kumparan
search-gray
Mom30 Juni 2020 9:00

Ibu Hamil Sering Menangis, Apakah Berpengaruh pada Perkembangan Janin?

Konten Redaksi kumparan
ibu hamil - POTRAIT
ibu hamil sedih - POTRAIT Foto: Shutterstock
Merasakan perasaan sedih adalah hal yang wajar dialami oleh siapa pun, tak terkecuali ibu hamil. Meski begitu, perubahan hormon yang terjadi bisa membuat ibu hamil jadi lebih sering menghadapi mood swing, misalnya saja tiba-tiba murung dan menangis.
ADVERTISEMENT
Mengutip Parents, Dokter Spesialis Kandungan di Amerika Serikat, Dr. Marra Francis, menjelaskan bahwa perubahan hormon kehamilan memang bisa menyebabkan perubahan suasana hati yang begitu cepat. Saat hamil, hormon estrogen dan progesteron meningkat, sehingga bisa menyebabkan Anda mengalami mood swing dan ibu cenderung jadi gampang menangis bahkan karena hal sepele.
Ibu Hamil Menangis
Ibu Hamil Menangis Foto: Shutterstock
Tapi, bila ibu hamil terlalu sering menangis, bagi perkembangan janin di dalam kandungan? Dilansir Parenting First Cry, menangis terlalu sering dan berlebihan selama kehamilan bisa berdampak buruk bagi bayi Anda, Moms. Apa saja?

Bayi Baru Lahir akan Mudah Kolik dan Gelisah

Stres sesekali memang tidak akan membahayakan janin Anda, namun kecemasan dan stres kronis bisa menyebabkan tubuh Anda memproduksi kortisol atau hormon stres, Moms. Hormon ini bisa ditularkan ke janin melalui plasenta. Jika janin terus-menerus terpapar hormon ini, mungkin ketika lahir ia akan mudah gelisah dan gampang kolik.
ADVERTISEMENT

Emosi Tidak Berkembang

Ada beberapa ibu yang mengalami depresi selama kehamilan. Faktanya, diperkirakan sekitar 10 persen dari ibu hamil mengalami depresi. Kondisi tersebut tidak baik untuk si kecil kelak karena bayi yang lahir dari ibu yang mengalami depresi klinis bisa mengalami depresi juga ketika besar. Bahkan ketika anak-anak emosionalnya cenderung tidak berkembang dengan baik.
Ilustrasi janin
Ilustrasi janin Foto: Shutterstock

Kelahiran Prematur

Menangis sesekali mungkin tidak akan membahayakan janin Anda. Tapi mengutip Healthline, dalam studi yang diterbitkan pada 2016, masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi selama kehamilan bisa meningkatkan peluang kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah, Moms.

Suplai Oksigen Berkurang

Saat menangis, biasanya pembuluh darah akan bekerja dengan ekstra. Hal ini berpengaruh terhadap suplai oksigen untuk janin Anda. Semakin kuat atau lama tangisan, semakin besar juga pengaruhnya.
Ibu Hamil Menangis
Ibu Hamil Menangis Foto: Shutterstock

Berpengaruh pada Otak Janin

Mengutip Famifi, ibu yang menangis terus-menerus akibat stres akan menciptakan hormon stres yang bisa masuk ke dalam plasenta. Hal ini bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang otak janin karena saat ibu merasa tidak nyaman, otomatis anak juga jadi merasa tidak nyaman dan cemas.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, intinya tidak masalah bila Anda merasa sedih dan menangis sesekali saat hamil. Namun, jangan dibiarkan berlarut-larut. Pastikan Anda mencari cara untuk mengembalikan mood agar bisa kembali bersemangat dan bahagia menjalani kehamilan. Sebab, bila Anda bahagia, bayi di dalam kandungan juga bisa merasakannya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white