Mom
·
14 November 2020 14:06

Cara Tingkatkan Imunitas Balita agar Terhindar dari Pneumonia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Cara Tingkatkan Imunitas Balita agar Terhindar dari Pneumonia (127534)
Ilustrasi anak balita dengan gejala pneumonia. Foto: Shutterstock
Pneumonia adalah suatu peradangan yang menyerang jaringan paru-paru dan biasanya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang paling berat dan berbahaya. Bahkan, di Indonesia sendiri, pneumonia menjadi salah satu penyebab kematian anak balita kedua setelah persalinan preterm (prematur).
ADVERTISEMENT
Adapun ciri-ciri atau tanda umum seorang anak balita terkena pneumonia di antaranya adalah si kecil mengalami batuk, napas yang cepat dan sulit (sesak napas), peningkatan aktivitas otot-otot pernapasan di bawah dan di antara tulang rusuk serta di atas tulang selangka, pembakaran (pelebaran) lubang hidung, dan warna kebiruan pada bibir atau kuku yang disebabkan oleh penurunan oksigen dalam aliran darah.
Lantas, selain balita, siapa saja yang rentan atau berisiko terkena pneumonia?

Kata Dokter soal Siapa yang Berisiko Terkena Pneumonia

Cara Tingkatkan Imunitas Balita agar Terhindar dari Pneumonia (127535)
Ilustrasi anak balita mengalami pneumonia. Foto: Shutter Stock
Menurut Ketua UKK Respirologi IDAI Dr.dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), meski anak balita merupakan penyumbang terbanyak dari kasus ini, tapi ada beberapa orang yang rentan mengalami pneumonia, yaitu:
1. Pneumonia juga bisa menyerang bayi yang lahir secara prematur atau berat lahirnya rendah, yaitu kurang dari 2500 gram.
ADVERTISEMENT
2. Anak-anak dengan gizi kurang, stunting, atau malnutrisi.
3. Anak-anak yang imunisasinya tidak lengkap. Sebab, menurut dr. Nastiti, dalam jadwal IDAI ada beberapa imunisasi yang terkait dengan pneumonia.
4. Anak-anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif.
5. Anak-anak yang terpapar polusi, terutama polusi di dalam rumah, yaitu asap rokok.
"Asap rokok itu dapat meningkatkan risiko pneumonia dan meningkatkan risiko kematian akibat pneumonia," ujarnya dalam webinar bertema 'Selamatkan Anak dari Bahaya Pneumonia di Masa Pandemi' yang dihelat beberapa waktu lalu.

Cara Tingkatkan Imunitas Anak Balita agar Terhindar dari Pneumonia

Cara Tingkatkan Imunitas Balita agar Terhindar dari Pneumonia (127536)
Ilustrasi anak batuk, salah satu tanda pneumonia. Foto: Flickr/ Ryan Boren
Maka dari itu, sebagai orang tua kita harus bisa mencegah agar si kecil terhindar dari penyakit peradangan akut ini. Bagaimana caranya?
dr. Nastiti kembali menjelaskan bahwa hal pertama yang harus kita lakukan adalah memperbaiki kecukupan gizi anak dengan memberinya makanan bernutrisi seimbang. Selain itu, bagi bayi yang masih minum ASI, usahakan ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif hingga si kecil berusia 6 bulan kemudian dilanjutkan hingga usia 2 tahun disertai dengan MPASI atau makanan pendamping ASI bergizi.
ADVERTISEMENT
Lalu, jangan lupa untuk melengkapi imunisasi yang belum dilakukan. Karena di dalam imunisasi tersebut ada beberapa yang terkait dengan pneumonia. Misalnya saja, imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus), pneumokokus (vaksin PCV), HiB (Vaksin Haemophilus influenzae tipe B), influenza, dan campak. Meski begitu, imunisasi lain tetap harus dilakukan, ya, Moms! Sebab, imunitas atau sistem kekebalan tubuh anak akan meningkat bila melakukan imunisasi.
"Imunisasi lain walau tidak terkait dengan pneumonia juga penting dikerjakan karena nanti akan meningkatkan imunitas terhadap penyakit tersebut dan secara tidak langsung juga membuat kekebalan tubuhnya bertambah. Sehingga, anak tak mudah terkena penyakit," pungkas dr. Nastiti.

Konsultasi ke Dokter Sebelum Imunisasi

Cara Tingkatkan Imunitas Balita agar Terhindar dari Pneumonia (127537)
Ilustrasi anak balita diimunisasi. Foto: Shutterstock
Bahkan, kalau bisa --untuk mengejar ketertinggalan imunisasi selama masa pandemi ini karena orang tua khawatir membawa anak ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas, anak bisa mendapatkan dua kali suntikan dalam satu kunjungan. Namun kembali lagi, Anda harus tetap berkonsultasi ke dokter, ya, Moms!
ADVERTISEMENT
"(Orang tua) bisa jelaskan imunisasi apa yang belum diberikan. Nanti akan dikejar imunisasinya. Dua suntikan dalam satu kunjungan boleh diberikan pengejaran ketertinggalan. Jangan lupa waku kita bawa anak ke layanan kesehatan tetap harus 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," tutupnya.