kumparan
17 Nov 2018 18:18 WIB

Ayah Masa Kini: Ganti Bedong Sampai Ajarin Renang

Video
"Baba, temenin Bjorka tidur, yuk!"
Ringgo Agus Rahman menutup hari dengan menemani anak laki-lakinya, Bjorka Dieter Morscheck (2), pergi tidur. Menurut aktor berusia 36 tahun itu, menemani Bjorka tidur adalah rutinitas kesehariannya bersama sang buah hati.
ADVERTISEMENT
Mengasuh anak bagi Ringgo bukan hanya tugas istrinya, Sabai Dieter Morscheck. Ia mengaku ikut ambil bagian dalam merawat anak semata wayangnya, Bjorka.
"Gue awalnya gantiin popok. Tapi karena dia melihat gua ngebersihinnya enggak bersih kalau dia poop, akhirnya istri gue enggak percaya lagi ke gua gitu. (Terus juga) nemenin dia pipis, karena pipis tuh cowok banget," ujar Ringgo saat ditemui kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Dukungan sebagai ayah juga ditunjukkan Ringgo dengan menjadi ayah ASI. Bahkan, sejak istrinya hamil, Ringgo telah mencari informasi seputar ASI. Ia sadar ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi, sehingga memberikan dukungan penuh agar sang istri berhasil menyusui.
Sabai Dieter, Ringgo Agus Rahman dan Bjorka. (Foto: Munady Widjaja)
"Saat kehamilan itu 6 bulan gue banyak cari tahu informasi termasuk beli buku catatan ayah ASI dan akhirnya itu yang jadi pedoman gue. Jadi di otak gue tuh harus, tahapannya harus bener gitu lho. Dari dia lahir harus dapat IMD (Inisiasi Menyusu Dini)," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Ringgo menerapkan pola pengasuhan yang santai dan ingin Bjorka menjalani hidupnya dengan bebas. Hal itu diakui Ringgo berbeda dengan pola asuh yang diterapkan oleh ayahnya dulu.
"Kalau dulu, mungkin orang tua gue tuh, gue ngomong gini lo harus kayak gini, enggak usah tanya kenapa ikutin aja. Kalau sekarang, kamu harus gini karena gini gini, sampai jelas dulu ke anak. Zaman dulu kalau bokap bilang enggak, ya udah enggak, ikutin aja gitu," jelasnya sambil tertawa.
Ayah milenial bersama putrinya. (Foto: Fauzan/kumparan)
Wujud keterlibatan pengasuhan ayah milenial juga ditunjukkan oleh Aditia Noviansyah. Ano, sapaan akrabnya, memulai pagi dengan menghabiskan waktu bersama si sulung Naira (4) dan si bungsu Aksara (2).
Meski harus bergegas agar tidak telat sampai di kantor, pria berusia 32 tahun ini masih menyempatkan waktunya untuk mengantarkan Naira pergi ke sekolah.
ADVERTISEMENT
"Itu gue janji, oke kak ayah yang anterin ya berangkat sekolah, nanti ayah berangkat lagi pas kakak udah masuk," kata pria yang berprofesi sebagai fotografer ini.
Ano sadar, perannya sebagai ayah bukan hanya mencari nafkah, tapi juga sebagai orang tua yang bisa memberi rasa nyaman pada anak. Ia ingin
"Nah gue mau anak gue ini merasakan kedekatan gue nganterin sekolah tiap hari. Setidaknya gue kasih support kasih ciuman ke dia supaya dia semangat sampai belajarnya pun semangat dia," jelasnya.
Bagi Ano, sosok ayah tak selamanya harus menjadi pribadi 'kaku' yang ingin dihormati anak. Melainkan harus bisa menyenangkan layaknya teman.
Ilustrasi Ayah bermain dengan anak. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Cerita menjadi ayah juga dituturkan oleh Aulia Rahmat Wibowo. Saat langit masih gelap dan azan Subuh belum berkumandang, ia sudah membuka mata dan siap mengajak Awan, anak laki-lakinya berumur 11 bulan, untuk bermain di ruang tengah. Awan memang kerap bangun pagi, sehingga sebelum beraktivitas di kantor, sang ayah punya banyak waktu untuk bermain bersama.
