Mom
·
18 Juli 2021 15:51
·
waktu baca 3 menit

Cara Jelaskan ke Anak soal Berita Duka Akibat COVID-19

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Cara Jelaskan ke Anak soal Berita Duka Akibat COVID-19 (39899)
searchPerbesar
Cara Jelaskan ke Anak soal Berita Duka Akibat COVID-19 Foto: Shutterstock
Berita duka akibat COVID-19 datang silih berganti. Ya Moms, beberapa waktu belakangan, kasus positif infeksi corona di Indonesia kembali meroket. Sedihnya, banyak pasien yang tidak bisa diselamatkan karena mengalami gejala berat atau kondisinya semakin memburuk.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana bila orang tercinta yang dekat dengan anak Anda baru saja meninggal akibat COVID-19? Ya, anak Anda mungkin saja menyimpan banyak pertanyaan, misalnya "Kenapa tante A tidak pernah datang lagi? Kapan aku bisa bertemu dengannya lagi?" dan berbagai pertanyaan lainnya.
Kira-kira, bagaimana ya, cara terbaik untuk menjelaskannya?

Cara Menjelaskan Berita Duka pada Anak

Cara Jelaskan ke Anak soal Berita Duka Akibat COVID-19 (39900)
searchPerbesar
Cara Menjelaskan Berita Duka pada Anak Foto: Shutterstock
Saat menghadapi situasi seperti ini, banyak orang tua yang khawatir penjelasan mereka akan sulit diterima atau salah dipahami anak. Akhirnya, tak jarang orang tua yang memilih membuat kebohongan-kebohongan. Tapi, bijakkah melakukan hal itu?
Moms, menurut para ahli, mungkin untuk sementara waktu kebohongan dapat membungkam keingintahuan balita, namun Anda justru akan menciptakan kebingungan yang berlarut-larut pada anak.
ADVERTISEMENT
Belum lagi, jika anak justru tidak percaya pada penjelasan Anda dan suatu hari mengetahuinya. Bukan tak mungkin, ia menjadi kecewa, marah dan lebih sulit menerima bahwa Anda telah membohonginya selama ini.
Sebagai orang tua, Anda harus paham bahwa tekanan psikologis mejadi salah satu dampak terbesar akibat kematian orang terdekat anak. Dikutip dari Live Strong, tekanan psikologis bisa mulai dari perasaan sedih, kemudian rasa sedih yang berlebihan hingga menimbulkan stres dan kecemasan. Bisa dibilang, ini merupakan fase pertama dan masih dianggap wajar.
Ya Moms, orang tua dan keluarga terdekat punya peran yang sangat penting untuk membantu anak yang tengah menghadapi tekanan psikologis.
Selain itu, Anda bisa menjelaskan beberapa hal ini dalam menyampaikan berita duka ke anak.
Cara Jelaskan ke Anak soal Berita Duka Akibat COVID-19 (39901)
searchPerbesar
Ilustrasi ibu memeluk anak yang sedih. Foto: Shutter Stock
1. Berkata Jujur
ADVERTISEMENT
Memang tidak mudah mengatakan hal yang sebenarnya pada anak. Namun, Anda perlu bersikap terbuka dan membiarkan anak mengajukan pertanyaan-pertanyaan serta memberi kesempatan untuk berdiskusi mengenai hal ini. Jelaskan apa adanya sambil membagi kepercayaan spiritual Anda kepada anak terkait kematian.
Namun, berhati-hati dan pilihlah kata-kata yang bijak agar tidak membuat anak membenci Tuhan, ya. Jangan sampai karena Anda bilang, "Nenek dibawa Tuhan ke surga karena Tuhan sayang sama Nenek," lalu anak merasa Tuhan merenggut orang yang dikasihinya atau Tuhan tidak menyayanginya.
2. Sederhanakan Bahasa
Kemampuan anak untuk berpikir dan memahami sesuatu yang abstrak masih terbatas, sehingga anak harus ditunjukkan oleh hal-hal secara nyata yang ada di sekitarnya. Karena itu, coba jelaskan kematian orang tercinta dengan bahasa sederhana dan konkret. Jangan menggunakan bahasa yang berbelit-belit sulit dipahami anak.
ADVERTISEMENT
Anda bisa memulainya dengan apa itu kematian? Mengapa orang bisa mengalami kematian? Apa yang terjadi ketika orang mengalami kematian?
Anda juga perlu menghindari penggunaan bahasa yang justru semakin membingungkan anak. Seperti menjelaskan bahwa kematian berarti pergi jauh, tidur dalam waktu lama, atau hilang entah ke mana.
Selain akan menimbulkan perasaan ditinggalkan pada anak, penjelasan ini bisa meninggalkan trauma pada anak atau rasa takut -bahkan sekadar untuk pergi tidur. Bisa juga anak akan merasa bersalah karena berpikir orang yang dicintai pergi karena ulah atau kesalahannya.
Cara Jelaskan ke Anak soal Berita Duka Akibat COVID-19 (39902)
searchPerbesar
Ilustrasi anak sedih Foto: Shutterstock
3. Kematian adalah Selamanya
Jelaskan pelan-pelan pada anak, jika orang yang telah meninggal atau mengalami kematian itu akan dikubur atau dikremasi untuk selamanya. Sehingga, ia tidak akan kembali di tengah-tengah keluarga atau tidak akan bisa ditemui lagi. Namun, kita masih bisa menyayanginya dengan selalu mendoakan, berbuat baik untuk membuat bangga dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
4. Dampingi Anak
Setelah menjelaskan tentang kematian pada anak, bukan berarti tugas Anda selesai. Anda masih perlu mendampingi anak selama ia dalam tahap pemulihan. Bagaimanapun, anak-anak juga memiliki emosi yang bisa diluapkan. Peluk anak, biarkan ia mengungkapkan perasaannya, dan bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan anak yang mungkin akan berkembang seiring waktu.
Selain itu, Anda juga harus bersabar. Seperti Anda, anak juga perlu waktu.