Kumparan Logo

Benarkah Ibu dengan PCOS Sulit Menyusui?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ibu menyusui - POTRAIT Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ibu menyusui - POTRAIT Foto: Shutterstock

Ibu yang memiliki sindrom ovarium polikistik atau PCOS mungkin menghadapi kesulitan saat akan hamil. Ya Moms, PCOS menyebabkan ketidakseimbangan hormon, sehingga memengaruhi ovarium dan ovulasi.

Bila terkena PCOS, ovarium tidak melepaskan sel telur setiap bulan, dan menyebabkan menstruasi tidak teratur. Itu yang menjadi alasan, wanita dengan PCOS biasanya sulit untuk hamil karena bermasalah dengan kesuburannya.

kumparan post embed

Namun, wanita dengan PCOS bisa saja hamil dengan melakukan beberapa perawatan kesuburan. Seperti mengonsumsi obat pelancar haid dan penyubur kandungan, mengubah gaya hidup jadi lebih sehat, dan juga menghindari stres.

Setelah hamil dan melahirkan, ada satu tantangan lagi yang katanya harus dihadapi ibu dengan PCOS, yakni sulit menyusui. Benarkah hal itu? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Penjelasan soal Ibu Menyusui yang Terkena PCOS

Ilustrasi Ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

Menurut La Leche League International, organisasi non-pemerintah nirlaba yang memberikan edukasi soal menyusui, tidak semua ibu dengan PCOS mengalami kesulitan menyusui. Tetapi, beberapa ibu dengan PCOS memang bisa saja mengalami kesulitan tersebut.

Biasanya kesulitan menyusui pada ibu dengan PCOS karena suplai ASI yang rendah. Mengutip Very Well Health, suplai ASI yang rendah diduga akibat rendahnya kadar progesteron selama masa pubertas dan kehamilan pada ibu dengan PCOS.

Progesteron sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan jaringan payudara, yang biasanya diproduksi oleh folikel telur yang kosong setelah ovulasi terjadi. Pada ibu dengan PCOS, ovulasi sangat jarang terjadi atau bahkan tidak sama sekali, sehingga kadar progesteronnya rendah.

kumparan post embed

Selain itu, kadar estrogen yang tinggi juga dapat menghentikan produksi ASI, Moms. Ya, kebanyakan ibu dengan PCOS memiliki kadar estrogen tinggi. Sehingga, kadar estrogen Anda perlu dipantau setelah melahirkan.

Kemudian, ibu dengan PCOS juga memiliki androgen yang tinggi dan hal itu dapat mengganggu dan mengikat reseptor prolaktin atau hormon utama laktasi. Sehingga, mengurangi jumlah ASI yang diproduksi.

Mengutip WebMD, resistensi insulin dan masalah metabolisme pada ibu dengan PCOS juga dapat menambah berat badan berlebih. Ibu yang mengalami obesitas juga mungkin bisa berdampak pada produksi ASI.

kumparan post embed

Oleh karena itu, Moms, bila Anda mengalami kesulitan saat menyusui, segeralah berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi terpercaya untuk mendapatkan solusi terbaik.