ADVERTISEMENT
"Biasanya kita main sampai jam 06.30, abis itu gue mandiin Awan. Untuk urusan mandi ini gue yang selalu mandiin memang dari awal tanggung jawab ini diberikan ke gue sebagai seorang bapak," jelas ayah berusia 28 tahun ini.
Menurut Aulia, sejak lahir, memandikan Awan sudah jadi tanggung jawabnya. Untuk mengurus anak, ia memang punya pembagian tugas bersama sang istri di pagi hari.
"Istri juga kerja. Jadi, setiap hari kita saling mengisi satu sama lain. Ketika gue masuk malam, masuk siang, otomatis semuanya di take over sama ibunya Awan. Dan juga sebaliknya ketika gue pas lagi libur dia lagi tugas ke luar itu semua gue take over. Cuma kalau spesifik, mungkin, bangun tidur Awan sama gue, mandiin selalu gue, makan selalu ibunya," jelas ayah yang berprofesi sebagai jurnalis ini.
ADVERTISEMENT
Ia juga tak keberatan jika harus berbagi tugas rumah tangga dengan sang istri. Bahkan, dalam mengasuh anak, ada beberapa hal yang bisa ia lakukan, namun tidak bisa dilakukan istri.
"Gue terlibat banyak ya soal pengasuhan, bahkan ada beberapa hal yang bisa gue lakukan tapi istri enggak bisa. Misalnya ngajarin dia berenang, dan mijetin Awan," jelasnya.
Ilustrasi Ayah bermain dengan anak. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Sementara bagi Pandhu Wiguna, kerja hingga larut malam tak lantas membuatnya jauh dari anak. Ia selalu memaksimalkan hari liburnya untuk sebisa mungkin berada di dekat anaknya Gala yang kini berusia 9 bulan. Saat weekend datang, hampir segala hal yang berkaitan dengan anak menjadi tanggung jawabnya. Ia tak segan ikut ambil bagian dalam mengganti popok anak, memandikan anak atau menyuapi anak.
ADVERTISEMENT
"Biasanya kalau misalnya lagi libur memang kan itu Gala itu saya yang handle, kurang lebih ya hampir 80% saya yang handle gitu. mulai dari kecil sebenarnya sih, dari dia baru lahir itu saya memang udah biasa untuk mandiin dia, gendong, ajak main, Suapin Makan apa segala macem, gantiin pokpknya, jadi itu udah sehari-hari gitu," jelas pegawai swasta berusia 29 tahun ini.
Sejak Gala lahir, Pandhu selalu mencari informasi seputar perawatan dan pengasuhan anak. Ia bahkan mengikuti beberapa akun parenting untuk memperkaya pengetahuannya seputar pengasuhan anak.
"Jadi habis lahiran banyak yang jengukin, apa segala macam. Terus masih belum punya tenaga ya kan, tapi malamnya kan, dia mungkin capek, jadi saya semua yang take over. Nah malam itu, kan saya harus ganti bedong, saya harus ganti popok, saya belum pernah belajar sama sekali. Jadi waktu itu saya buka YouTube aja gitu. Buka YouTube, terus cara ganti bedong, cara ganti popok, cara membedong," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Informasi parenting yang kini gampang dicari lewat internet, memudahkan Pandhu untuk mengkakses banyak hal yang ingin ketahui seputar dunia anak.
Nah Moms, itu tadi sedikit cerita dari ayah milenial. Cerita dari mereka yang berusaha menjadi ayah terbaik menurut versinya masing-masing. Mereka yang tak hanya menjalankan perannya untuk mencari pundi-pundi rupiah, tapi juga hadir secara fisik untuk anak dan keluarganya.
====================
Selengkapnya seputar Ayah Milenial dapat disimak dalam topik Wajah Ayah Milenial.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan