kumparan
16 Mei 2019 18:01

Benarkah Puasa Bisa Membuat Produksi ASI Menurun?

Ilustrasi menyusui bayi
Ilustrasi bayi menyusu Foto: Shutterstock
Banyak yang berpendapat bahwa berpuasa saat menyusui bukanlah keputusan yang tepat. Sebab, puasa dipercaya bisa mengurangi produksi ASI. Tapi, benarkah demikian?
ADVERTISEMENT
Menurut Konselor Laktasi yang juga merupakan Wakil Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Faradhiba Tenrilemba, sebenarnya tidak ada kaitannya antara puasa dengan produksi ASI ibu. Bila pun terjadi penurunan produksi ASI, biasanya hal itu terjadi di awal ibu berpuasa, saat tubuh ibu beradaptasi dan itu bersifat sementara, Moms.
"Produksi ASI turun bukan dari puasa semata-mata. Tetapi dari pengeluaran ASI baik menyusui langsung maupun diperah. Kalau pun turun, mungkin di awal-awal puasa beradaptasi. Yang tadinya makan dan minum terus per dua jam si ibunya. Tiba-tiba ini puasa kan, jadi mungkin dia beradaptasi," ujar Dhiba sapaan akrabnya saat dihubungi kumparanMOM, Selasa (14/5).
Ibu menyusui
Ibu menyusui Foto: Shutterstock
Setelah tubuh ibu menyesuaikan diri dengan puasa, produksi ASI akan kembali normal seperti sedia kala. Hal ini tentunya didukung dengan seringnya ibu mengosongkon payudara.
ADVERTISEMENT
Sebab prinsip menyusui, kata Dhiba, adalah berdasarkan supply and demand (penawaran dan permintaan). Artinya, semakin sering payudara ibu diisap oleh si kecil dan ‘dikosongkan’, maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan.
"Namun itu tidak akan lama jika ibu kerap menyusui. Kan ada supply ada demand, itu yang dipegang", kata Dhiba.
Menyusui bayi
ilustrasi menyusui bayi Foto: Thinkstock
Nah, supaya produksi ASI tetap terjaga selama puasa, penting untuk memperhatikan asupan dan kecukupan cairan yang Anda konsumsi ketika sahur, berbuka dan pada malam hari. Bila memungkinkan, cobalah untuk menunda pekerjaan yang membutuhkan banyak energi selama berpuasa. Pastikan Anda juga beristirahat sebanyak mungkin untuk menjaga stamina, karena menyusui bisa menguras tenaga Anda, Moms.
Meski begitu, jika Anda masih ragu untuk berpuasa atau tidak, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter atau konselor laktasi. Ukurlah kemampuan diri Anda, Moms. Jika benar-benar tidak kuat, jangan dipaksakan. Anda bisa mengganti puasa di bulan Ramadhan dengan membayar fidyah.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan