Cara Ibu Bekerja Hadapi Working-Mom Shaming

25 Oktober 2022 19:12
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Cara Ibu Bekerja Hadapi Working-Mom Shaming. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Cara Ibu Bekerja Hadapi Working-Mom Shaming. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Tidak ada yang salah ketika seorang wanita memutuskan menjadi ibu bekerja. Sebab, kebanyakan wanita yang bekerja pun alasannya untuk mencukupi kebutuhan keluarga, meski mungkin berat karena waktu bersama anak jadi terbatas.
ADVERTISEMENT
Tak jarang juga menjadi seorang ibu bekerja dipandang negatif oleh orang lain. Mulai dari dianggap tidak bisa berkomitmen dengan kariernya, enggan mengambil tugas yang berat dalam pekerjaan, atau tidak mau memprioritaskan pekerjaan di atas keluarga. Ya Moms, stigma-stigma negatif yang didapatkan ibu bekerja biasa dikenal dengan istilah working-mom shaming. Hal itu merupakan kondisi ketika sesama ibu maupun perempuan menghakimi atau mengkritik keputusan ibu-ibu lainnya atas pilihan memiliki karier.
Apalagi, di Indonesia, budaya patriarki yang menempatkan laki-laki di posisi atas dan perempuan lebih rendah kerap dianggap menjadi salah satu alasan kenapa working-mom shaming sering dialami para wanita karier. Lantas, apa yang bisa dilakukan apabila suatu saat mendapatkan perilaku working-mom shaming?

Tips untuk Ibu Bekerja soal Cara Hadapi Working-Mom Shaming

Tips untuk Ibu Bekerja soal Cara Hadapi Working-Mom Shaming. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Tips untuk Ibu Bekerja soal Cara Hadapi Working-Mom Shaming. Foto: Shutterstock
1. Tidak Menanggapi Omongan Negatif
ADVERTISEMENT
Ketika menghadapi working-mom shaming, apalagi yang mengkritik bukanlah sosok yang tidak mengenal secara pribadi, maka Anda tidak perlu memikirkan atau membalasnya, Moms. Ketika Anda mendapat perlakuan buruk karena status sebagai ibu bekerja, Anda sebaiknya tidak perlu mengatakan apa-apa. Karena baik itu ibu rumah tangga dan ibu bekerja sama-sama memiliki kesamaan: cinta untuk keluarga.
"Sering kali, hal terbaik yang harus dilakukan adalah memutus percakapan. Anda tidak perlu membenarkan atau menjelaskan bagaimana pengasuhan anak kepada siapa pun. Karena itu Anda sudah melakukan yang terbaik," jelas Psikiater Reproduksi dan Perinatal, Carly Snyder, MD, dikutip dari Verywell Family.
2. Ubah Cara Pandang Tentang Ibu Bekerja
Dikutip dari laman Forbes, Anda bisa mengubah cara pandang orang-orang terhadap ibu bekerja. Alih-alih melihat wanita sebagai orang yang berkewajiban untuk mengurus rumah tangga, tetapi ajaklah untuk melihatnya sebagai individu yang memiliki bakat dan pengalaman berbeda-beda untuk menghasilkan keuntungan, dan dalam konteks ini adalah perusahaan tempat Anda bekerja.
ADVERTISEMENT
3. Ibu Bekerja adalah Normal
Ilustrasi ibu bekerja di depan laptop. Foto: DimaBerlin/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu bekerja di depan laptop. Foto: DimaBerlin/Shutterstock
Sudah banyak wanita terjun ke dunia karier, dan tak sedikit juga yang menempati posisi pemimpin. Dan pastinya, para wanita tersebut memiliki alasan yang beragam kenapa mereka ingin bekerja, baik untuk membantu mendapatkan pemasukan tambahan selain dari suami, atau bisa jadi sangat menyukai bidang yang dikerjakan sehingga membuat Anda jadi bahagia. Jadi, tak perlu ada alasan lagi untuk merendahkan wanita yang bekerja, apabila memang tujuannya untuk keluarganya sendiri, kan?
4. Berpendirian Kuat
Bagi ibu bekerja, jangan berkecil hati apabila ada yang melakukan mom shaming. Oleh karena itu, Anda harus memiliki pendirian kuat, terus berpikir positif, dan tidak lelah untuk belajar menjadi seorang ibu sekaligus wanita karier yang sukses. Bila ada yang merendahkan karena pilihan tersebut, termasuk bila omongan datang dari orang terdekat sekali pun, komunikasikan semua alasan di balik keputusan Anda sehingga mereka yang mengkritik bisa memahaminya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020