Berhubungan saat Hamil Muda, Aman Enggak Sih?

Masa-masa hamil muda adalah masa penuh pertanyaan. Maklum saja, semua bisa jadi terasa serba asing atau membingungkan bagi calon ibu maupun ayah. Salah satunya, tentang boleh tidaknya berhubungan seks.
Saat hamil muda, sebagian pasangan memang ragu melakukan hubungan seksual. Alasannya, takut aktivitas seks dapat menggugurkan janin yang sedang di kandung.
Tapi apakah benar begitu?
Aman Tidaknya Berhubungan Seks saat Hamil Muda
Selama kehamilan sehat dan tidak memiliki indikasi medis, berhubungan seks boleh dilakukan sejak masih hamil muda dan seterusnya hingga trimester ketiga. Hal ini dijelaskan oleh dr. Yassin Yanuar, MIB, SpOG pada highlight akun Instagramnya.
"Aktivitas hubungan seksual pada kehamilan adalah suatu hal yang aman selama tidak ada risiko, sehingga perlu memperhatikan dengan baik kondisi kehamilannya masing-masing," ujar dr. Yassin Yanuar, MIB, SpOG.
Selama ibu hamil nyaman, berbagai posisi seks juga boleh dilakukan mulai dari trimester pertama kehamilan atau sejak hamil muda. Jadi, Anda dan pasangan punya waktu yang cukup untuk mencoba-coba dan bereksperimen, mana posisi yang paling nyaman apakah berbaring sisi atau berhadapan misalnya. Bicarakan lah hal ini secara terbuka pada pasangan Anda.
Tapi jangan panik bila setelah berhubungan seksual, mungkin Anda mengalami sensasi kram, Moms. Ini lazim terjadi akibat kontraksi rahim yang dipicu oleh hubungan seksual. Cobalah berbaring dan lakukan relaksasi hingga sensasi kram tersebut hilang.
Berhubungan saat Hamil Muda, Apakah Bisa Keguguran?
Lebih lanjut dr.Yassin menjelaskan, berhubungan saat hamil muda tidak membahayakan janin atau menyebabkan keguguran. Sebab penyebab keguguran pada umumnya adalah akibat adanya kelainan dan gangguan pada janin.
"Bayi tumbuh dan berkembang di dalam rahim ibu, terlindungi oleh air ketuban, selaput ketuban dan dinding otot rahim yang kuat, yang terletak aman di dalam rongga panggul. Penis tidak akan bisa mencapai janin yang jauh di dalam karena penetrasi hanya mencapai liang vagina dan sang bayi tidak akan tahu dan ingat ada apa gerangan yang terjadi di luar sana," katanya.
Yang Perlu Diwaspadai
Meski secara umum aman, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari RSPI ini menjelaskan ada juga saat di mana hubungan seks saat hamil perlu dihindari. Yaitu bila saat hamil ibu mengalami perdarahan, ketuban pecah, ancaman persalinan prematur, inkompetensi serviks, plasenta previa, riwayat persalinan prematur, atau dilarang dokter karena risiko-risiko lainnya.
Sebab rangsangan pada payudara, orgasme, dan kandungan prostaglandin pada sperma dapat menimbulkan kontraksi otot rahim, sehingga berisiko memperburuk risiko tersebut.
Jadi tetap lah rutin memeriksakan diri dan banyak berdiskusi dengan bidan atau dokter selama kehamilan. Hubungi juga dokter atau bidan bila setelah berhubungan seks Anda mengalami kram yang tak kunjung mereda, terasa sangat kuat atau disertai perdarahan.
