Mom
·
15 Oktober 2020 17:13

Cegah Corona, Kenapa Cuci Tangan Pakai Sabun Lebih Baik Dari Hand Sanitizer?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Cegah Corona, Kenapa Cuci Tangan Pakai Sabun Lebih Baik Dari Hand Sanitizer?  (16677)
Ilustrasi mencuci tangan dengan air mengalir Foto: shutterstock
Rajin cuci tangan jadi salah satu cara yang paling efektif untuk menangkal virus corona. Kampanye cuci tangan pun menjadi fokus pemerintah dalam penanganan dan penanggulangan pandemi. Ya Moms, rajin cuci tangan terbukti bisa menurunkan risiko penularan kuman dan juga virus.
ADVERTISEMENT
"Kami di DKI sangat support sekali karena kita tahu beberapa penelitian, tulisan ilmiah, WHO dengan cuci tangan yang sederhana bisa turunkan risiko penularan penyakit menular, baik virus atau kuma. Terkait COVID-19, beberapa jurnal ilmiah menyebut bisa turunkan risiko penularan COVID sebesar kurang lebih 35 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam Kampanye Nasional dan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, Kamis (15/10).
Saat ini, mencuci tangan bahkan bisa lebih praktis dengan kehadiran hand sanitizer. Ya Moms, tahukah Anda bahwa hand sanitizer ternyata sudah ditemukan sejak berpuluh-puluh tahun lalu?

Sejarah Penemuan Hand Sanitizer untuk Cuci Tangan

Cegah Corona, Kenapa Cuci Tangan Pakai Sabun Lebih Baik Dari Hand Sanitizer?  (16678)
Ilustrasi Hand Sanitizer Foto: Dok. Shutterstock
Hand sanitizer bukanlah hal baru. Pada tahun 1966, Lupe Hernandez, mahasiswa perawat dari Bakersfield, California, mematenkan ide gel berbasis alkohol untuk membersihkan tangan saat tidak ada fasilitas untuk mencuci tangan. Namun, baru setelah pandemi flu babi H1N1 pada tahun 2009, produk tersebut berubah dari yang hanya digunakan di institusi, menjadi sesuatu yang dibawa kemana-mana oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 2010, botol-botol kecil berisi gel beralkohol itu ada di mana-mana. Popularitasnya kian menanjak, seiring ketakutan masyarakat akan berbagai penyakit, termasuk saat pandemi ini.
Dikutip dari Guardian, Sally Bloomfield, profesor di London School of Hygiene and Tropical Medicine, menjelaskan bahwa virus sebenarnya jauh lebih kebal terhadap disinfektan atau hand sanitizer daripada bakteri. Untungnya, kata Bloomvield, virus corona adalah virus amplop, yang berarti virus itu memiliki lapisan di sekitarnya yang dapat diserang alkohol, sehingga bisa menghilangkan ancaman penularan. Agar efektif digunakan, Anda bisa memilih hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60-95 persen.

Lantas, benarkah cuci tangan dengan hand sanitizer lebih baik daripada mencuci tangan dengan air dan sabun?

Cegah Corona, Kenapa Cuci Tangan Pakai Sabun Lebih Baik Dari Hand Sanitizer?  (16679)
Ilustrasi cuci tangan Foto: Shutterstock
Meski mencuci tangan dengan hand sanitizer terasa lebih praktis, Bloomfield tetap menyarankan agar sebisa mungkin Anda dan keluarga mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Ya, gunakanlah hand sanitizer hanya jika Anda tidak menemukan air mengalir dan sabun, Moms.
ADVERTISEMENT
Senada dengan Bloomfield, Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Fidzuno, Sp.A juga menyarankan agar mengutamakan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
"Paling efektif yang kita rekomendasikan adalah mencuci tangan menggunakan sabun lalu dibilas dengan air bersih", ujar dr. Kanya beberapa waktu lalu.
Namun, jika Anda kesulitan mengakses air bersih dan sabun, dokter yang praktik di RS Hermina Jatinegara ini mengatakan bahwa si kecil boleh mencuci tangan menggunakan hand sanitizer, Moms. Hand sanitizer, kata dr. Kanya, hanya boleh dipergunakan dalam keadaan tertentu atau darurat saja.
"Hand sanitizer itu digunakan pada kondisi tertentu seperti di RS yang gudangnya kuman atau enggak bisa nemuin sabun dan air untuk mencuci tangan, bisa pakai hand sanitizer", katanya.
Cegah Corona, Kenapa Cuci Tangan Pakai Sabun Lebih Baik Dari Hand Sanitizer?  (16680)
Anak cuci tangan. Foto: Thinkstock
Menurut sebuah studi tahun 2019 oleh American Society for Microbiology, menggunakan air mengalir dan sabun untuk mencuci tangan lebih efektif daripada setetes hand sanitizer.
ADVERTISEMENT
Memang, masih dikutip dari Guardian, hingga saat ini belum ada bukti konklusif mengenai sejauh mana sabun dapat menonaktifkan cukup banyak sel virus untuk membuat permukaannya aman. Namun, perlu diketahui, mencuci dengan sabun akan mengeluarkan sel virus dari tangan Anda, dan membilasnya dengan air akan menghilangkannya sepenuhnya, Moms. Ya, setelah mencuci tangan, Anda dapat menyentuh tangan Anda ke wajah dan tidak terinfeksi oleh virus.
Jadi, yuk, ajarkan anak dan keluarga cuci tangan dengan benar. Caranya dengan membasahi tangan menggunakan air mengalir, usapkan dengan benar, di kedua sisi, di antara jari-jari dan di bawah kuku, secara bergantian dari satu tangan lalu ke tangan lainnya.
Kemudian, bilas seluruhnya dengan air mengalir selama 20 detik, Moms. Membilas secara menyeluruh adalah kunci untuk membersihkan virus apa pun. Setelah itu, keringkan tangan dengan baik menggunakan handuk, lalu gunakan handuk itu untuk mematikan keran sebelum mencucinya.
ADVERTISEMENT