak sengaja.
2. Awasi bayi Anda saat merangkak di atas tempat tidur agar tidak terjatuh
3. Gunakan pakaian yang nyaman sehingga bayi dapat bergerak bebas
4. Bila merangkak di lantai, maka pastikan lantai bersih dan tidak licin.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan