Cerita Mona Ratuliu soal Jadwal Pemberian MPASI Bayinya

28 November 2020 14:09
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bayi Mona Ratuliu memulai MPASI. Foto: Instagram/@monaratuliu
zoom-in-whitePerbesar
Bayi Mona Ratuliu memulai MPASI. Foto: Instagram/@monaratuliu
ADVERTISEMENT
Pada 20 November lalu, tepat 6 bulan usia anak keempat salah satu selebriti Tanah Air, Mona Ratuliu. Ya, di usia itu pula Numa Kumala Srikandi mulai diperkenalkan dengan MPASI alias makanan pendamping ASI.
ADVERTISEMENT
Lantas, seperti apa cerita Mona Ratuliu terkait pemberian MPASI pada si kecil?

Cerita Mona Ratuliu saat Memberikan MPASI Perdana untuk Bayinya

Bayi Mona Ratuliu memulai MPASI. Foto: Instagram/@monaratuliu
zoom-in-whitePerbesar
Bayi Mona Ratuliu memulai MPASI. Foto: Instagram/@monaratuliu
Sebagai seorang ibu, Mona sangat antusias menyambut si kecil yang akan makan itu. Ia pun mengikuti rekomendasi dokter bahwa isi MPASI harus mengandung karbohidrat, protein hewani yang tinggi zat besi dan lemak. Namun di hari pertama Numa makan, rupanya si kecil tak menghabiskan makanannya, Moms. Istri dari Indra Brasco itu pun mengaku bahwa pemberian MPASI si kecil memang waktunya kurang pas.
"Numa suka enggak? Hmmmm.. reaksinya kayak mikir gitu hahaha! Dan cuma berhasil sekitar 5 suap, terus nangis. Kayaknya waktunya juga kurang pas. Numa-nya sudah keburu ngantuk. Hihihiii," tulis Mona Ratuliu dalam salah satu unggahannya itu.
ADVERTISEMENT
Kemudian, Mona kembali memberikan makan pada saat jam makan siang. Saat itu, Numa pun makan lebih lahap. Hal ini tentu membuat Mona merasa senang karena ada kemajuan dari Numa terkait MPASI di hari pertama si kecil
"Makannya pas banget dia bangun tidur. Walau sisanya masih banyak banget, tapi ada progress deh yah. Bunda hepiiii," tulisnya lagi.
Tak hanya itu saja, pemain sinetron 'Lupus Milenia' tersebut juga menjawab berbagai pertanyaan netizen terkait pemberian MPASI pada bayinya. Salah satunya soal berapa kali si kecil makan dalam sehari. Ia pun menjawab bahwa Numa makan 3 kali sehari. Dan beberapa minggu setelahnya, ia akan mencoba memberikan snack atau camilan di sela jam makan anaknya.
ADVERTISEMENT
"Patokan makan standard kan jam 6 pagi, jam 12 siang sama jam 6 sore. Tapi disesuaikan sama jadwal bangun tidur numa jadi kira2 kalau pagi jam 7-8, siang liat situasi, biasanya tunggu numa bangun tidur dengan ceria sekitar jam 1 biasanya. Sore pun sama kayak siang, biasanya sekitar jam 7 malam," tulis perempuan berusia 38 tahun tersebut.
"Sejauh ini Numa pernah 2x gagal makan. Pertama karena sudah kadung ngantuk gara-gara bunda kelamaan siapin makanannya. Yang kedua pas numa bangun tidur siang ternyata mood-nya kurang ok sudah langsung mamam. Jadi memang kita mesti ngikutin polanya si baby, jadwal tetap rutin tapi sedikit lentur," sambungnya.

Kata IDAI soal Jadwal Makan Bayi di Awal Pemberian MPASI

Ilustrasi bayi makan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi makan. Foto: Shutterstock
Ya Moms, benar saja apa yang dikatakan Mona rupanya sejalan dengan yang dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dalam laman resminya, IDAI menjelaskan bahwa mengatur jadwal makan bayi berkaitan dengan masa pengosongan lambung. Biasanya, bayi yang sudah diberi MPASI perlu makan 2-3 kali sehari, 1-2 kali makanan selingan (snack).
ADVERTISEMENT
Untuk mencapai keberhasilan tersebut, berilah anak makan saat dirinya merasa lapar. Oleh sebab itu, sangat penting mengatur jadwal makan si kecil. Ketika bayi tengah makan, ia pun hanya boleh minum air putih.
Yang perlu diperhatikan adalah jadwal makan tiap bayi berbeda, ya, Moms. Jangan pernah disamakan. Maka dari itu, orang tua harus peka dengan bahasa tubuh si kecil. Ya, Anda harus mengenali tanda kapan bayi Anda lapar ataupun kenyang.
Selain itu, saat sedang menyuapi si kecil jangan lupa lakukan kontak mata dan ajak ia berbicara karena hal ini dapat menumbuhkan keintiman antara anak dan juga orang tua. Yang tak kalah penting, buatlah suasana yang menyenangkan saat bayi Anda tengah makan. Dan jangan lupa pula, waktu makan baik sebaiknya tidak lebih dari 30 menit. Bila tak habis, jangan dipaksakan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020