Cara Atasi Cegukan pada Bayi

Cegukan bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk pada bayi. Cegukan atau hiccups merupakan kontraksi yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak disengaja pada diafragma.
Jadi, apabila terjadi kontraksi maka timbul hisapan udara secara mendadak yang masuk ke dalam paru melewati ruang antara pita suara (glottis), sehingga menghasilkan suara "hiks".
Tapi jangan khawatir, sebenarnya cegukan pada bayi bukanlah hal yang berbahaya, Moms. Mengutip penjelasan dalam laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tanpa perlu diobati, cegukan dapat hilang dengan sendirinya.
Meski begitu, cegukan tentu saja bisa membuat si kecil merasa tidak nyaman atau terganggu. Jadi cobalah untuk mengatasi masalah ini dengan mencegahnya terjadi lagi. Bagaimana caranya?
Susui bayi sebelum ia menangis karena haus atau lapar. Begitu juga bila bayi sudah mulai diberi makan.
Sendawakan bayi setiap kali habis disusui. Bila dirasa perlu, sendawakan bayi
Bila bayi diberi susu formula, setelah minum susu, berikan bayi air putih sebanyak 1 sampai 2 sendok teh saja.
Hindari mengajak si kecil bermain atau bercanda setelah diberi susu. Lebih baik, beri bayi kesempatan untuk duduk tegak dan mengistirahatkan perutnya selama kurang lebih setengah jam.
Usahakan untuk menghindari atau meminimalisir masuknya udara saat anak minum susu. Salah satu caranya, periksa kembali botol dan dot si kecil.
Bila bayi sudah mulai diberi makan, jangan beri bayi makan atau minum terlalu cepat maupun terlalu banyak. Hindari pula memberi bayi minum atau makan makanan yang terlalu dingin maupun terlalu panas.
Perlu juga dicatat, waspadalah apabila cegukan terjadi selama lebih dari 1 jam. Bisa jadi ini merupakan tanda adanya kelainan yang serius pada bayi.
Kelainan yang dapat menimbulkan cegukan antara lain adanya gangguan saraf diafragma, radang paru, kelainan di otak seperti tumor, penyakit ginjal hingga gangguan keseimbangan elektrolit.
Bila hal ini terjadi, segeralah bawa bayi ke dokter untuk diperiksa dengan seksama.
