kumparan
5 April 2018 14:31

Cara Memastikan Tayangan TV Aman Buat Anak

Kebiasaan menonton film pada anak
Kebiasaan menonton film pada anak (Foto: Pixabay)
Kita semua tahu, tayangan TV bisa menyelamatkan Anda dari rewelnya si kecil. Saat Anda sedang mengerjakan sesuatu yang tak bisa ditinggal, misalnya. Entah itu masakan di dapur, atau tambahan setengah jam saja untuk mengecek email dari kantor.
ADVERTISEMENT
Menonton TV bagi anak bisa membawa keuntungan, tapi sekaligus bisa membawa dampak negatif. Ini karena pelaku di layar TV yang bisa dengan mudah ditiru anak.
Untuk itu, sebelum meninggalkan anak dengan TV tanpa dampingan orang tua, Anda perlu mengecek tayangannya sudah aman, dengan kriteria sebagai berikut:
Pertama, pastikan tayangan TV tersebut sudah berlabel khusus untuk anak-anak. Tidak cukup sampai di situ, Anda juga mesti memastikan tayangan tersebut tidak mengumbar kekerasan atau makian meskipun dibalut dalam tayangan atau film kartun.
Kedua, perhatikan konten tayangan. Pastikan tayangan TV pantas ditonton anak dan memiliki pesan moral yang aman dicontoh.
Saringlah tayangannya itu, Moms. sekalipun menampilkan kekerasan lucu yang tidak masuk logika Anda, misal jatuh dari lantai atas tapi masih baik-baik saja pada tayangan kartun. Tentu Anda tidak ingin sewaktu-waktu si kecil ikut menjatuhkan diri dari lantai atas dan berharap masih baik-baik saja seperti pada tayangan.
TV di Kamar Anak
Anak sedang menonton sebuah acara tv. (Foto: Thinkstock)
Perhatikan juga interaksi antar tokoh di dalam tayangan. Apakah saling mengumpat, saling membantu, saling berbagi?
ADVERTISEMENT
Amati pula, seberapa sering iklan yang dilihatnya dan apakah dalam kategori iklan yang ramah anak pula? Ini bisa mendorong perilaku konsumtif anak.
Ketiga, perhatikan apakah tayangan yang ditampilkan sudah sesuai dengan nilai-nilai yang dianut keluarga, yang selama ini sudah Anda tanam pada diri si kecil. Toh, tayangan TV pada akhirnya juga bisa membantu Anda dalam menanamkan kebaikan.
Anak belajar berhitung
Anak belajar berhitung (Foto: Pixabay)
Keempat, perhatikan tingkah laku anak setelah menonton. Anak adalah peniru yang ulung, Moms. Misalnya, lewat tayangan TV, si kecil jadi bisa belajar menghitung, mengenal alfabet, menambah kosakata baru secara lebih menyenangkan dan lebih lancar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan