kumparan
28 Mar 2018 12:13 WIB

Bolehkah Membiarkan Bayi Menangis Sampai Tertidur?

Ilustrasi bayi menangis. (Foto: Thinkstock)
Saat mendapati bayi menangis, terutama pada jam-jam tidurnya, ia yang semula tidur nyenyak lalu terbangun, dan mulai menangis. Padahal Anda juga sedang mengerjakan sesuatu, bagi Anda tidak masalah membiarkan ia menangis sebentar, toh ia akan tertidur lagi kok!
ADVERTISEMENT
Hal tersebut mungkin tak sepenuhnya salah, Moms. Namun pastikan tidak terlalu lama, karena membiarkan bayi menangis terlalu lama juga bisa berdampak negatif.
Bayi yang berusia kurang dari enam bulan berisiko terkena Breath Holding Spell, atau kondisi bayi menangis kejer, hingga membuat nafasnya tertahan, wajah membiru, dan ia bisa mengalami kejang.
Menangis adalah bentuk komunikasi bayi, mungkin pertanda ia sedang lapar, haus, popoknya basah, kesepian, atau sebagainya. Dikutip dari Guardian, bayi yang dibiarkan menangis terlalu lama bisa mengalami stres, alhasil ia akan menghasilkan lebih banyak hormon kortisol. Lama kelamaan, hormon itu bisa membahayakan otak bayi yang sedang berkembang.
Bayi menangis (Foto: Pixabay)
Penelope Leach, seorang ahli Parenting sekaligus penulis ‘Your Baby and Child: From Birth to Age Five’ juga mendukung argumen itu. Leach berpendapat, penelitian tentang otak terbaru membuktikan, bayi yang dibiarkan menangis terlalu lama berisiko mengalami kerusakan otak, hingga mengurangi kepasitas belajar anak kelak.
ADVERTISEMENT
Namun, bukan berarti saat mendapati bayi menangis, maka Anda harus segera menggendongnya, Moms. Anda memang perlu responsif meredakan tangisan, mencari tahu penyebab tangisannya. Terkadang dengan menepuk-nepuk lembut dan menyanyikan lagu andalan bisa membuatnya kembali tidur.
Lantas, bagaimana dengan anggapan kalau bayi sedang menangis, maka biarkanlah sampai mereda dan ia kembali dapat tidur sendiri?
Bayi menangis agar merasa lebih baik. (Foto: Thinkstock)
Menurut Anastasia Baker, Direktur sebuah agensi Night Nannies di Inggris, membiarkan bayi menangis beberapa menit tidak masalah karena justru bisa melatih ia tidur sendiri. Utamanya, pada bayi berusia enam bulan ke atas.
Tidak cukup di situ, Anastasia menambahkan, "Hanya jika sebelumnya bayi sudah mendapat makan dan minum yang cukup, serta popoknya tidak basah."
Mandy Gurney, pendiri Millpond Sleep Clinic di Inggris, menambahkan, “ Saya tidak mendukung orang tua yang meninggalkan bayi mereka dalam keadaan menangis, dalam waktu yang lama. Namun membiarkan dalam beberapa menit sebelum menenangkannya, ternyata memiliki efek positif bagi keluarga,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Ia merujuk pada studi yang menunjukkan, 50% orang tua seringkali mengalami masalah tidur pada anak-anak mereka yang berusia 6-12 bulan. Imbasnya, masalah lain muncul, seperti terancamnya pernikahan, hingga kecemasan ibu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan