kumparan
search-gray
Mom31 Juli 2020 8:55

Bolehkah Berkurban Secara Online saat Idul Adha?

Konten Redaksi kumparan
Bolehkah Berkurban Secara Online saat Idul Adha?  (1290714)
Ilustrasi anak melihat hewan kurban. Foto: Shutterstock
Berkurban jadi salah satu ibadah yang bisa dilakukan saat hari raya Idul Adha. Ada pun hukum berkurban ialah sunah muakkad yaitu sunah yang sangat dianjurkan bagi tiap orang Islam yang memiliki kecukupan harta atau mampu.
ADVERTISEMENT
Jika pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dapat kita lihat secara langsung, namun kini di tengah pandemi virus corona yang belum usai, mungkin ada sebagian orang yang lebih memilih untuk berkurban secara online demi menghindari kerumunan. Tapi sebenarnya, berkurban secara online, bagaimana hukumnya dalam Islam?
Bolehkah Berkurban Secara Online saat Idul Adha?  (1290715)
Ilustrasi berkurban secara online. Foto: Shuter Stock

Kata Ustaz soal Hukum Berkurban secara Online

Berkurban secara online, itu artinya Anda harus mengurus segalanya juga secara online. Mulai dari memilih penyelenggara kurban, memilih tempat dan lokasi kurban, cara pembayaran, dan sebagainya. Sedangkan kurbannya itu sendiri dilakukan sesuai dengan syariat Islam, mulai dari penyembelihan hewan kurban, pengelolaan, hingga pendistribusian hewan kurban.
Sehingga, hukum berkurban secara online sah-sah saja dan hingga saat ini tak ada dalil yang melarang hal tersebut. Demikianlah yang disampaikan Ustaz Rikza Maulan, Lc., M.Ag kepada kumparanMOM.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, ia menjelaskan bahwa sebenarnya bagi Anda yang berkurban, dianjurkan untuk menyaksikan langsung penyembelihan hewan kurbannya itu. Bahkan, ada anjuran juga untuk memakan sebagian daging dari hewan yang dikurbankannya tersebut.
Bolehkah Berkurban Secara Online saat Idul Adha?  (1290716)
Ilustrasi pembagian daging kurban kepada yang membutuhkan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
"Namun di balik itu, ada esensi dan anjuran yang lebih kuat terkait dengan kurban yang menjadi maqashid atau salah satu tujuan kurban, yaitu berbagi dan membahagiakan fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan," ujarnya.
Ya Moms, membahagiakan fakir miskin merupakan salah satu tujuan dari berkurban. Menurut Ustaz Rikza, hal ini menjadi lebih utama apabila pelaksanaan kurban dilakukan di tempat atau daerah yang miskin atau terdampak bencana alam, serta lokasi yang sangat kekurangan. Maka dalam kondisi seperti ini, bisa jadi berkurban di tempat lain dengan media pembayaran dan pemilihan secara online menjadi lebih baik.
ADVERTISEMENT
Ada pun salah satu hadis Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak beriman kepadaku, orang yang malam hari tidur nyenyak dalam kondisi perut kenyang, sementara ada tetangganya yang tidak bisa tidur karena kelaparan, sementara ia mengetahui." (HR. Thabrani)
Bolehkah Berkurban Secara Online saat Idul Adha?  (1290717)
Ilustrasi berkurban secara online. Foto: Shuter Stock

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Berkurban secara Online

Ustaz yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta ini juga menyarankan agar Anda memerhatikan beberapa hal berikut sebelum berkurban secara online. Kira-kira apa saja?
-Pastikan cara pembayaran dan pemilihan lokasi kurban secara online ini dinaungi oleh lembaga yang amanah dan profesional.
-Lembaga tersebut memiliki legalitas dan integritas sebagai lembaga yang baik.
-Semua cara yang dilakukannya memenuhi aspek-aspek syariat Islam.
"Hal ini bisa dilihat misalnya dari track record lembaga dan terdapatnya dewan pengawas syariah pada lembaga tersebut yang mengawasi operasional lembaga agar berjalan sesuai syariah," tutur Ustaz Rikza.
ADVERTISEMENT
Nah Moms, jadi tak masalah ya jika Anda dan keluarga ingin berkurban secara online. Yang jelas, pastikan saja bahwa lembaga kurban tersebut amanah dan profesional.