kumparan
26 Mar 2019 17:17 WIB

Ciri Keputihan pada Ibu Hamil yang Tidak Normal

Ilustrasi keputihan pada wanita. Foto: Shutter Stock
Keputihan kerap dialami oleh ibu hamil. Ibu hamil mengalami keputihan atau leukorrhea karena meningkatnya level hormon estrogen dalam tubuh, sehingga kelembapan vagina meningkat. Estrogen ini kemudian meningkatkan aliran darah pada area pelvis sehingga melepaskan lendir di vagina.
ADVERTISEMENT
Keputihan pada awal kehamilan juga serupa dengan yang Anda alami pada masa subur. Bedanya, volumenya lebih banyak. Volume cairan keputihan ini juga bertambah seiring mendekati waktu persalinan. Keputihan juga akan seiring bertambahnya usia kandungan.
Meski wajar, bila mengalaminya Anda tetap perlu memerhatikan dengan seksama, Moms. Ini penting untuk mengetahui normalkah keputihan yang Anda alami itu.
Sebab, keputihan yang dialami ibu hamil juga bisa saja menjadi tanda adanya penyakit atau masalah kehamilan. Jadi seperti apa ciri keputihan yang tidak normal?
Ilustrasi keputihan Foto: Shutterstock
Yang paling mudah, perhatikan warna dan baunya. Keputihan yang wajar berwarna putih susu dan tidak berbau atau berbau ringan.
Bila Anda menemui tanda lain, seperti cairan keputihan berwarna kuning, hijau atau abu-abu, juga baunya menyengat dan terasa gatal, juga kondisi vulva membengkak, ini merupakan tanda infeksi pada vagina. Segera cek ke dokter, infeksi karena jamur umumnya terjadi pada ibu hamil.
ADVERTISEMENT
Bagaimana kalau keputihan yang dialami ibu hamil diikuti bercak darah?
Ilustrasi tampon, panty liners, dan pembalut wanita Foto: Shutterstock
Bila hal ini terjadi di trimester 3, tepatnya mendekati hari lahir, keputihan akan berubah tekstur yakni semakin kental dan diikuti bercak darah. Tidak perlu khawatir, Moms, ini menandakan waktu persalinan sudah semakin dekat. Selamat, ya!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan