Mom
·
15 Oktober 2020 19:30

Hamil Anak Ketiga, Nina Zatulini Bertanya soal Kemungkinan Melahirkan Caesar

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Hamil Anak Ketiga, Nina Zatulini Bertanya soal Kemungkinan Melahirkan Caesar (12940)
Nina Zatulini. Foto: https://www.instagram.com/ninazatulini22/
Nina Zatulini tak bisa menyembunyikan rasa bahagia menyambut kelahiran anak ketiganya. Lewat instagram stories, perempuan berdarah Minangkabau ini mengaku telah melakukan berbagai persiapan persalinan. Bagaimana tidak, usia kandungannya kini telah memasuki trimester ketiga.
Meski ini merupakan kehamilan ketiganya, Nina masih memiliki banyak pertanyaan akan metode persalinan. Ia cukup khawatir bila kali ini tidak bisa melahirkan dengan metode persalinan normal seperti anak pertama dan keduanya. Nina bahkan sempat bertanya kepada followers-nya di Instagram mengenai info terbaru seputar operasi caesar.
Ya Moms, metode persalinan caesar memang menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi ibu hamil. Lantas apa saja yang perlu ibu hamil ketahui dan pahami seputar operasi caesar?

Kondisi ibu dan bayi

Banyak ibu yang menginginkan untuk menjalani persalinan normal. Namun terkadang, ada beberapa kondisi yang mengharuskan ibu menjalani operasi caesar, Moms.
Operasi caesar biasanya dilakukan atas saran dokter, terutama bila ibu hamil dan bayinya mempunyai indikasi medis tertentu sehingga tidak bisa melahirkan normal. Dilansir laman Parents, metode caesar biasanya diambil saat ibu hamil bayi kembar, adanya indikasi penyakit menular seksual, atau memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes. Para peneliti di Seattle's Swedish Medical Center juga mengemukakan bahwa ibu hamil dengan berat badan berlebih sebaiknya mengambil metode persalinan caesar.
Hamil Anak Ketiga, Nina Zatulini Bertanya soal Kemungkinan Melahirkan Caesar (12941)
Ilustrasi melahirkan dengan operasi caesar. Foto: Shutterstock
Tak hanya itu, jantung bayi yang tidak stabil, tali pusat yang masuk ke rahim, plasenta yang tidak bergerak, atau gawat janin akibat berat janin yang rendah, pasokan oksigen berkurang, dan adanya iritasi pada paru-paru janin juga menjadi alasan mengapa metode persalinan caesar menjadi jalan keluar terbaik, Moms.
Apabila mengalami beberapa kondisi di atas, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk melahirkan lewat operasi caesar. Sebab, jika tetap memaksakan kehendak untuk melahirkan dengan metode persalinan normal, hal tersebut justru bisa membahayakan keselamatan ibu dan bayi.

Persiapan operasi caesar

Ada beberapa persiapan yang bisa Anda lakukan bila akan menempuh persalinan caesar. Bila bukan operasi caesar darurat, Anda bisa memilih tanggal untuk persalinan. Selain itu Anda juga bisa mencari tahu jenis anestesi apa yang akan digunakan, hingga mendiskusikan faktor risiko akibat operasi caesar. Sebaiknya, tanyakan pada dokter apa yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir risiko tersebut.
Selain itu, Anda juga bisa mengambil Tes Potensi Caesar yang dihadirkan Nutriclub. Melalui Tes Potensi Caesar, Anda bisa mengenali faktor-faktor risiko kelahiran caesar sejak awal kehamilan serta mengetahui seberapa besar potensinya untuk melahirkan dengan metode persalinan ini agar lebih #SiapLewatiCaesar. Tak perlu khawatir, Moms. Hasil tes ini telah terverifikasi oleh para expert dan dipersonalisasi sesuai kondisi kehamilan.
Hamil Anak Ketiga, Nina Zatulini Bertanya soal Kemungkinan Melahirkan Caesar (12942)
Tes Potensi Caesar. Foto: dok. Nutriclub
Untuk mengambil Tes Potensi Caesar, Anda bisa klik di sini, isi informasi tentang usia kehamilan, dan jawab pertanyaan yang disediakan. Setelah itu, Anda bisa mengonsultasikan hasil tes bersama dokter untuk menentukan jalan terbaik, Moms.
Satu hal yang perlu diingat, apapun metode persalinan yang ditempuh, itu merupakan pilihan terbaik untuk Anda dan bayi. Selain itu, jangan lupa mengisi hari-hari jelang melahirkan dengan pikiran yang positif agar Anda lebih merasa tenang dan nyaman ya, Moms.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Nutriclub