kumparan
11 Mei 2019 12:35

Baby Spa, Pijat dan Terapi Air demi Relaksasi Tubuh Bayi

COVER KONTEN SPESIAL, Sibuknya Bayi Hari-hari Kini
Terapi air dalam rangkaian baby spa. Foto: Arif Karunia/kumparan dan Putri Sarah Arifira/kumparan
Dulu, orang tua lazim membawa bayi ke tukang urut. Praktik ini untuk sebagian masyarakat juga masih kerap dilakukan. Tapi sejak beberapa tahun belakangan, kalangan ibu milenial mungkin lebih mengenal apa yang disebut dengan baby spa. Tren ini didukung oleh munculnya banyak salon spa biasa yang juga menawarkan layanan khusus bayi.
ADVERTISEMENT
Di baby spa, bayi diberi terapi air lalu dipijat lembut dengan teknik tertentu. Yang melakukannya bukan lagi tukang urut, tapi para terapis. Apa tujuannya? Seperti juga spa untuk orang dewasa, tujuannya tak lain untuk relaksasi.
Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), spa awalnya merupakan terapi yang dilakukan lewat mandi atau berendam. Lalu dalam perkembangannya, aktivitas spa juga mencakup perawatan lain, seperti pemijatan tubuh.
Dari yang awalnya untuk orang dewasa, kini berkembang teknik spa yang didesain khusus untuk bayi. Namun baby spa tak hanya sekadar tren, melainkan memang punya sejumlah manfaat.
KONTEN SPESIAL, Sibuknya Bayi Hari-hari Kini
Pijat bayi di Mom n Jo. Foto: Arif Karunia/kumparan
Beberapa penelitian mengungkap, stimulasi pijat dapat membantu penyerapan nutrisi sehingga bisa meningkatkan berat badan pada bayi prematur. Mengutip laman IDAI, pijat juga bisa meningkatkan aktivitas sistem saraf dan memperbaiki kualitas tidur si kecil. Pijat dapat diberikan sejak bayi sudah lepas tali pusar.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana dengan terapi air yang juga diberikan dalam baby spa?
Biasanya bayi diajak berendam dalam bak kecil, dengan leher disangga pelampung. Untuk mengikuti sesi ini, berat badan bayi harus setidaknya 5 kg.
Belum banyak penelitian terkait hydrotherapy untuk bayi. Suatu penelitian yang melibatkan 12 bayi prematur mengungkap, terapi air selama 10 menit dapat membantu bayi tidur lebih baik, cenderung lebih rileks, dan lebih mentoleransi rasa nyeri.
Manfaat-manfaat itulah yang diharapkan Felita Ersalina ketika membawa anak pertamanya ke baby spa. Bayinya, Danish, baru berusia 3 bulan dan sudah dua kali mengikuti sesi baby spa.
KONTEN SPESIAL, Sibuknya Bayi Hari-hari Kini
Ibu menjaga bayi yang sedang terapi air. Foto: Arif Karunia/kumparan
“Dia kan sekarang masih usia 3 bulan, baby spa aku harap bisa melatih otot lehernya, tangan dan kaki. Sebenarnya Danish suka banget main air makanya kita coba untuk terapi air. Baby spa itu sebenarnya untuk relaksasi dan biar Danish bisa tidur lebih nyenyak,” jelas Felita saat ditemui kumparanMOM pada Senin (6/5).
ADVERTISEMENT
Felita berencana untuk rutin membawa bayinya spa setidaknya dua minggu sekali. Setiap sesi baby spa untuk Danish, Felita mengaku mengeluarkan biaya sekitar Rp 200 ribu - 300 ribu.
Baby Spa dan Suburnya Peminat
Salah satu pencetus baby spa di Indonesia adalah Mom n Jo yang mulai membuka layanan itu sejak 2008. Bisnis baby spa ini ternyata lahir dari permintaan pasar.
“Awalnya Mom n Jo hanya spa khusus ibu hamil. Kita lihat banyak tamu-tamu yang bawa bayi lalu mereka tanya di sini bisa pijat bayi enggak? Karena pada waktu itu kalau mau pijat bayi rata-rata dibawa ke dukun pijat. Jadi karena memang ada permintaan dari customer, sudah ada tekniknya, jadi dibukalah baby spa,” jelas Endah Wulansari, Director of Sales Mom n Jo, saat ditemui kumparanMOM di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (6/5).
ADVERTISEMENT
Video
Menurut Wulan, baby spa mulai booming sekitar tahun 2010, ditandai banyak bisnis serupa yang bermunculan. Begitu pula yang terjadi di Mom n Jo. Meski awalnya fokus pada pijat ibu hamil, seiring berjalannya waktu, spa untuk bayi malah lebih ramai pelanggan.
“Konsumen bayi akhirnya lebih banyak daripada ibu hamil. Paling banyak bayi yang datang untuk spa usia 0 bulan hingga 2 tahun,” tambah Wulan.
Karena semakin banyak peminat, Mom n Jo pun berkembang pesat. Setelah 13 tahun berjalan, bisnis wellness itu kini punya 31 cabang di seluruh Indonesia dan satu cabang di Brunei Darussalam.
Pada setiap cabang, sekitar 50 bayi datang setiap hari. Karena banyaknya peminat, orang tua harus reservasi setidaknya tiga hari sebelumnya karena keterbatasan ruang.
ADVERTISEMENT
Yuk, ikuti terus konten spesial Sibuknya Bayi Masa Kini persembahan kumparanMOM.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan