Mom
·
29 September 2020 16:29

IDI: Komplikasi Kehamilan Meningkat Akibat Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
IDI: Komplikasi Kehamilan Meningkat Akibat Corona (143214)
Pandemi corona berdampak pada kehamilan. Foto: Shutterstock
Pandemi corona yang hingga kini masih berlangsung memang berdampak pada banyak hal di kehidupan kita. Mulai dari kegiatan sehari-sehari, suasana belajar anak, bahkan pada kehamilan.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyoroti pelayanan kesehatan yang kurang optimal selama pandemi corona. Kondisi tersebut, menurut IDI, bisa berdampak pada kesehatan ibu hamil.
"83,9 persen pelayanan kesehatan dasar tidak berjalan optimal, terutama posyandu. Banyak ibu hamil tidak mendapatkan layanan antenatal (prakelahiran) yang baik," kata Ketua Umum IDI, Daeng M Faqih dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9).
Menurut Daeng, pandemi corona juga berdampak pada kenaikan angka kehamilan dengan komplikasi. Jika kondisi ini tidak mendapat perhatian serius maka pengawasan terhadap ibu hamil yang berisiko tinggi tidak akan bisa dilakukan.
"Kemungkinan terjadi kematian ibu yang lebih tinggi dari 25 persen akibat kematian dengan hipertensi (preeklamsia)," tuturnya.
Oleh karena itu, selain memerhatikan pemulihan ekonomi, Daeng meminta agar pemerintah juga memerhatikan masalah pelayanan ibu dan anak, serta pelayanan dasar lainnya.
ADVERTISEMENT
"Saat negara menaruh perhatian besar pada upaya pemulihan sektor ekonomi, masyarakat khususnya kelompok yang rentan justru terabaikan dan berpotensi menimbulkan beban ekonomi yang lebih besar di masa mendatang," ujar Daeng.

Kondisi preeklamsia pada ibu hamil

IDI: Komplikasi Kehamilan Meningkat Akibat Corona (143215)
Ilustrasi preeklamsia pada ibu hamil Foto: Shutterstock
Moms, preeklamsia adalah kondisi di mana ibu hamil mengalami hipertensi, adanya protein di dalam urine, serta pembengkakkan di beberapa bagan tubuh. Ya, preeklamsia merupakan masalah kehamilan yang sangat perlu diwaspadai.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan, penyebab utama kematian ibu di Indonesia, yaitu hipertensi dalam kehamilan sebesar 32 persen, dan perdarahan pascapersalinan sebesar 20 persen.
Tentu saja hal ini perlu menjadi perhatian kita semua. Sebab dari Survei Penduduk Antar Sensus tahun 2015 diketahui bahwa angka kematian ibu (AKI) di Indonesia mencapai 305 per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (BPS 2017), angka kematian bayi baru lahir adalah 15 per 1.000 kelahiran hidup. Padahal, Millenium Development Goal (MDG) menargetkan penurunan AKI menjadi 102 per 100 ribu kelahiran hidup.
ADVERTISEMENT
Mirisnya, jumlah tersebut membawa Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan angka kematian ibu tertinggi di Asia Tenggara. Urutan pertama ditempati oleh Laos dengan angka kematian 357 per 100 ribu.

Kontrol Kehamilan selama Pandemi Corona

IDI: Komplikasi Kehamilan Meningkat Akibat Corona (143216)
Preeklamsia bisa menyebabkan kematian pada ibu hamil dan bayinya. Foto: Shutterstock
Salah satu cara untuk mengurangi risiko preeklamsia saat hamil adalah dengan memeriksakan kehamilan secara rutin di tiap trimester kehamilan. Namun, di tengah kondisi pandemi seperti ini, ibu hamil mungkin bingung, apakah harus tetap memeriksakan kandungan ke dokter atau menundanya dulu? Mengingat rumah sakit ataupun puskesmas adalah tempat infeksius yang sebaiknya dihindari di masa pandemi.
Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal POGI JAYA, dr. Ulul Albab, SpOG, menjelaskan bahwa Anda bisa menunda pemeriksaan kehamilan, namun setelah berkonsultasi sebelumnya dengan dokter kandungan ya, Moms.
ADVERTISEMENT
"Jika tidak ada keluhan boleh ditunda dulu," ujar dokter yang praktik di Rumah Sakit Umum Pasar Rebo, Jakarta, kepada kumparanMOM, Jumat (20/3).
Tapi, segeralah pergi ke dokter bila mengalami keadaan darurat kebidanan. Misalnya saja, muntah hebat, pendarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, mengalami tekanan darah tinggi, nyeri kepala yang hebat, tidak merasakan gerakan janin, dan mengalami kejang, Moms.
Nah, untuk mengurangi risiko preeklamsia selama kehamilan, Anda juga bisa mengikuti beberapa cara ini.
  • Kurangi konsumsi garam Anda selama hamil. Bila perlu, biasakanlah makan makanan tanpa garam tambahan.
  • Jaga hidrasi tubuh. Pastikan Anda minum setidaknya 6-8 gelas air sehari.
  • Hindari makan makanan yang digoreng, apalagi junk food.
ADVERTISEMENT
  • Istirahat yang cukup.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Naik atau tinggikan kaki Anda beberapa kali di siang hari. Bila perlu, pasang alarm di ponsel agar Anda ingat untuk melakukannya.
  • Hindari minum alkohol, merokok dan asap rokok selama hamil.
  • Hindari minuman yang mengandung kafein.